mendengar permintaan chika tentu membuat jantung zen berdetak begitu kencang,chika bahkan berbicara dengan nada yang sangat lembut,yang semakin membuat zen kelam kabut dibuatnya bahkan ia tidak tau apakah ia masih bernafas? wahh lihatlah wajah chika sangat manis saat meminta hal itu
"maksudnya?"tanya zen menatap lekat mimik wajah chika
"jangan tidur disana,aku mau kamu tetap tidur sama aku,aku mau kamu nemenin aku"ucap chika menatap zen
"kamu serius minta aku buat tidur sama kamu?kamu ga takut kalau aku berbuat yang tidak tidak?kamu yakin malam ini bisa tidur dan ga begadang lagi?"tanya zen masih dengan tatapan yang sama
Chika menatap mata zen dengan intens, jujur dirinya merinding mendengar pertanyaan zen tapi ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini tidak apa apa,ia pasti bisa karena kedepannya hak ini juga akan terjadi lebih baik terjadi sekarang kan?
"aku ga gpp,malam ini dan seterusnya aku mau kamu selalu peluk aku saat tidur, mungkin dengan itu aku ga bakal bergadang lagi kalau sekamar sama kamu"ucap chika
zen yang mendengar itu mengembangkan senyum manisnya pada chika,zen dengan berani menggenggam jemari chika dan menariknya kekamar sedangkan chika mengikuti dengan senyum yang juga ia tampilkan
sampai dikamar,zen langsung membawa chika merebahkan tubuhnya mereka dan zen kembali narik chika untuk masuk kepelukannya
"kamu mau aku melakukan ini?"tanya zen mengelus rambut chika yang bersembunyi didada nya
"i-yaa aku mau kamu selalu kayak gini"ucap chika gugup jantungnya senam dimalam hari
"kamu ga takut aku sentuh lebih?"tanya zen membuat chika mendongak menatap nya
"a-aku gpp kok zen,kalau kamu emng mau ambil hak kamu sekarang,a-aku udah siap"ucap chika yang benar benar takut
cup
"tidur udah malam,aku ga mau maksa kamu dulu,kita bakal lakuin dengan hati yang udah rileks,aku senang bisa peluk kamu kayak gini sekarang,jadi nikmati ini aja, selebihnya bisa nanti dengan kita yang benar benar siap"ucap zen setelah mengecup dahi chika
"makasih ya udah ngertiin aku zen,maaf juga karena baru sekarang "ucap chika
"gpp kan kita juga baru nikah,jadi wajar kalau kamu masih takut"ucap zen masih setia mengelus lembut rambut chika
"hmm makasih"ucap chika semakin menenggelamkan wajahnya didada zen
"tidur"ucap zen diangguki chika
perlahan mata chika mulai terpejam dan beberapa menit setelahnya terdengar dengkuran halus dari chika yang membuat zen melonggarkan pelukannya dan menatap lekat wajah damai Chika saat tidur
"aku ga mau nyentuh kamu dengan keadaan hati aku yang masih buat orang lain chik,aku bakal berusaha sebisa aku buat beralih kekamu,aku bakal berusaha melupakan marsha dan fokus sama kita,aku janji "ucap zen pelan
mendengar ucapan chika yang siap disentuh olehnya sebenarnya zen sangat ingin melakukannya,tapi hati zen berkata tidak,zen tidak ingin menyentuh chika sekarang, karena hati zen belum sepenuhnya punya chika,hati zen masih terisi oleh masa lalu yang membuatnya takut jika menyentuh chika sekarang
zeno melepas pelan kotak tubuhnya dengan chika, perlahan karena ia takut membangunkan chika, setelah terlepas zen mengambil hp dan berjalan kebalkon kamar miliknya zen duduk di bangku menatap langit yang dipenuhi oleh bintang
"shaa aku minta maaf, mungkin mulai saat ini aku bakal berusaha buat lupain kamu sha,aku mohon jangan terus muncul dipikiran aku,aku ingin melanjutkan hidup aku bersama chika,dan aku harap kamu bisa terima dan tenang disana ya"ucap zen memandang langit
