si culun : 29

1.8K 122 15
                                        

Siang hari itu, zareev dan yg lainnya menghabiskan waktunya di dalam ruangan billiard milik sang oppa. christiyan terlihat masih tetap berusaha untuk mengalahkan zareev, sedangkan zareev? ia terlihat sudah menguap. karena lawannya terlalu noob

"aelah udahan lah, ngantuk nih. lawannya ga sepadan" ucap zareev

"halah, ga sepadan apa. sama reva aja kalah kamu" ucap christiyan

"kalah cuma sekali, itupun gua lagi lalai sama ngantuk" ucap zareev

"iyalah tuh" ucap christiyan

"ges jalan-jalan yok? bosen banget" ajak chika

"gas, kita ganti baju dulu. nanti kalau udah selesai, kumpul di depan tangga ya" ucap zareev

"deal" ucap mereka berempat serentak

Setelah itu mereka mulai berjalan keluar dari ruangan tempat bermain billiard itu, dan mulai ke kamarnya masing-masing. di dalam kamar itu, mereka memasuki toilet bergantian untuk mengganti pakaiannya. zareev saat ini sudah terlihat rapi, dan sekarang ia hanya harus menunggu marsha yg sedang memakai make up dengan tenang

"aku tunggu di luar ya sha? btw kamu cantik" ucap zareev lalu menutup pintu

Melihat kelakuan zareev membuat pipi marsha sedikit memerah, di luar kamar. zareev di kagetkan dengan keberadaan dea tepat di depan wajahnya, zareev mengusap dadanya pelan lalu membuang mukanya

"maaf, aku tadi cuma lewat. gada maksud buat ngintipin kalian" ucap dea

"ya" ucap zareev lalu memperbaiki posisi kacamatanya

Sangat canggung sekali, antara zareev yg sama sekali tidak mengenali dea. atau dea yg sedih akibat zareev tidak mengingat dirinya, hingga beberapa lama berada dalam situasi canggung itu. atensi mereka teralihkan oleh marsha yg baru saja keluar dari kamar

ceklek

"udah sha?" ucap zareev

"he'emmmm" ucap marsha lalu tersenyum

"kita duluan" ucap zareev berpamitan pada dea

"iyaa, z- iyaa" ucap dea

Jujur saja, dari lubuk hati yg paling dalam. dea tadi ingin menambah nama zii di belakangnya, tetapi ia takut zareev akan risih dengan panggilannya itu jadi iya memutuskan untuk tidak memanggil zareev dengan panggilan itu lagi. zareev mendekati marsha lalu memegang tangan marsha, mereka berdua menuruni anak tangga dengan perlahan. di belakang mereka terlihat dea juga sedang berjalan menuruni anak tangga sambil memegang sebuah kotak

"akhirnya turun juga kalian, kita udah nungguin dari tadi juga" ucap christiyan sambil melihat ke arah jam tangannya

"sabar lah" ucap zareev

"udah sekarang kita jalan-jalannya pake kaki atau kendaraan?" tanya zareev

"kaki" ucap marsha dan chika kompak

"okayy, berarti kita keliling komplek dulu ya. nanti sore kita ke braga" ucap zareev, marsha mengangguk antusias

"oma kita pergi dulu ya" pamit zareev dan yg lainnya, stella mengangguk

Zareev, christiyan, marsha dan chika mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah. baru beberapa langkah, mereka langsung mendengar suara helaan nafas christiyan yg begitu panjang

"hehehe, lagi menikmati udara bandung" ucap christiyan sambil menunjukan tangannya berbentuk '✌🏻'

Mereka bertiga menggelengkan kepalanya, mereka berjalan keluar dari halaman rumah stella dan cahyo. sambil tertawa dan sesekali berlari, mereka mengelilingi komplek dengan hati yg sangat tidak bisa di utarakan. zareev menggandeng tangan marsha lalu mengajaknya untuk berlari ke suatu taman yg di penuhi oleh rerumputan dan ada dua ayunan di sana

si culun || zeeshaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang