⁶²

4.1K 284 13
                                        

15 tahun kemudian

Siapa sangka sudah 15 tahun berlalu setelah kejadian yang dimana michi diculik oleh ibu kandungnya yang sangat tidak bertanggung jawab itu,zen dan juga chika sudah menyelesaikan pendidikan mereka dan keduanya lulus dari pendidikan perkuliahan mereka,zen yang lulus di jurusan bisnis dan chika yang lulus di jurusan komunikasi

zen kembali melanjutkan perusahaan yang sudah pucho berikan padanya dan perusahaan tersebut berkembang dengan baik, bahkan ia sudah memiliki banyak cabang, sedangkan chika ia tidak bekerja melainkan ia hanya dirumah karena zen melarangnya,zen menyukai chika dirumah dibandingkan bekerja karena pasti jika bekerja pasti chika akan lebih banyak diluar

michii gadis kecil yang kini tumbuh dengan pesat, karena dirinya tumbuh dengan baik,ia sangat cantik yang membuat para laki-laki sangat banyak mengincarnya ,kini usianya sudah menginjak kepala dua yaitu 21 tahunn,michi kini menjalankan pendidikannya yaitu berkuliah dan ia mengambil jurusan kedokteran

sedangkan tiga anak kembar itu sudah memasuki usia 16 tahun, dengan wajah tampan mereka yang benar benar sangat mirip dengan zen walaupun beda kelakuan karena chrisna dan chiko sangatlah ekstrovert berbeda dengan marsel yang lebih kalem atau introvert,marsel lebih banyak diam dan irit berbicara tapi tidak berlaku jika dengan michi chika ataupun zen

"BUBU!"teriak seorang gadis berlari kebawah dengan wajah kesalnya,ia mencari keberadaan sang ibu untuk mengadukan sesuatu

"apasih ci teriak teriak,ini bukan hutan lohh"sahut chika dari balik sofa,ia sedang menikmati tontonan nya tapi ia malah mendengar suara teriakan anak perempuan satu satunya itu

"ishhh cici lagi ngerjain tugas kampus lohh bu, terus Chrisna sama chiko gangguin cici muluuu!,besok cici udah harus ngumpulin cici jadi ga fokus karena mereka ganggu terus!"adu michi dengan wajah memelas

"emang mereka ngapain ci?"tanya chika mendongak menatap michi

"mereka pada berdua gangguin, mereka berisik terus ngomong kasar jugaaa,cici kan butuh ketenangan bubu"rengeknya

"ya ampun bener bener ya tu anak,yaudah cici jangan merengek gitu ah! nanti bubu makin sayang,kita keatas biar bubu marahin"ucap chika tersenyum ia menarik tangan michi

saat membuka pintu kamar michi dan benar saja, bahkan kamar anak perempuannya itu sudah cukup berantakan karena chrisna dan chiko saling melempar lempar bantal, berbeda dengan marsel yang hanya diam menonton mereka

"CHIKO!,CHRISNA!"sentak chika menatap tajam keduanya

"b-bubu"kaget mereka mendadak takut dan langsung meletakkan bantal yang mereka pegang sedangkan marsel malah terkekeh kecil melihat itu

"ini kalian ngapain sih!,kamar cici sampai berantakan begini!dan tadi cici ngadu kalian ngapain gangguin cicinya nugas! Sampai ngomong kasar segala!,kalian mau bubu aduin sama baba kalian hah"ucap chika dan keduanya menggeleng

chrisna dan chiko dengan kompak berjalan kearah chika dan menggenggam tangan chika

"jangan aduin sama baba donggg bu, nanti chrisna dimarahin,chrisna janji deh ga bakal nakal lagi"bujuk chrisna, bukannya apa apa tapi jika menyangkut soal michi babanya itu pasti akan marah, karena zen sangat menyayangi michi bahkan semakin dewasanya michi,zen malah semakin posesif terhadap michi

"iyaaa chiko juga takut"ucap chiko

"ya kalau kalian takut mangkanya jangan berulah,bubu juga capek kalau kalian berdua selalu aja ga bisa dibilangin, kasian cicinya sayangg,tugas dia udah numpuk harusnya kalian bantuin cici bukannya nambahin tugasnya"ucap chika melunak, bagaimanapun itu chika bukanlah orang yang suka marah lama lama, karena dirinya selalu bersikap lembut agar anak anaknya lebih mengerti

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang