Bab 36: Found It

346 61 6
                                        

"Jadi, hari ini adalah hari pelantikannya?"

Renjun menganggukkan kepalanya sambil memperbaiki letak dasinya. Dia sedang melakukan panggilan video dengan Chenle. Temannya yang ada di China itu, memberitahu Renjun bahwa hari ini dia akan mulai sibuk dengan urusan di perusahaan karena Tuan Zhong sudah mengumumkan kalau perusahaan mereka akan dikendalikan oleh Chenle.

"Semua anggota Keluarga Lee akan ada di sana. Mereka harus menerima semua keputusan Harabeoji" jelas Renjun yang sekarang sedang memasangkan jas nya.

"Dan sepertinya kau tidak bisa bersantai seperti sebelumnya Chenle. Tanggung jawabmu semakin besar" nasihat Renjun ke Chenle yang mendengarkannya sambil menguap lebar.

Bukan tersinggung, Renjun justru tertawa kecil melihat Chenle langsung menguap malas setelah mendengarkan nasihat dari Renjun.

Renjun pun meraih satu botol parfum yang ada di atas meja dan dia menunjukkannya ke Chenle sambil tersenyum lebar.

"Hadiah darimu" ucapnya membuat Chenle langsung tersenyum senang.

"Kau benar-benar memakainya!"

Renjun terkekeh pelan mendengar pekikan senang dari Chenle, dia pun menyemprotkan parfum itu di kedua pergelangan tangannya dan juga di belakang telinga.

"Aku suka baunya" komentar Renjun dan Chenle menganggukkan kepalanya dengan bangga.

"Aku memang sangat ahli memilih parfum."

Renjun mendengus geli mendengar kesombongan Chenle itu. Dia pun meraih ponselnya yang ia taruh di atas meja.

"Aku harus pergi, Jeno sudah menungguku" ucap Renjun yang melihat ada notifikasi pesan dari Jeno yang menyuruh Renjun untuk segera berjalan menuju halaman depan.

"Menurutmu, siapa yang akan menggantikan, Jeno?"

Renjun mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan Chenle.

"Apa maksudmu? Tentu saja Jeno yang menggantikan Jeno."

Renjun tersenyum tipis, "Bukankah lebih baik Jeno yang memimpin?"

Chenle mendengus.

"Supaya kau bisa mengendalikannya, begitu?"

Renjun menaikkan satu alisnya, anak itu tertawa kecil.

"Mana bisa aku mengendalikannya, Chenle. Jangan mengada-ada!"

"Aku ini hanya seorang anak pembantu, bagaimana bisa aku mengendalikan tuan muda?"

***

Sandara Lee menatap suaminya yang begitu santai mengenakan dasi serta jas miliknya. Hari ini adalah hari penentuan dan Lee Huinam terlihat santai meskipun saat ini semua orang begitu tegang karena takut sekali mendengar keputusan dari Lee Huisang yang akan jauh dari ekspetasi mereka masing-masing.

"Kenapa kau santai sekali?" tanya Sandara ke Huinam yang tersenyum lembut ke istrinya.

"Memangnya aku harus bagaimana, hm?" ucap Huinam yang berjalan mendekati istrinya lalu mencium kening sang istri.

"Apa kau tidak cemas dengan keputusan Abeoji? Bisa saja dia menjadikan Ji-"

Huinam menggelengkan kepalanya.

"Sandara-ya, Abeoji bukan lah orang yang sembrono, dia tahu siapa yang lebih cocok untuk menjadi pemimpin."

"Mark?" ucap Sandara sambil menatap suaminya dengan penuh harap.

[FF NCT DREAM] The Rotten AppleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang