si culun : 17

1.7K 109 27
                                        

Di sebuah ruangan bernuansa putih, terlihat seseorang yg sedang terbaring di ranjang dengan lemas, dia adalah christiyan. dengan mata yg masih setia tertutup, kedua tangan christiyan di letakkan di atas dada. zareev mengusap rambutnya frustasi, mengapa ia begitu ceroboh. zareev mengusap dadanya, berusaha untuk tetap kuat dan fokus pada laki-laki berjubah putih di hadapannya

"kalau gitu saya keluar dulu, mari" ucap dokter, lalu berjalan keluar dari ruangan

Setelah mendengar penjelasan dokter, membuat zareev emosi. zareev memukul-mukul tembok guna melupakan emosinya, ia berjanji tidak akan memaafkan anin. ia akan membalas semua perbuatan anin suatu hari nanti. arkhava duduk termenung, dia tidak memungkiri kalau kehidupan sean seperti ini. bahkan bukan hanya sean yg tersiksa, anak-anaknya pun ikut tersiksa

ceklek

Pintu terbuka dengan kasar, seseorang berlari memasuki ruangan tempat christiyan di rawat. dengan nafas tersengal ia berdiri di hadapan christiyan yg masih terbaring lemas, christiyan masih belum sadar. entah apa yg di lakukan oleh anin pada christiyan

"zee, tiyan kenapa. dia kenapa bisa jadi kaya begini zee" lirihnya

orang itu begitu sedih melihat christiyan yg biasanya selalu ceria dan menemaninya menjadi seperti sekarang. tidak ceria dan terbaring lemas

"ka chika.." lirih zareev

Tanpa basa basi dan tidak peduli dengan keadaan arkhava dan marsha. zareev langsung menubruk tubuh chika dengan pelukan, chika membalas pelukan zareev sambil mengelus punggungnya

"maafin aku ka, aku ceroboh. aku gabisa jagain toya, aku ninggalin dia di rumah sama ibu" ucap zareev mencoba menahan air matanya

"sabar marsha, its okay. tetapi tenang, slay dan anggunly" batin marsha memejamkan matanya

"jadi ini semua ulah ibu tiri kamu itu?" tanya chika emosi, zareev mengangguk.

Setelah itu mereka mulai melepaskan pelukannya, chika berjalan mendekati ranjang. dengan hati-hati chika mengelus kepala christiyan, zareev menatap sendu ke arah dua orang itu. zareev mendudukan dirinya di sofa, samping marsha. zareev masih setia menatap ke arah chika dan christiyan

"marsha papi pergi duluan ya, ada urusan mendadak" ucap arkhava, arkhava bangkit lalu mencium pucuk kepala marsha dan mengelus rambut marsha

"iya papi, hati-hati ya" ucap marsha tersenyum, arkhava mengangguk tak lupa arkhava berpamitan pada zareev dan chika. lalu mulai berjalan meninggalkan ruangan itu

Marsha masih setia duduk di sofa, tanpa mengeluarkan suara. sedangkan zareev mengusap kasar wajahnya, chika masih setia berada di samping christiyan, chika menggenggam tangan christiyan. zareev bisa melihat kekhawatiran yg terpancar pada wajah chika

Zareev berdiri lalu berjalan mendekati chika, zareev mengelus sedikit puncuk kepala chika. chika akhirnya tersadar dan mengangkat kepalanya untuk menatap zareev

"udah makan? datang ke sini sama siapa?" tanya zareev

"udah tadi di rumah, aku juga bawain kalian makanan. aku datang ke sini pake mobil kamu, hehe" ucap chika di akhiri dengan kekehan, zareev hanya menggelengkan kepalanya dan mengacak rambut chika

"ini bule siapanya zareev sih sebenarnya, gue liat-liat sweet banget" batin marsha menatap tajam ke arah zareev dan chika

"udah makan belum??" lanjut chika

Zareev akhirnya baru tersadar. ia dengan segera menatap ke arah marsha yg masih memakai pakaian rumahnya, bahkan dirinya juga memakai pakaian rumahan. pakaian marsha sangat kurang bahan, marsha pasti kedinginan. apalagi ini sudah malam, di tambah lagi mereka berdua belum makan dari tadi sepulang sekolah

si culun || zeeshaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang