si culun : 21

2K 118 28
                                        

Christiyan menatap pantulan dirinya pada cermin besar di hadapannya. lingkaran hitam dibawah mata, tatapan lelah karena kurang tidur, serta ekspresi yg sama sekali tidak menunjukkan gairah hidup. bohong jika selama ini christiyan adalah anak yg ceria, bohong jika selama ini christiyan adalah anak yg selalu baik-baik saja. selama ini christiyan menyimpan banyak sekali dendam, bahkan banyak sekali luka. bahkan zareev pun tidak tau, dendam dan luka apa yg sedang berada pada tubuh christiyan. christiyan mengusap kedua matanya, lalu mengelus lembut kantong mata miliknya

Padahal pagi hari ini matahari muncul dengan begitu cerahnya, tak ada sedikitpun awan hitam yg menghalangi atau lebih tepatnya mungkin semua awan mendung itu sedang berkumpul di jiwa christiyan yg malang, christiyan mulai membasuh wajahnya dengan air yg mengalir deras. setelah itu christiyan berjalan keluar dari toilet

Sekolah ini begitu sepi jika sore, christiyan hanya melihat beberapa siswa/i yg berjalan ke sana kemari hendak untuk pulang. atau bahkan christiyan melihat seseorang siswa/i yg masih duduk sendirian di dalam kelas, christiyan berjalan santai ke belakang sekolah. sambil bersiul, christiyan berjalan melewati sebuah ruangan terbengkalai di sekolah SMA xaverius ini, sepertinya itu gudang? christiyan berjalan mendekati gudang itu sambil mengendap-endap. hingga christiyan berhenti tepat di depan pintu gudang itu. dari dalam, christiyan bisa mendengar suara bentakan, tamparan bahkan pukulan. christiyan bisa menebak siapa orang yg sedang berada di dalam sana

Ya.. siapa lagi jika bukan zareev? selama ini christiyan selalu melihat zareev di bully, di manapun tempat zareev di bully, christiyan dkk selalu berada di sana. hanya saja, saat teman-teman yg lainnya hendak menolong zareev. dengan cepat christiyan menahan mereka dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu, reva dan yg lainnya sempat memberontak dengan larangan christiyan. tetapi saat mendapat tatapan yg tak enak dari christiyan, mereka langsung mengangguk dan terpaksa meninggalkan zareev yg sedang di bully

"mau lo apa muthe? setiap pulang sekolah, lo selalu aja nge-bully gua. gua salah apa sama lo?"

"oh sekarang elo udah berani ya sama gue?"

"mand, dir. udah gas aja"

Christiyan mengelus dadanya perlahan, crhistiyan sebenarnya tahu bahwa zareev setiap pulang sekolah itu selalu di bully. seperti saat ini contohnya, zareev selalu saja pulang telat. kadang zareev pulang sekolah hanya berjalan kaki, tanpa menaiki bus, karena zareev sudah ketinggalan bus. christiyan berjalan meninggalkan gudang itu dengan cepat, christiyan berjalan kembali ke toilet dengan nafas yg membara

Setelah mendapatkan jawaban dari muthe membuat christiyan tersenyum senang, christiyan mulai menyimpan handphone miliknya lalu mulai merapikan pakaiannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah mendapatkan jawaban dari muthe membuat christiyan tersenyum senang, christiyan mulai menyimpan handphone miliknya lalu mulai merapikan pakaiannya. tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, perhatian christiyan pun langsung teralihkan. christiyan tersenyum lebar saat melihat muthe yg sedang mengatur nafasnya di ambang pintu toilet, dengan langkah pelannya christiyan mendekati muthe

"hai.." suara lembut milik christiyan langsung memasuki indra pendengaran muthe

"iya" ucap muthe

"mau ngomongin apa?" lanjut muthe, muthe sedikit memajukan tubuhnya

si culun || zeeshaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang