Sinar matahari perlahan mengusik tidur nyenyak Juna, saat membuka mata barulah dirinya tersadar jika sedang berada di kamar Alexa. Diedarkan pandangan nya, namun kamar tersebut hanya berisi dirinya.
Juna segera memakai kembali baju yang dibuka nya semalam saat akan melakukan skin to skin agar suhu tubuh sang putri kembali normal, namun dirinya tidak menyangka jika bisa tertidur sampai pagi.
Dengan langkah terburu-buru Juna segera berjalan ke dapur saat menyadari jika ibu dari anaknya itu sedang berada disana.
"Alexa" panggil nya, membuat sang puan pun menoleh.
"Iya mas?"
"Acel dimana?" tanya nya.
"Itu di ruang tv sama opa nya" telunjuk Alexa mengarah ke ruang tv tempat ayah dan putri nya bercengkrama.
"Kalo gitu, mas Juna langsung pamit pulang ya"
"Aku udah siapin kamu sarapan, dimakan dulu sebelum pulang" ucapan yang baru saja terlontar dari Alexa mampu membuat Juna menghela nafas.
"Kenapa? ga mau sarapan?" Alexa coba bertanya ketika mendengar helaan nafas dari Juna.
"Bu_bukan gitu" sela Juna dengan cepat, dirinya tidak mau Alexa salah paham.
"Mas Juna ga enak" gumam nya pelan.
"Ga enak buat apa?" tanya Alexa sedikit kebingungan.
"Mas Juna beneran ga sengaja ketiduran semalem, ga ada maksud lain" ucap nya yang ingin meyakinkan Alexa jika dirinya benar-benar tidak sengaja. Penjelasan Juna hanya mendapat kekehan pelan dari Alexa.
"Aku ngerti kok, malah aku yang harusnya minta maaf karena udah bikin kamu repot"
"Engga, mas Juna ga ngerasa di repotin sama sekali" ujar nya, karena memang dirinya tidak merasa di repotkan sama sekali. Juna bahkan senang jika Alexa memilih nya untuk jadi orang pertama yang dibutuhkan nya, apalagi jika itu menyangkut putri mereka.
"Yaudah kamu sarapan dulu" ucap Alexa.
Dan mau tidak mau Juna pun duduk di meja makan tapi sebelum itu dirinya berjalan ke ruang tamu untuk menyapa pria paruh baya yang berstatus kakek dari anaknya itu.
"Pagi pi" sapa nya, membuat pria paruh baya yang tengah asik bermain dengan putri nya itupun menoleh.
"Pagi Jun, gimana kabar? sehat?" tanya nya berbasa-basi.
"Puji Tuhan kabar Juna baik, pi. Papi mami gimana kabar nya?"
"Papi sehat, mami juga gitu, apalagi semenjak ada cucu, kita makin sehat"
Keduanya berbincang-bincang sampai akhirnya Juna kembali lagi ke meja makan untuk sarapan.
"Kamu dateng ke acaranya Chandra sama Welina nanti?" tanya Juna yang di jawab anggukan oleh Alexa.
"Acel kamu ajak juga kan?" tanya nya lagi.
"Ya kamu mikir dong mas, dia mau aku tinggal sama siapa kalo ga di ajak" jawab Alexa dengan nada malas.
"Papi mami ikut juga?"pria itu kembali bertanya.
"Belum tau, kita belum ngobrolin ini lagi soalnya" jawab Alexa apa adanya.
Juna mengangguk paham kemudian melanjutkan sarapan nya dalam diam. Sarapan pertama nya bersama Alexa setelah satu tahun lebih mereka sarapan bersama untuk terakhir kalinya.
Setelah selesai sarapan, Juna segera berpamitan untuk pulang karena dirinya harus segera ke rumah sakit.
"Kamu pergi bareng asisten kamu itu?" tanya Alexa tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouched
Fanfiction"Jaga perasaan lo deh,jangan sampe suka sama gue" Pria itu terlihat bingung mendengar kalimat yang dilontarkan oleh wanita di hadapan nya "Saya juga ga ada niat buat suka sama kamu"timpal sang pria Aneh,itulah kalimat yang bisa diucapkan ketika meli...