dring dring
ponsel milik zen berbunyi dan zen pun melihat nama yang tertulis disana, ternyata Christy sang adik yang menghubungi nya melalui panggilan video
dedek
"Halo kokoo"seru Christy tersenyum menatap zen
"iya dekk,kok belum tidur kamu?"tanya zeno
"Belum ngantuk ko,dedek kangen bgt sama Koko"ucap christy cemberut
"sabar ya dedekku,kan ga lama lagi koko pulang"ucap zen tersenyum
"iyaa dehh,kak chika nya mana ko?"tanya christy
"udah tidur dek"ucap zeno
"Koko kenapa belum tidur?"ucap christy
"sama koko juga belum ngantuk,koko masih duduk dibalkon"ucap zeno
"suka bgttt dibalkon, nanti masuk angin koko kalau kelamaan disanaa, mending sekarang Koko masuk kekamar "ucap christy dengan nada marahnya
"serem ih matanya, sebentar lagi koko masuk,tapi koko mau disini dulu bentar "ucap zeno
"y udah deh kalau begitu, nanti kalau pulang jangan lupa beliin hadiah loh, cepetan pulang koko"ucap christy
"iyaa dedek,udah sana tidur nanti ketauan mama dimarahin jam segini belum juga tidur "ucap zeno
"okayyy,bye byeee kokooo"ucap christy mematikan sambungan nya
Setelah mendapat telfon dari Christy,zeno punya kembali masuk kedalam kamar,zeno kembali tidur disamping chika dan memeluk tubuh chika lagi
chika yang gampang terbangun saat merasakan ada gerakan ia membuka matanya melihat zen yang berusaha memeluk nya,chika pun bergerak sendiri untuk masuk kepelukan hangat zen
"kebangun maaf ya,tidur lagi tidur"ucap zen mengelus punggung chika
"Hmmm"dahem Panjang chika yang kembali tertidur
Zen juga terus mengelus Chika sampai ia juga terkantuk dan ikut tidur menyusul chikaa, keduanya tidur dengan posisi berpelukan dan hati yang sama sama tenang, akhirnya chika bisa tidur sekamar sama zeno bahkan dirinya sudah terima jika zeno memeluk bahkan menyentuhnya
****
skip pagi hari nya,chika terbangun karena sinar matahari memasuki jendela kamar chika perlahan membuka mata dan merasakan tangan kekar zeno yang kini memeluk perut nya,chika pun perlahan mengangkat tangan itu dari perutnya dan meletakkan nya dikasur
"ternyata nikah dijodohin kayak gini ga seburuk yang gue kira, dia ganteng bgt kalau tidur"ucap chika pelan sambil memandangi wajah zen
"mandi duluu dehh,hari ini kan mau jalan jalan lagi"ucap chika tersenyum ia berjalan menuju koper untuk mengambil baju lalu masuk kedalam kamar mandi
setelah hampir 15 menit dikamar mandi chika pun keluar dengan pakaian yang sudah tapi, perlahan ia berjalan mendekati zen dan membangun pria itu
"zenoo bangun,kita kan mau jalan jalan"ucap chika menggoyangkan zen
"zenn buruan bangun"ucap chika lagi
bukannya bangun zeno malah menarik tangan chika yang ada dilengannya yang membuat chika terjatuh diatas tubuh zen,zeno memeluk chika dari belakang dan menyembunyikan wajahnya dileher chika ia bisa menghirup aroma tubuh chika
"z-zen kamu ngapain,aku mau pergi main ayo bangun"ucap chika gugup terlebih lagi ia bisa merasakan nafas hangat zen yang ada dileher nya
"sebentar chik,aku perlu ngisi tenaga"ucap zen semakin mendusel dileher chika
"geli zen"ucap chika menggeliat berusaha lepas
"diam chika"bisik zen tepat ditelinga chika yang membuat chika akhirnya diam
Bersambung...............
![nikah karena wasiat [chikzee]](https://img.wattpad.com/cover/377785313-64-k918151.jpg)