Dua buah mobil berwarna hitam, berhenti tepat di sebuah rumah yg bisa di bilang cukup besar. merasa bahwa rumah itu adalah rumah yg mereka tuju, marsha langsung menepuk pipi zareev dengan pelan. guna membangunkan zareev, merasakan tepukan itu. zareev langsung tersadar dan mulai mengejapkan matanya beberapa kali, setelah itu zareev duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawanya dan meregangkan badannya
"kita udah sampe" ucap marsha
Zareev mengangguk. zareev mulai mengambil kopernya dan turun dari mobil, tak lupa zareev memberikan ongkos kepada supir taksi itu. setelah itu zareev menggandeng tangan marsha, mereka berjalan mendekati christiyan dan chika yg sedang berdiri tak jauh dari mereka
"kaga ada yg ketinggalan?" tanya chika
"gada, dah ayo masuk" ajak zareev
Christiyan dan yg lainnya mulai menarik kopernya masing-masing, berjalan mengikuti langkah zareev. marsha dan chika melihat-lihat sekeliling rumah itu, hingga mereka berhenti seketika, karena zareev juga berhenti dengan tiba-tiba
ting.. tongg
Zareev menekan tombol bell yg berada di samping pintu, dari dalam zareev bisa mendengar suara seseorang yg sedang berlari mendekati pintu sambil mengucapkan sesuatu. tetapi zareev dan yg lainnya tidak bisa mendengar ucapan itu dengan jelas
ceklek
Pintu terbuka, dan terlihat lah seorang wanita dengan tubuh yg lumayan pendek. wanita itu menatap bingung ke arah zareev dan yg lainnya, zareev tersenyum ramah lalu sedikit membungkuk
"maaf, mau cari siapa ya?" tanya wanita itu
"ini benar, rumahnya oppa cahyo?" tanya zareev
"iya benar, ada apa ya?" tanya wanita itu
"saya mau ketemu sama oppa cahyo, atau ga oma stella" ucap zareev tersenyum
"oh iya, tunggu sebentar yah. saya panggilkan dulu" ucap wanita itu sedikit membungkuk
Zareev dan yg lainnya langsung mengangguk, tanpa menutup pintu, wanita itu berlari masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga
"siyi mii kitimi simi ippi cihyi, tinggal bilang. kita cucunya, mau nginep di sini. gitu aja apa susahnya" ucap crhistiyan
"ya tapi kalau orang itu ga percaya gimana?" tanya zareev
"ya tinggal tendang aja" ucap christiyan enteng
"buset" celetuk chika
Tak menunggu waktu lama, seorang wanita tadi terlihat sedang berjalan menuruni anak tangga. di ikuti oleh dua sepasang kekasih di belakangnya, sambil menggandeng tangan satu sama lain dan senyuman yg tak luntur dari wajahnya
"ini dia nyonya, tuan" ucap wanita itu
"hai oma, oppa" sapa zareev sambil tersenyum
"kamu siapa?" tanya orang yg di panggil oppa oleh zareev
deg
"OPPA AKU TIYAN ANAKNYA GRACIA" teriak christiyan lalu menubruk tubuh cahyo
"tiyann, udah lama banget kamu ga kesini. kamu udah besar aja yah" ucap stella, sambil mengelus rambut christiyan
"ko kalian kenal toya? giliran aku ga kenal.." ucap zareev malas
"loh kamu zee ya? utututu sini cucu oma" ucap stella sambil merentangkan kedua tangannya, dengan senang hati zareev langsung memeluk sang oma
"kamu pake kacamata udah kaya orang pintar aja, oma sama oppa hampir aja ga kenal sama kamu" ucap cahyo
"aku kan emang pintarrr" ucao zareev dengan tengil
KAMU SEDANG MEMBACA
si culun || zeesha
De Todo"kalau kamu ga suka sama aku, aku bakalan nunggu sampai kamu suka sama aku sha" zareev fiksi 100%
