si culun: 35

2.7K 145 49
                                        

Malam itu, adalah puncak dari segala harapan sederhana yg telah lama di impikan oleh rachel. suara gelak tawa dari sepuluh anak remaja masih menggema sejak tadi, dengan raut wajah yg memancarkan kegembiraan

Memang sejak tadi, mereka sedang merayakan hari ulang tahunnya rachel. bahkan rachel tidak menyangka, bahwa teman-temannya akan menyiapkan suprise yg begitu jauh dari ekspetasi-nya (jauh lebih bagus)

"makasih ya semuanya" ucap rachel di sela-sela aktivitas mereka semua. bahkan mata rachel mulai berkaca-kaca, di tambah lagi saat rachel melihat teman-temannya yg tersenyum manis ke arahnya

"makasih banyak karena udah susah-susah ngelakuin ini" ucap rachel tulus

"santai aja kali cel, kaya sama siapa aja" ucap jeolla sambil memainkan mengotak atik kamera milik christiyan

"suka ga?" tanya reva

"banget.. makasih ya semuanya, sekali lagi makasih" ucap rachel

"iya-iya, udah jangan makasih mulu. sini dah, kita nyalain kembang api" celetuk christiyan yg baru saja datang sambil mengangkat sebuah kardus

"main kembang api mah, seharusnya pas tahun baru kemaren" ucap daniel

"gapapa elah, kan tahun baru kemaren kita kaga bareng. mainnya sekarang aja" balas christiyan

Tak lama setelah itu, zareev mulai mengambil satu kembang api dari dalam kardus dan mulai merogoh saku celananya untuk mengambil korek api

"jir ko lu punya korek? ngerokok lu ya?" ucap flora memancing, seketika teman-temannya yg sedang berada di sana pun langsung menatap ke arah zareev

"g-ga jir, fitnah" elak zareev

"eis itu buktinya, menurut gue ya. mana ada orang yg bawa korek api ka_"

"kamu seriusan ngerokok zee?" marsha akhirnya membuka suara

"hayo, ngerokok lu ya?" reva ikut memancing

"gada cok.. gua ga ngerokok, mana mungkin gua kaya gitu" elak zareev, lalu menelan salivanya pelan

"oke kalau gitu, jangan panik lah mukanya. santai aja kali" celetuk christiyan

"ck, siapa yg bilang kalau aku panik?" tanya zareev tak terima

"kaga ada yg bilang, tapi muka kau keliatan bet paniknya" ucap christiyan

"ga panik, muka aku kan biasanya emang kaya gini" elak zareev

"halah gamau ngaku, bilang aja takut ketauan" ucap christiyan dengan nada meremehkan

"apa kau bilang? ketahuan? ketahuan apa hah? ngerokok? gada aku ngerokok" elak zareev

Zareev dan christiyan terus saja berdebat, bahkan suara perdebatan mereka semakin lama semakin keras. bahkan wajah mereka mulai memanas dan tak ada yg ingin mengalah satu sama lain, tangannya terlihat mulai mengepal erat, dan bersiap-siap akan memukul tubuh orang yg sedang berada di hadapannya

"WOI KEMBAR, STOP DEBAT ATAU GUE LEDAKIN TEMEN-TEMEN YG LAIN. SEKARANG!!" ancam jeolla dari kejauhan, dengan kembang api yg sudah di arahkan ke arah teman-temannya yg sedang berkumpul. rachel dan kathrina jadi bergidik ngeri saat mendengar ancaman itu keluar dari mulut jeolla

Mendengar ancaman jeolla, zareev dan christiyan sontak berhenti. mereka berdua akhirnya sadar dengan apa yg telah terjadi di antara mereka. mereka berdua hampir saja merusak acara kebersamaannya ini, dan mereka berdua hampir saja saling baku hantam. tak lama setelah itu, zareev langsung mendekap erat tubuh sang adik

"sorry" ucap zareev

"GILIRAN GITU AJA, INSAF LU" teriak kathrina, tak lupa kathrina menghela nafas lega. karena akhirnya jeolla tidak meledakkan dirinya, huhh. jika itu sampai terjadi, tamatlah riwayat kathrina, kathrina tidak ingin mati muda

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

si culun || zeeshaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang