Siang itu semua orang yg berada di dalam rumah cahyo sedang berkumpul di meja makan, mereka akan melaksanakan makan siangnya dengan bersama-sama, tetapi mereka berkumpul tanpa adanya chika dan christiyan. zareev sedikit lesu karena tidak ada christiyan dan juga chika di meja makan itu, tetapi tak apa.
Terlihat begitu harmonis, meja makan siang itu di penuhi oleh canda dan tawa. celetukan-celetukan dari jeolla yg tidak ada hentinya, dan kathrina yg kesabarannya setipis tisu saat bersama jeolla. membuat stella, cahyo dan yg lainnya tertawa lepas bahkan zareev terlihat sangat bahagia siang ini
"kalian kapan balik ke jakarta?" tanya dea, memotong celetukan jeolla. dengan sesekali melirik ke arah zareev dan yg lainnya
Zareev dkk yg sedang tertawa, saat mendengar pertanyaan dari dea itu reflek terdiam. apa maksud dea menanyakan hal itu? apakah dia tidak nyaman dengan keberadaan zareev dkk, lalu dengan seenaknya dea menyuruh mereka semua untuk pulang? cih, apa-apaan ini maksudnya
"em" dea merasa sangat canggung sekali saat itu, apakah pertanyaan-nya itu salah? dea hanya ingin ikut nimbrung dalam pembicaraan zareev dkk
Karena ia mendapatkan tatapan tak suka dari teman-teman zareev, ralat, teman-teman zareev tidak menatapnya seperti itu, hanya saja dea yg merasa. suasana di meja makan menjadi sangat hening akibat dari perkataan dea yg seenaknya tadi, zareev mengepalkan tangannya, ingin memukul dea saat itu. entah apa salah dea pada dirinya, tapi yg pasti zareev hanya ingin memukul dea saja, tidak lebih
Dan satu lagi, mengapa dea menginap di rumah oma dan oppa zareev selama ini? cih, liburan zareev dkk jadi terganggu. setelah berpikir beberapa lama, zareev akhirnya kembali melahap makanannya dengan tergesa-gesa. zareev ingin meninggalkan meja makan itu dengan cepat, sungguh tak nyaman rasanya berada di meja makan yg sama dengan orang menyebalkan dan sangat tidak tau sopan santun
"gua selesai" ucap zareev mendorong piringnya, lalu meneguk air minumnya dan setelah itu zareev berlari menuju taman belakang
Tak lama setelah itu, marsha pun ikut mendorong piringnya dan meneguk air minumnya. sama persis seperti yg zareev lakukan
"permisi, oma oppa" ucap marsha sedikit menunduk lalu berlari mengikuti zareev
Satu persatu teman zareev pun mulai melakukan hal yg sama, tetapi berbeda dengan daniel. daniel menarik paksa baju jeolla sehingga jeolla terdiam dan tak bisa bergerak
"apaansi?" tanya jeolla dengan pelan
"tungguin gue plis, tenggorokan gue sakit, banyak makanan yg belum ketelen. plis tungguin gue la" mohon daniel lalu dengan cepat daniel kembali memasukkan sisa nasi dan laut ke dalam mulutnya
Tak menunggu waktu lama. setelah semua makanan itu masuk ke dalam tenggorokannya, dengan cepat daniel langsung meneguk segelas air sehingga semua makanan yg terhambat do tenggorokannya tadi jadi masuk ke dalam perutnya dengan lancar
"hahhh akhirnya, oma oppa, kita ke belakang dulu ya" pamit jeolla sambil menarik tangan daniel. cahyo dan stella hanya mengangguk lalu tersenyum
Di taman belakang, zareev dkk terlihat sedang duduk di sebuah tempat yg memang sudah si siapkan untuk zareev dan christiyan bermain saat kecil. mereka semua duduk melingkar sambil menatap satu sama lain, berbicara melalui mata
"dea itu cucu oma oppa lo bukan sih?" tanya kathrina kesal
"bukan. kan udah gua bilang kemaren, kalau dia itu ga ada hubungan darah sama keluarga gua" ucap zareev kesal
"terus kenapa dia ada di rumah lu terus? muak banget gue liatnya, walaupun baru 2 hari ini" ucap jeolla di akhiri dengan decihan
"gatau, tiba-tiba datang sendiri. terus nginep, terus sok asik" ucap zareev malas
KAMU SEDANG MEMBACA
si culun || zeesha
Random"kalau kamu ga suka sama aku, aku bakalan nunggu sampai kamu suka sama aku sha" zareev fiksi 100%
