⁰²

4.7K 321 4
                                        

Kedua anak itu menghampiri aya dan menyalimi wanita rapuh itu,yang datang adalah zeno dan juga Christy, mereka berdua diberi kabar oleh sean kalau pucho sudah meninggal, walaupun keduanya tidak begitu mengenal sahabat Sean, mereka tetap pulang setidaknya menyampaikan turut berdukacita atas kepergian sahabat papanya itu

"tante,maaf christy ga sempat datang di pemakaman nya om,tapi aku turut berdukacita atas kepergian om,tante yang sabar ya"ucap christy tersenyum memeluk aya

"Gpp sayang,tante yang sangat berterimakasih karena kalian berdua rela terbang jauh buat jenguk keadaan tante sama keluarga"ucap aya

"Sama sama tan"jawab christy

"Zen juga turut berdukacita atas kepergian nya om pucho, semoga almarhum bisa tenang disana,dan tante sama yang lain jangan terlalu larut sama kesedihan,om pucho pasti ga suka"ucap zeno

"makasih zen"ucap aya diangguki oleh zen

"ohh ya, bukankah ini pertemuan pertama kalian kan?,zeno, Christy ini anak anak tante"ucap aya memperkenalkan anak anaknya

"chika,aldi,ini anak anaknya tante sama om"ucap sean

Mereka berempat saling menjabat tangan memperkenalkan diri satu sama lain,ini memang pertemuan pertama mereka, karena zeno serta Christy bukanlah tinggal di Indonesia, melainkan keduanya tinggal ditempat neneknya yang ada dichina sana, tepatnya dikota sanghai ,sang ibu yaitu gracia adalah campuran antara Indonesia dan juga china, jadinya sang nenek yang memiliki darah China tinggal disana, sedangkan kakek sudah lama berpulang

"kalian pasti cape,mau tante bikini minum?"tanya aya menatap mereka bergantian

"ga usah tan,kita berdua udah minum kok tadi"jawab christy sopan

"git,kamu bisa langsung mulai?, karena mereka sudah berkumpul disini"ucap sean dan yang tidak tau menatap kebingungan omongan sean

"ga nanti aja pak?, kasian anak anak bapak baru aja sampai dirumah"tanya gito hati hati

"tidak apa apa, mereka hanya perlu mendengarkan dengan baik,jadi kamu silahkan mulai semuanya"ucap sean dan gito mengiyakan

gito mengambil surat surat yang ada ditas yang tadi ia bawa, dengan seksama semua yang ada disana melihat apa yang dilakukan oleh gito

"baiklah,saya disini hanya sebagai perantara atas keinginan serta pesan beliau,jadi maaf jika nantinya pihak keluarga ada yang tidak setuju, karena saya hanya sekedar menyampaikan apa yang beliau inginkan"ucap gito

"sebelum almarhum bos pucho meninggal dunia,bos meminta saya menyampaikan beberapa pesan untuk anak anak serta istri, seperti yang tadi saya katakan,ini lebih bnyk mengarah ke Chika,jadi tolong dengarkan baik baik ya nak"

"Untuk warisan yang ditinggalkan oleh bos,dia berpesan untuk memberikan perusahaan yang ada dikota bogor itu untuk aldi,tapi tidak sekarang, perusahaan itu akan dipegang oleh saya sementara waktu, sampai aldi mencukupi syarat tertentu, perusahaan yang akan om pegang nanti akan diberikan pada aldi setelah umur nya menginjak usia 18 tahun,baru bisa beralih ke tangan Aldi"ucap pucho

"kenapa harus aldi om?,aldi ga bisa jadi penerus papi diperusahaan,aldi sama sekali tidak berbakat"ucapnya lirih

"kamu tenang aja,ada om gito sama om sean yang akan membantu kamu nanti, sekarang kamu fokus sekolah dulu aja,dan ingat tentang janji kamu sama papi"ucap gito

"iya om"jawab aldi

"Untuk hal selanjutnya, untuk ibu,bapak menitipkan surat buk, mungkin ibu bisa membacanya nanti selesai sendiri"ucap gito memberikan sebuah amplop putih kepada aya

"terimakasih gito"ucap aya dan gito mengangguk

"chika"panggil gito

Chika yang dipanggil pun menatap gito, sedangkan yang ditatapan tersenyum "iya om"jawab chika lalu sedikit menundukkan kepalanya

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang