#PrillyPOV
Aku memejamkan mataku. Rasanya dadaku kembali nyeri bercampur senang ketika mengingat Ali berada tak jauh dariku kini. Tapi dia sama sekali tak berniat pulang ke indonesia untuk memberi ku kepastian.
Haha, Prilly. Kau pikir kau siapa? Ali tidak pernah sama sekali menembakmu bukan? Kau bukan apa-apa baginya. Selama ini kau hanya seorang benalu untuknya. Semua tentang Pelangi dalam hidupnya sudah tergantikan. Kau sendiri yang seharusnya menyadari itu.... Dia tidaj mungkin mencari pelangi di dalam dirimu..
Tapi,
Apa salah jika aku yang mencari pelangiku sendiri?
Salahkah aku?
Mengapa semua harus selalu aku. Selalu aku yang merasa kesepian. Selalu aku yang merasa terlalu bodoh. Dan mengapa selalu aku yang merasakan cinta ini sendirian. Mengapa?
*****
"Lo ikut gue ya Prill, ke Pesta pernikahan Sepupu gue," ujar Mahar padaku. Aku hanya mengangguk sekilas. Mahar pasti tau. Aku sedang tidak dalam mood-untuk melakukan hal yang cenderung ke arah jalan-jalan atau sekedar menatap orang berlalu dengan wajah bahagia merona mereka.
"Yauda, nih tadi gue beliin lo Dress merah." Ujar Mahar memberi ku sebuah Dress panjang berwarna merah darah yang membuat ku jatuh cinta seketika. Aku menatapnya tak percaya.
"Bagus banget har, gak seharusnya.." Ujar Ku dengan nada sedih. Mahar terlalu baik selama ini. Aku tau aku menyedihkan.. Mahar harus mendapatkan kebahagian lain. Semua perempuan mengira bahwa aku kekasihnya dan tak ada yang berani mendekati Mahar. Mahar sendiri selalu bersikap cuek.
"Hey Prill, listen to me. Gue sayang sama lo. You are like a sister to me. I have too make you happy. Kayak apa yang seharusnya gue lakuin." Ujar Mahar. Mahar menarikku kepelukannya.
"Lo gak boleh berpikiran kalau gue kasian sama lo, gue sayang Prill sama lo. Rasa sayang gue buat lo karena gue mau jagain lo. Jagain lo sampe lo bahagia dan ngejar semua yang lo pengen. Lo tau gue sayang sama icha, lo tau gue gabakal lirik cewek lain. No one never seems understand like icha and you." Lanjut Mahar sambil menutup kedua matanya. Aku selalu Mengigat cerita kenangannya mahar bersama gadis-tomboy kesukaannya, Icha.
"Thanks Har, i'm sorry, gue selalu ngerepotin lo." Ujarku lirih. Mahar hanya tersenyum lembut.
****
#AuthorPOV
"Aduh Har, ngga pede gue." Ujar Prilly sambil memutar-mutarkan tubuhnya didepan Kaca menlihat penampilannya dengan dress merah panjang pemberian Mahar. "Are you kidding me, Prilly? You look so pretty with that dress. C'mon!" Canda mahar dengan kekehannya. Prilly memutar bola matanya jengah.
Ia tampak cantik dengan dress merah darah dan rambutnya yang digulung keatas dan menampakan leher mulus gadis itu. Mahar tau, Prilly tidak menyukai dress pendek atau dress yang menampakan tubuh nya dengan lekat. Gadis itu cenderung menutup auratnya.
Dan Mahar bangga akan gadis itu.
"Yaudah, yuk!" Ajak mahar. Keduanya bergegas ke tempat tujuan mereka yaitue Eifell Dustch Hotel. Tempat resepsi pernikahan sepupu Mahar.
Ketika keduanya sampai. Prilly mengandeng lengan Mahar dengan erat. Pasalnya entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Gadis itu menunduk dalam-dalam. Lagi-lagi ia mengigat Ali.
Apa masih pantas Prilly mengigat Ali? Dalam hatinya ia selalu terluka akan itu. Tapi hatinya juga memilih untuk selalu menjadi pelangi untuk Ali apapun keadaanya. Walaupun masalah keluarga nya yang begitu rumit. Persahabatan orang tua mereka yang membuat keduanya harus menerima semua kenyataannya. Kenyataan pahit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rainbow Love
FanfictionPrilly Lanabie, Gadis ceria dengan hidupnya yang begitu serupa dengan warna Pelangi, Sempurna. Membawa Seorang Ali Zeefand yang hidupnya seperti Awan gelap dipenuhi hujan, kedalam hidup Pelanginya. "Kenapa lo bawa gue ke hidup lo yang seperti pela...
