Welcome!
This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!
Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]
ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ֢
Galen melepas kacamatanya perlahan, meletakkannya di atas meja terdekat dengan satu gerakan halus—seolah benda itu menjadi penghalang satu-satunya antara dirinya dan surga yang kini berada dalam pelukannya. Matanya tak pernah lepas dari wajah Ainsley, yang kini begitu dekat, begitu menggoda dalam siluet cahaya senja.
Tangannya melingkari pinggang wanita itu, menarik Ainsley lebih dekat, lebih dalam ke dadanya. Dan begitu bibir mereka kembali bertaut, tak ada lagi ruang untuk keraguan.
Ciuman mereka kali ini bukan sekadar penyatuan bibir, tapi juga pelepasan rindu yang tak terucap. Hangat, basah, penuh rasa… dan tak sedikit pun mereka berniat memperlambatnya.
Ainsley membalas dengan ciuman yang tak kalah dalam. Kedua lengannya melingkar erat di leher Galen, seolah berpegangan pada satu-satunya hal yang mampu membuatnya tetap berdiri. Nafasnya tercekat, detak jantungnya berpacu tak karuan, dan dunia seolah mengecil—menyisakan hanya mereka berdua di ruang waktu yang berhenti berdetak.
Suara kecepak basah menggema lembut di antara dinding-dinding ruang tengah. Matahari baru saja merunduk di balik cakrawala, menyisakan cahaya jingga keemasan yang masuk melalui jendela, menari di kulit mereka.
Di luar ruangan, beberapa pelayan yang masih berlalu lalang segera menunduk dan mempercepat langkah, memberikan privasi tak terucap bagi tuan dan nyonya mereka yang tampaknya, tengah terhanyut dalam pusaran hasrat dan cinta yang tak bisa ditahan lebih lama lagi.
Tak ada kata. Hanya desahan pelan, sentuhan yang menyatu, dan ciuman yang seolah mengukir janji tak terlihat—bahwa malam ini… adalah milik mereka sepenuhnya. Malam yang hangat, memabukkan, dan menjadi awal dari kisah cinta yang kembali ditulis, kali ini tanpa luka… hanya penuh penghayatan.
Perlahan, tautan bibir mereka terlepas—menyisakan jejak lembap yang masih terasa di antara napas keduanya yang memburu. Galen menatap Ainsley tanpa berkedip, matanya gelap namun membara, memindai wajah wanita itu seolah menghafal tiap lekuk dan rona yang kini memerah.
Bibir Ainsley tampak sedikit bengkak, merah basah… dan entah mengapa, pemandangan itu justru membuat jantung Galen berdebar lebih keras. Dengan lembut, ibu jarinya terangkat, menyapu pelan bibir bawah Ainsley.
Sentuhan itu tampak sederhana, namun cukup untuk membuat tubuh wanita itu merinding, seperti dialiri arus listrik halus yang mengalir dari bibir ke seluruh pori-porinya.
Lalu, tanpa memperjelas maksud, Galen membawa ibu jarinya ke bibir Ainsley dan menekannya perlahan ke dalam mulut wanita itu.
Ainsley menegang seketika. Pandangannya bertemu dengan Galen—mencari penjelasan, mencari makna. Tapi pria itu hanya menatapnya dengan dalam, dan dengan suara rendah penuh serak, ia berbisik satu kata,
"Isap."
Dan seolah tersihir oleh nada itu, Ainsley mulai mengemut ibu jari Galen perlahan. Gerakannya lembut, menggodanya seperti permen lolipop mahal yang hanya ia miliki. Lidahnya menyentuh kulit pria itu, menelusuri lekuk ibu jari yang kini berada di antara bibirnya, dan Galen merasakan sensasi yang membakar. Nafasnya tercekat, tubuhnya tegang… bagian terdalam dirinya sudah mulai menuntut lebih.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSE OR GET YOU
Romance[SEQUEL FADED DESIRE] [BARNABY SERIES II] Tiga tahun lalu, Ainsley Lysander menandatangani surat perceraian dengan tangan gemetar dan hati yang hancur. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan cinta yang menghanguskan sekaligus luka yang tak kunjung sem...
