Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"I feel like I'm losing control The harder I try, the more I lose myself But I know you'll never understand Because you see the world through different eyes"
Song recomendation – Numb by Linkin Park
***
Langit di luar terlihat kusam, seolah-olah berkompromi dengan kesunyian yang menyelimuti Sanctuary Mercy Hospital sore itu. Bangunan rumah sakit bergaya modern itu berdiri megah, dengan dinding putih bersih yang memantulkan sisa-sisa sinar matahari. Pohon-pohon palem berjajar rapi di halaman depan, angkuh namun memberikan keteduhan. Aroma khas rumah sakit—campuran antiseptik dan udara pendingin ruangan—tercium begitu Bulan melewati pintu kaca otomatis yang terbuka tanpa suara.
Di ruang tunggu, kursi-kursi plastik berwarna biru laut tersusun dalam barisan panjang, seperti para prajurit yang tak lelah berdiri menanti tugas. Bulan memilih kursi di sudut, dekat dengan pot besar berisi tanaman hias yang daunnya sedikit layu. Ia menggenggam erat selembar kertas kecil bernomor 027, tak lebih dari secarik harapan di tengah perasaan gundah yang menyesakkan.
Matanya melayang ke layar monitor digital di atas loket. Angka-angka di sana bergerak lamban, seperti waktu yang sengaja melambatkan diri. 020, 021. Setiap perubahan nomor membawa perasaan yang tak bisa ia definisikan, antara lega karena gilirannya semakin dekat dan cemas atas apa yang akan ia dengar setelah ini.
Ruangan itu sibuk dengan kesunyian yang paradoksal. Seorang ibu mengayun pelan kereta bayinya sambil bersenandung hampir tanpa suara. Di sisi lain, seorang lelaki tua batuk pelan, memecah kesenyapan. Di sela-sela semua itu, suara mesin pendingin ruangan mendesah halus, seakan-akan memahami lelahnya jiwa-jiwa yang sedang menunggu.
Gadis berambut gelap itu menarik napas, tubuhnya yang masih dibaluti seragam sekolah terasa sangat lemah dan gerah sekali. Dengan malas ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku rok-nya tatkala suara bising nada notifikasi pesan terdengar menyebalkan.
Pesan chat dari seseorang.
Room Chat ------------------
Arsenio Bumintara:
Lan... Maaf ya, gue gak bisa anter lo tadi Dee minta ditemenin ke panti Maaf juga baru ngabarin sekarang Lo jadi pergi ke rumah sakit?
17.50
Bulan mendesah berat, mencoba menenangkan diri. Lagi pula ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan Arsenio padanya. Sialnya dia masih saja kecewa.
Beberapa detik setelah itu, dengan sudut mata, Bulan melirik ke jendela kaca besar yang menghadap ke halaman depan rumah sakit. Pohon-pohon palem bergoyang perlahan diterpa angin, seolah ikut merasakan kegundahan yang terhampar di dalam hatinya.