Selamat malam
Jangan lupa vote dan komen yaa
Happy reading 😊
____________________________
Ini jauh dari bayangan Seth semalam, ia pikir Isabella akan kembali menjadi wanita pemarah namun pagi ini ia mendapati Isabella yang masih menjelma menjadi gadis baik-baik. Meski masih malu-malu menatap Seth lama, wanita itu kali ini mampu dengan baik mengatur ekspresinya.
Mulai dengan sarapan bersama yang tenang, berbincang santai sambil minum teh bersama sampai Isabella memintanya menjelaskan dan mengajarinya cara menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sungguh ini sangat menyenangkan hati Seth.
Hari-hari berlalu dengan manis seperti Isabella, wanita itu kini kerap keluar untuk bersosialisasi, baik dengan masyarakat maupun sesama bangsawan. Isabella juga tidak menolak undangan pesta atau perkumpulan yang diadakan oleh para bangsawan. Wanita itu aktif menjalankan tugas-tugasnya yang sebelumnya sama sekali tak pernah ia sentuh.
Hampir seluruh penghuni istana keheranan dengan sikap Isabella selama seminggu ini, Isabella benar-benar menjadi topik pembicaraan hangat nomor satu di istana. Bagaimana tidak, permaisuri galak dan temperamen itu kini menjelma menjadi permaisuri baik hati bak ibu peri.
"Aku juga masih tidak percaya permaisuri berubah, paling besok dia kembali menjadi wanita pemarah,"
"Kau juga mengatakan hal yang sama dari lima hari yang lalu tapi lihat, permaisuri tidak kembali ke tabiat semulanya. Dia benar-benar menjadi wanita lemah lembut,"
"Hey kau jangan terkecoh, mungkin ini hanya akal-akalannya saja,"
"Atau mungkin kita saja yang tidak tahu bagaimana sifat asli permaisuri. Kita semua tahu kalau pernikahan Yang Mulia berdasarkan hutang budi, bisa saja permaisuri tertekan dan tidak menginginkan pernikahan ini sehingga awal kedatangannya permaisuri bersikap buruk,"
"Ya, mungkin sekarang dia mulai menerima pernikahan ini,"
Para pelayan itu bergosip ria, asyik sekali membicarakan Isabella sampai tidak menyadari Timothy berdiri di belakang mereka.
"Apa kalian disini digaji hanya untuk bergosip?"
Para pelayan wanita itu pun berjengkit kaget dan langsung berbalik begitu mendengar dan melihat Timothy berdiri dengan wajah garangnya.
"Berbicara buruk kepada anggota kerajaan termasuk kejahatan tingkat dua dan kalian bisa dipenjara seumur hidup dengan lidah terpotong,"
"Maaf, tuan Timothy. Kami tidak bermaksud demikian, maaf." Para pelayan itu membungkuk meminta maaf.
"Cepat pergi dari sini sebelum kutebas di tempat kepala kalian," usir Timothy kesal. Melihat bagaimana mereka ketakutan setelah ketahuan membuat hasrat Timothy untuk menghukum mereka semakin besar. "Orang-orang rendahan ini," maki Timothy. Meski ia kurang menyukai Isabella ia tidak terima jika ada yang menghina wanita itu selain dirinya tentu saja.
Sebenarnya ia pun paham apa yang mereka pikirkan tentang Isabella, karena Timothy pun begitu. Ia kebingungan dan merasa frustasi dengan sikap Isabella belakangan ini, sikap Isabella yang berbanding terbalik dengan sikap wanita itu sebulan yang lalu. Menurut Timothy Isabella jadi jauh mengerikan dari biasanya, bagaimana suara Isabella yang lembut menyebut namanya, bagaimana Isabella tersenyum kepadanya dan bersikap baik kepada Timothy membuatnya tidak bisa tidur.
"Yang Mulia," sapa Timothy begitu melihat Seth bersama Harold di paviliun.
Seth bergumam kecil menanggapi, pria itu fokus memandang pemandangan indah di depannya. Hamparan bunga yang mengeluarkan semerbak harum juga seseorang bergaun putih gading yang berdiri di tengah-tengahnya, berlari kecil mengejar kupu-kupu dengan riang.
YOU ARE READING
After Life
FantasyHidup Isabella berjalan dengan sempurna seperti apa yang selama ini ia impikan, hidup sederhana bersama sang suami di sisinya. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, tiba-tiba gerombolan prajurit istana mengepung rumahnya dan menghabisi nya...
