15

12.1K 818 51
                                        

Vote & Coment, Please!

°
°
°
°

Thank you!

°
°
°
°

Happy Reading!
..•***•..
°(⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ
>>°°°°°<
<
°
°
°

~ Villain's Dirty Scandal~

***

"Carmel, kau pulang?" sapa Papa dengan senyum merekah.

Kedua mata Carmelyn masih menyipit, sibuk menyelidik keberadaan sosok Delilah yang sedang duduk di sofa dengan elegan. Delilah menyadari tatapan tajam Carmelyn, hanya membalas dengan senyum kaku.

Sementara itu, Cornelius bangkit, seolah tidak mengindahkan pandangan sengit Carmelyn pada Delilah. Cornelius langsung memeluk Carmelyn erat nan hangat. Sedetik kemudian, baru Carmelyn berusaha mengenyahkan Delilah, fokus membalas pelukan sang papa.

"Syukurlah, kau baik-baik saja, Carmel."

Saat jarak terbentang di antara keduanya, Carmelyn bisa melihat jelas sisa beberapa lebam akibat serangan Thunder tempo hari. Melihat keadaan sang Papa, seketika delikan tajam yang awalnya diarahkan kepada Delilah bergeser ke arah Thunder, berikut disusul satu pukulan (yang jelas tidak terasa sama sekali) di lengan Thunder.

"Minta maaf sama Papa!" sungut Carmelyn sambil melotot.

Tentu tidak langsung menurut, Thunder malah mendelik sejenak ke arah Cornelius, membuat sekali lagi satu pukulan mendarat di lengannya. "Jangan pelototin Papaku!"

"Iya-iya," balas Thunder pasrah, menatap enggan pada Cornelius. "Maaf."

Ucapan yang tidak terdengar tulus sama sekali, membuat Carmelyn geram sampai mencubit pinggang Thunder. Tidak. Kali ini lumayan terasa sampai membuat Thunder terlonjak. Pandangannya turun, menatap lurus pada Carmelyn dengan kening mengernyit tak terima.

"Omong-omong, kenapa si brengsek ini masuk?" tanya Cornelius sambil mendelik tajam ke arah Thunder.

"Hah, dia mulai lagi," gumam Thunder lalu memasang senyum miring. "Bukankah seharusnya kau berterima kasih terlebih dahulu? Paling tidak, untuk dia hal."

"Dua hal?" Bukan Cornelius, melainkan Carmelyn yang kebingungan.

Thunder menyentuh kedua bahu Carmelyn sambil berkata, "Satu, karena aku menyelamatkanmu. Dua, karena dia bertemu anak kandungnya." Sambil melirik ke arah Cornelius dan Delilah bergantian.

Mendengar itu, Carmelyn langsung menghempas cekalan Thunder di puncaknya. Menatap pria itu sengit. "Sekarang apa lagi yang kau rencanakan, Thunder? Anaknya Papa itu cuma aku sama Kak Charles. Iya, 'kan, Pa?"

Wanita mungil itu memandang dengan ekspresi memastikan pada sang Papa. Namun, Cornelius justru menggaruk hidung, tidak langsung menjawab, seolah sedang memikirkan susunan kata-kata yang tepat. Sikap tak biasa sang Papa itu sontak membuat Carmelyn tidak percaya.

"Pa?" panggil Carmelyn lagi, memandang Delilah agak dongkol karena asik menjadi penonton sementara Carmelyn meradang.

"Hah, begini, Carmel. Sebenarnya, Delilah adalah saudari tirimu."

Villain's Dirty Scandal Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang