gadis kecil michi berlari memeluk zeno dan chika, sedangkan kedua pasangan itu cukup kaget dengan michi yang tiba tiba datang walaupun mereka juga senang sebenarnya, keduanya membalas pelukan Michi
"kok michi disini?kamu sama siapa kesini sayang"tanya chika sambil mengelus punggung michi
"michi kesini sendirian kak chika"ucapnya menunduk yang membuat keduanya melotot tak percaya
"Sendirian!?,kamu ngapain sendirian kesini sayang, terus tau dari mana rumah kakak? bahaya loh kan kakak udah pernah bilang jangan pergi sendiri lagi"ucap chika dengan suara sedikit tinggi karena dirinya benar benar kaget
"m-maaf kakak"tunduk michi
"sayang tenang dulu, biarin dia cerita kenapa dia bisa kesini sendirian,coba sekarang michi cerita sama abang,kenapa kok michi kesini sendirian, terus michi tau alamat ini dari siapaa"tanya zen mengelus rambut michi yang masih menunduk
"michi kangen sama abang dan kak chika,kalian udah janji mau main sama michi tapi kaka sama abg ga pernah datang padahal michi selalu ninggalin hiks,dari dulu michi minta sama ibu panti buat nganterin michi kesini tapi ibu pantinya ga mau, katanya ibu ga bisa gitu, jadinya michi ngambil alamat yang abg kasih waktu itu,dan michi jalan kesini sendirian,michi juga minta tolong sama abng ojeknya buat antar michi kesini"ucap michi menangis dengan wajah polosnya itu
"astaga anak ini, bahaya bgt loh naik ojek sendirian kalau diculik gimn"ucap aya tak habis pikir
"maafin michi"ucapnya kembali menunduk menahan tangisnya
"udah udah,abang sama kakak ga marah sama michi,sini sayang peluk abang lagi"ucap zen merentangkan tangannya dan Michi pun langsung memeluk zen
"terus kita harus gimn syg?masa kita biarin michinya disini kasian ibu pantinya pasti nyariin dia bgt"ucap chika
"gini deh biar kalian juga ga pusing,kalian kasih alamat pantinya sama mami nanti biar mami kesana buat ngasih tau, biarin dia disini dulu sampai ibu pantinya jemput"ucap aya
"gpp mi?mami ga capek kan?"tanya chika menatap aya
"engga sayang,mami gpp,yaudh kalian main aja dulu sama dia,mami mau langsung ke pantinya, kirim alamat jangan lupa ya"ucap aya meninggalkan mereka disana
"kita masuk dulu yuk, sekalian nunggu ibu pantinya "ajak chika diangguki oleh zen
chika membantu zen untuk berdiri dan mengambil tongkat yang selalu zen gunakan,chika membantu zen berjalan dengan mengalungkan tangannya dilengan zen
"kakak,abang kenapa kok pakai tongkat "tanya michi mengikuti langkah mereka
"abangnya habis kecelakaan syg, karena itu kakak sama abang ga bisa kesana,maaf yaaa"ucap chika tersenyum
"abang kecelakaan?kaki Abang sakit ya?"tanyanya lagi
"engga dek,kaki abang udah ga sakit cuman ya kaki sebelah kiri abang lagi ga bisa jalan"ucap zen
"michi duduk dulu disini sama abang ya,kakak mau buatin minum dulu,michi mau minuman apa?"tanya chika saat mereka sampai didalam rumah dan menyuruh michi untuk duduk bersama zen disofa
"michi ga mau minum kak,michi ga haus"ucapnya menatap chika
"beneran ga haus?"tanya chika digelengi oleh michi
karena michinya tidak ingin minum chika pun tidak jadi kedapur,ia ikut duduk bersamaa mereka yang dimana chika duduk ditengah tengah,chika menatap wajah michi yang kini anak itu melihat sekeliling rumahnya
"sayang sini liat kakak sebentar boleh"ucap chika menggenggam tangan mungil itu
"iya"jawabnya menatap chika polos
![nikah karena wasiat [chikzee]](https://img.wattpad.com/cover/377785313-64-k918151.jpg)