17. Gak jadi pulang

14 1 0
                                        

Kemarin malam, Calvin memberi kabar pada Valerie bahwa ia akan pulang besok. Mendengar hal itu ia begitu senang, rasanya tidak sabar menyambut kedatangan sang kekasih yang sudah lama ia tunggu-tunggu.

"Besok apa aku jemput aja di di bandara ya?" Ucapnya sambil memeluki boneka pemberia dari  Calvin waktu itu.

Sebelum tidur, gadis itu mengirimkan pesan singkat pada Calvin. Hingga ia terlelap dalam tidurnya.

Valerie sengaja bangun pagi untuk menjemput sang kekasih. Namun, balasan dari Calvin membuat wajahnya cemberut.

Calyu (Calvinnya aku)

Sayang, aku gak jadi pulang hari ini

Kenapa?

Kata atasnya aku, ada projek yang belum selesai, jadi harus diselesaikan hari ini juga. Kamu sabar ya nungguin aku pulang

Padahal aku udah kangen banget loh sama kamu

Sabar ya sayang, aku pasti pulang kok

Hm, ya udah deh kalo gitu

Mood-nya berantakan, ia sudah malas membalas pesan Calvin lagi. Bahkan ia tidak jadi mandi, gadis itu malah melemparkan handuknya ke sembarang tempat. "Ngebet'in banget sih, Calvin. Padahal aku udah kangen banget sama dia."

Sedangkan di sana, Calvin tidak benar-benar sibuk. Ia tengah asik berbincang dengan seorang cewek sepantaran dengan dirinya. Obrolan mereka sepertinya sangat asik.

"Kapan kamu ajak aku?"

"Nanti ya, sekarang belum waktunya."

Sekilas obrolan mereka seperti itu, entah apa yang mereka bahas. Pembahasan keduanya seperti sangat serius, tapi tentang apa ya? Pekerjaan kah atau hal lain?

Selama ia kerja di luar kota, Calvin tidak sendirian. Ada seorang gadis yang menemani hari-harinya. Belum diketahui siapa gadis itu.

Mereka berdua benar-benar terlihat sangat akrab, bahkan seksali keduanya melempar candaan.

Berbeda saat bersama Valerie. Calvin tidak pernah tertawa sebahagia itu. Siapa sebenarnya gadis itu?  Apakah keduanya ada hubungan?

Ketika sedang asik, deru ponsel Calvin berdering. Itu panggilan dari sang mamah.

"Hallo, Cal. Kamu jadi pulang hari ini?"

"Gak jadi, Mah. Masih ada projek di sini."

"Kamu jangan lama-lama dong, kasian loh pacar kamu. Pasti dia kangen banget sama kamu."

"Iya, aku tau, Mah. Tadi aku udah ngabarin dia kok, kalo aku gak jadi pulang."

"Ya udah kalo gitu. Jaga diri kamu baik-baik ya di sana, ingat jangan ingkar janji sama pacar kamu, apalagi sampai kamu sakitin hatinya. Dia gadis yang baik, menyenangkan pula."

"Iya, Mamah. Udah dulu ya, aku mau lanjut miting."

"Oke, bye sayang."

"Bye, Mah."

Panggilan itu selesai, Calvin kembali ke tempat duduknya. Baru saja mendaratkan bokoknya, sebuah pertanyaan mengantam dirinya. "Itu tadi mamah kamu?"

Janji Palsu  (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang