<( ̄︶ ̄)>
( ꈍᴗꈍ) ~ Vote dan komen ~ (◕ᴗ◕✿)
.
.
.
Happy reading!
~~~~~~
~ ✧◝(⁰▿⁰)◜✧ ~
"
Tuan, gawat! Ada masalah serius."
Melihat sekretaris pribadinya, Delilah berlari dengan wajah panik, membuat Thunder langsung memusatkan perhatian.
"Ada apa?"
"Itu, Nyonya Mackenzie-"
"Dia tidak akan membuat masalah. Diamlah! Aku tidak ada waktu untuk mengurusinya sekarang. Yang terpenting sekarang adalah pertemuan dengan kolega setelah ini. Persiapkan dirimu dan jangan membuang waktuku!"
"Tapi-"
Bibir Delilah langsung terkatup saat Thunder melempar tatapan tajam tak terbantah. Menurutnya, berita ini terlalu besar. Ia ingin menurut, tetapi saat ia hendak berbalik, Delilah pikir ia tidak bisa untuk tidak mengatakan ini. Maka dari itu, alih-alih angkat suara, Delilah malah berjalan dan mengambil remot lalu menyalakan salah satu saluran berita.
Sikap lancangnya itu jelas membuat Thunder makin mendelik karena merasa terganggu. Pria itu bahkan sudah bangkit, bersiap memarahinya.
"Aku tahu kita berteman, tapi saat di tempat kerja seharusnya kita bersikap profesional-"
"Lihat itu!" potong Delilah menunjuk ke televisi.
Terpaksa, Thunder memasang mata dan telinganya untuk layar televisi. Begitu membaca judul berita dan penjelasan penyiaran, kedua matanya langsung menyipit.
"CEO Cornelius Mackenzie secara resmi mengumumkan pembatalan pernikahan putrinya, Carmelyn Mackenzie yang merupakan selebgram terkenal. Diketahui, beberapa waktu yang lalu Carmelyn Mackenzie mengunggah foto persiapan pernikahannya yang masih dirahasiakan mempelai prianya. Namun, dalam tiga puluh menit, CEO Cornelius membuat konferensi pers mendadak. Berikut yang disampaikan CEO Cornelius dalam konferensi pers singkat tadi."
Rahang Thunder mengeras seketika. Sambil terus memandang televisi, tangan dan jari besarnya segera membuka layar ponsel untuk mencari kontak seseorang. Yang jelas, suara Aceo Cornelius, alias Papa Carmelyn terdengar begitu tegas.
"Pernikahan putri kami Carmelyn Mackenzie dan Thunder Maximilian dibatalkan! Pembatalan pernikahan ini mutlak keinginan putri kami."
Salah satu tangan Thunder sudah mengepal erat, sembari sebelah tangannya berkelana di layar ponsel. Nama Carmelyn langsung menjadi pencariannya. Dan ini 'lah dia.
Dari pesan sebanyak itu, yang menjadi pusat tatapan tajam Thunder adalah satu kalimat tidak masuk akal: Thunder, aku ingin membatalkan pernikahan ini. Kita putus.
"Apa alasan pembatalan pernikahan ini?"
"Tentu karena Thunder tidak pantas bersanding dengan putri saya. Jadi, berhenti bermimpi menjadi bagian dari Mackenzie."
Ada jeda sejenak, membuat Thunder menatap ke layar televisi lagi karena kesal mendengar suara calon mertuanya itu. Kebetulan, atau memang sudah diprediksi jika dirinya akan menonton televisi, Cornelius sengaja menatap lurus ke kamera seolah sedang bicara langsung dengan Thunder.
"Kau dengar itu, Thunder? Kau. Tidak pantas sama sekali bersanding dengan putriku."
Mendengar itu, amarah Thunder tidak bisa lagi terbendung. Pria itu bangkit lalu membanting ponselnya dengan penuh emosi hingga hancur.
"Brengsek!"
Kakinya melangkah cepat disusul Delilah di belakangnya.
"Ponselku?" pinta Thunder menengadahkan tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Villain's Dirty Scandal
RomanceBos Besar langsung panik saat calon istri yang bakal jadi objek balas dendam atas kematian ortunya mendadak tantrum ingin membatalkan pernikahan di H-3 pernikahan. Carmelyn, mendadak dapat ingatan dari kehidupan sebelumnya. Ternyata selama ini Carm...
