Selamat malam
Jangan lupa vote dan komen yaaa
Happy reading! 😊
_____________________
Esmea Gaia Benedith, wanita cantik bak matahari di pagi hari itu menyadari ada sepasang mata yang memantaunya. Oleh sebab itu ia mengalihkan pandangannya sejenak untuk mencari si pelaku, namun siapa sangka dalang dibalik itu ternyata si permaisuri yang tengah menatapnya dari kejauhan.
Merasa harus memberi salam, Gaia izin untuk meninggalkan kastil untuk menjumpai Isabella. Ketika langkah kakinya berhenti tepat di hadapan sang permaisuri, Gaia menunduk untuk memberikan salam penghormatan. "Salam, permaisuri. Sebuah kebetulan bisa bertemu dengan Anda," ucap Gaia menyapa. Wanita itu kembali menegakan kepalanya setelah mendapat anggukan dari Isabella.
"Ya, Lady. Aku mengingatmu, kita pernah bertemu di taman istanaku malam itu," balas Isabella. Lalu ia mengalihkan tatapannya ke arah wanita yang berdiri di samping Gaia. "Juga kau, yang mengataiku sombong waktu itu." Tunjuk Isabella ke arah Denna, pelayan pribadi Gaia.
Denna langsung menunduk begitu mendengar ucapan Isabella. Tak pernah ia kira bahwa Isabella mendengar ucapannya malam itu, padahal Denna yakin saat itu ia bersuara kecil. Sama dengan Gaia, wanita itu juga tidak tahu bahwa Isabella mendengar ucapan lancang pelayan pribadinya.
Gaia pun menyikut lengan Denna agar wanita itu segera meminta maaf atas kesalahannya itu. "Maafkan kesalahan saya, permaisuri. Saya tidak bermaksud demikian, sungguh."
"Lalu kau bermaksud apa kalau tidak sungguhan mengataiku? Permintaan maafmu terdengar tidak tulus," timpal Isabella.
"Ah, permaisuri. Atas nama saya, saya memohon maaf atas kesalahan yang dilakukan pelayan saya, hal yang dilakukannya tidak bisa dibenarkan dan saya sendiri yang akan memberikannya hukuman. Sebagai atasannya, saya juga bertanggung jawab atas kinerjanya, jadi dengan hati yang tulus saya memohon pengampunan Anda." Gaia rela menunduk dan memohon maaf untuk pelayannya. Sungguh wanita baik hati bak malaikat, padahal Gaia sama sekali tidak bertanggung jawab atas kesalahan pelayannya. Bahkan, bangsawan sendiri dilarang membela bawahannya namun Gaia dengan suka rela melakukannya.
Itulah nilai yang dimiliki oleh Gaia yang membuat orang-orang di Baeru kagum kepadanya. Kepeduliannya pada rakyat bawah membuat masyarakat tersentuh akan kebaikannya. Tidak salah mengapa banyak orang mengagungkan Gaia dan berharap bahwa Gaia bisa bersanding dengan Seth dan bersama memimpin Baeru.
Sungguh Isabella tersanjung melihat sikap Gaia, tak salah Timothy begitu menggebu-gebu menceritakan Gaia kepadanya, bahkan Timothy sendiri begitu mengagumi Gaia. "Kumaafkan karena Lady sendiri yang menjamin akan mendisiplinkan pelayannya sendiri." Setelah beruap demikian, Isabella berlalu meninggalkan Gaia dan Denna.
Setelah Isabella benar-benar menghilang dari pandangannya, Gaia menatap kesal ke arah pelayannya itu. "Lain kali kau harus lebih berhati-hati, Denna. Aku tidak pernah mengajarimu berlaku tidak sopan, jadi kedepannya aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi. Beruntung permaisuri Isabella memaafkanmu, kalau tidak—aku tidak bisa menjamin kau masih bisa berdiri di sisiku,"
Dengan rasa bersalah karena melibatkan Gaia dalam masalahnya, Denna menunduk karena enggan menatap wajah kesal Gaia. Wanita itu pasti kecewa karena secara tidak langsung Denna mempermalukannya di hadapan permaisuri Isabella.
"Maafkan saya, Lady. Sungguh saya tidak bermaksud untuk mempermalukan Anda, saya siap mendapatkan hukuman, apapun itu."
"Ya, kau ini memang perlu diberi hukuman untuk mendisiplinkan kelakuanmu itu," balas Gaia. Jujur ia marah, namun tentu ia tak akan sampai hati memberi Denna hukuman yang berat. Jika kalian berpikir Gaia akan mencambuk, mengurung atau menyiksa Denna untuk memberikan wanita itu hukuman maka kalian salah, wanita itu terlalu lembut untuk bermain kasar.
YOU ARE READING
After Life
FantasíaHidup Isabella berjalan dengan sempurna seperti apa yang selama ini ia impikan, hidup sederhana bersama sang suami di sisinya. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, tiba-tiba gerombolan prajurit istana mengepung rumahnya dan menghabisi nya...
