Selamat malam
Jangan lupa vote dan komennya yaa 😊
Happy reading
________________________________
Isabella mengerjapkan kedua matanya, bersamaan dengan sinar matahari yang menyilaukan penglihatannya, samar-samar ia melihat seseorang berlalu lalang di kamarnya, apakah itu Seth? batin Isabella.
Tunggu! Seth? Isabella membelalakan matanya dan langsung bangkit dari posisi tidurnya.
"Selamat pagi, permaisuri." Sapa Oddie dengan senyum jahil seolah menggoda Isabella.
Isabella mengabaikan Oddie yang berdiri di seberangnya, netranya beralih menatap sisi tempat tidurnya yang sudah kosong, apakah Seth sudah pergi meninggalkan kamarnya?
"Yang Mulia pagi-pagi sudah keluar. Harold datang menghampiri Yang Mulia karena hal mendesak yang perlu beliau selesaikan," jelas Oddie tanpa menunggu Isabella bertanya terlebih dahulu kepadanya.
Isabella kembali merebahkan tubuhnya, kepalanya mengingat kejadian semalam, dimana untuk pertama kalinya mereka tidur bersama. Isabella gugup setengah mati, sampai ia berpikir bahwa semalam ia tidak akan bisa memejamkan matanya hingga pagi, namun nyatanya ia tertidur pulas. Isabella jadi membayangkan bagaimana ia tidur, apakah ia tidur serampangan dan Seth melihatnya? Oh tidak, Isabella berharap bahwa semalam ia tidur dengan anggun, malu sekali rasanya jika Seth melihatnya tidur dalam posisi aneh.
Isabella menutup wajahnya dengan selimut dan bergumam tidak jelas, melihat itu Oddie menggeleng sambil tersenyum melihat Isabella. Ia pun melangkah menghampiri majikannya itu dan menarik selimut Isabella.
"Baiklah permaisuri, saya paham apa yang Anda rasakan, tetapi ada kertas-kertas di atas meja kerja yang sudah menunggu untuk diselesaikan."
"Ah, Oddie. Beri aku waktu sedikit lagi," sungut Isabella.
"Tidak bisa, permaisuri. Anda harus segera menyelesaikan pekerjaan Anda hari ini karena besok permaisuri dan Yang Mulia akan berangkat ke Willem,"
Mendengar ucapan Oddie akhirnya Isabella mau bangkit dari tempat tidurnya. Sungguh pikirannya kemana-mana pagi ini, dan tentu kebanyakan memikirkan Seth. Lain kali, Isabella akan berusaha bangun seawal mungkin sebelum Seth agar Isabella jadi tidak kepikiran seperti ini.
Setelah bersiap dan Isabella sudah rapi dengan pakaian mewah yang melekat di tubuhnya, Isabella keluar dari kamarnya dan menemukan Timothy sudah berdiri di samping pintu.
"Selamat pagi, permaisuri." Sapa Timothy dengan sedikit senyuman di bibirnya. Tumben.
"Selamat pagi, Timothy. Apa kau tidur dengan nyenyak?" tanya Isabella. Hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya dan itu tentu berdampak bagi seorang Timothy yang merasa asing dengan pertanyaan Isabella belakangan ini.
Isabella jadi lebih perhatian dan manusiawi kepadanya. Sering menanyakan Timothy apakah pria itu sudah makan atau belum, istirahatnya cukup atau tidak, apakah tidurnya nyenyak, bahkan menanyakan suasana hatinya. Tentu hal ini membuat Timothy jadi kepikiran, namun begitu ia menyukainya. Kalau terus seperti ini kan hari-hari Timothy tidak akan terasa suram lagi.
"Saya tidur dengan baik, permaisuri. Terima kasih atas perhatiannya."
"Baguslah kalau begitu." Isabella merespon kembali dengan ramah. Langkah kakinya diikuti oleh Timothy dan Oddie.
Saat Isabella sudah duduk di kursinya dan langsung mengerjakan tugasnya, Timothy dan Oddie keluar dari ruang kerja Isabella, membiarkan Isabella sendiri agar bisa fokus pada pekerjaannya.
YOU ARE READING
After Life
FantasyHidup Isabella berjalan dengan sempurna seperti apa yang selama ini ia impikan, hidup sederhana bersama sang suami di sisinya. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, tiba-tiba gerombolan prajurit istana mengepung rumahnya dan menghabisi nya...
