⁴³

2.4K 233 3
                                        

michi jatuh kedalam kolam renang yang ada disamping chika,michi memang terdorong kebelakang, karena lompatan chika yang lumayan tinggi membuat michi malah terdorong menyamping dan masuk kedalam kolam

zen yang melihat anaknya sudah masuk kedalam kolam itu pun ikut menyembur,ia mengangkat tubuh michi dengan nafas anak itu yang seperti hampir habis

"ya Allah cucu oma"ucap gracia yang ikut shock

"sayang kamu gpp kan?"tanya zen membawa michi ke pinggir kolam

michi tidak menjawab melainkan anak itu terus berusaha bernafas tapi matanya menatap zen yang terlihat begitu cemas

"ma aku bawa michi nya kekamar dulu"ucap zen yang langsung menggendong michi kedalam

gracia tidak langsung ikut,ia menghampiri chika yang juga terlihat kaget dan kini menangis

"udah jangan nangis ih"ucap gracia mengelus punggung chika

"hiks chika ga tau kalau ada cici dibelakang chika ma,chika ga sengaja hiks,chika minta maaf karena chika bandel"tangisnya

"iya sayang,mama ga marah kok,mama tau kalau kamu lagi ngidam,tapi lain kali harus nurut ya, padahal tadi mama negur kamu karena mama khawatir sama kamu dan bayinya,tapi sekarang jangan nangis lagi,kita kekamar ya,kita liat cicinya"ajak gracia

"i-iya ma"ucapnya sesenggukan

didalam kamar zen langsung merebahkan tubuh michi disana,ia bergegas mengambil minyak angin dan membuka baju michi yang basah kuyup

"sayangg masih susah nafas? sebentar ya baba gantiin dulu bajunya habis itu baba angetin badannya ya,maaf sayang baba ga bisa jaga kamu"ucap zen menatap sendu michi yang terbaring lemas dengan tangannya yang terus bekerja membuka baju michi dan mengoleskan minyak angin ketubuh michi,ia juga menyodorkan tangannya mendekat ke hidung michi agar anak itu bisa menghirup aroma minyak wangi

setelah itu zen juga mengambil baju anaknya itu dan mengenakan nya,zen menggulung tubuh michi dengan selimut agar tubuh anak itu hangat,lalu ia menggendong nya dengan posisi duduk

"kepalanya pusing ga?atau cici ada sakit dibagian lain?"tanya zen menatap michi

"Dingin baba"ucapnya pelan

"baba peluk yaa biar ga dingin,ini baba peluk cicinya"ucap zen memeluk michi

"maafin baba ya syg"ucap zen menatap michi dengan tatapan sendunya

"cici gpp kok baba,kepala cici cuman pusing sedikit"ucapnya tersenyum

cklek

"gimn sayang michinya"tanya gracia masuk kedalam kamar diikuti oleh chika yang berjalan pelan dan menunduk

"kepalanya pusing ma katanya"ucap zen

"mungkin dia kebanyakan minum air itu, belum lagi air yang dari hidup, dingin juga ga sayangnya oma?"tanya gracia mengelus rambut michi

"iya oma"ucapnya

"cici dingin?"tanya zen diangguki michi

"yaudh baba buatin cici susu hangat ya biar ga dingin,ma zen minta tolong jagain sebentar, jangan ditinggal ya sampai zen balik lagi"ucapnya

"iyaa,kamu jangan terlalu marah sama chikanya, nanti dia jadi sedih mama ga mau loh chika sedih,awas aja"bisik gracia

"iya"jawab zen singkat lalu berdiri

"mandi, habis itu istirahat jangan kemana mana lagi,kalau mau apa apa panggil aku"ucap zen datar

"i-iya"jawab chika gugup

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang