Selamat malam
Jangan lupa vote dan komennya yaa 😊🙏
Happy reading
____________________________________
"Sebaiknya kau langsung beristirahat setelah membersihkan diri. Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu, setelahnya aku akan menyusulmu."
"Baiklah," balas Isabella.
Setelah Seth pergi mengurus pekerjaannya, Isabella kembali ke kamarnya sendiri. Oddie pergi ke dapur untuk mengambil air minum setelah mengingat bahwa teko di dalam kamarnya telah kosong, sementara Isabella menyuruh Timothy untuk memeriksa kembali pekerjaan nya yang Isabella selesaikan tadi sore, mungkin ada dokumen yang ia lewatkan pikirnya.
Saat menyusuri lorong Istana, samar-samar Isabella mendengar suara yang entah kenapa Isabella jadi merasa tertarik untuk mengetahui sumber suara tersebut. Isabella mendekatkan langkahnya sampai di ujung lorong dimana ada tiga pelayan istana sedang membicarakan sesuatu yang menarik melihat bagaimana raut wajah mereka ketika mendengar salah satu temannya bercerita.
"Sudah ku katakan bukan, sikap baik permaisuri itu hanyalah omong kosong. Dia sengaja bersikap baik kepada Yang Mulia untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang Yang Mulia Seth,"
"Kau lihat kan saat Yang Mulia kembali dari hutan, ada luka di dahinya dan ku dengar itu karena permaisuri mendorongnya hingga Yang Mulia membentur bebatuan."
"Astaga....Jahat sekali, bagaimana bisa permaisuri bersikap seperti itu kepada suaminya sendiri." Pelayan itu sampai menutup mulutnya karena terkejut mendengar cerita rekannya. Pasalnya semua orang tahu bahwa Seth bisa saja membunuh siapapun yang berani bersikap jahat kepadanya apalagi sampai melukainya, bahkan kebanyakan orang tidak akan pernah berani berlaku buruk atau hanya sekedar berpikir jahat kepada Seth karena takut kepada pria itu. Apakah karena Isabella istrinya maka dari itu Seth tidak melakukan apapun?
"Kau terlalu berlebihan. Goresan itu tidak berarti apa-apa bagi Yang Mulia, bahkan saat Yang Mulia terluka akibat anak panah permaisuri yang meleset pun Yang Mulia tidak berkomentar."
"Aku masih tidak mengerti mengapa Yang Mulia mau menikahi wanita kasar dan jahat seperti permaisuri Isabella. Padahal Lady Gaia adalah wanita yang sempurna untuk mendampingi Yang Mulia Raja. Permaisuri hanya akan membawa dampak buruk bagi Yang Mulia dan kerajaan."
Isabella mematung di tempatnya. Apakah ia seburuk itu selama ini? Dan Isabella rasa tidak ada yang salah dengan apa yang pelayan-pelayan itu ucapkan tentangnya. Dia adalah wanita yang buruk, yang hanya bisa membawa dampak buruk bagi Seth dan kerajaan, lalu tentang Gaia, rasanya setiap Isabella melangkah wanita itu seolah menjadi bayangannya yang terus mengikuti Isabella kemana pun. Seolah hidup Isabella kali ini di bawah bayangan seorang Gaia, orang-orang akan terus membedakannya dengan Gaia.
Namun begitu, apa yang para pelayan itu katakan sukses membuat Isabella merasa sedih terutama kala ia mengingat suaminya. Bagi mereka, Isabella adalah orang jahat yang dengan sengaja ingin membunuh suaminya sendiri, sungguh Isabella terluka karena hal itu. Kejadian di hutan tadi seolah membuka kembali perasaan bersalah Isabella kepada Seth.
Isabella merasa sesak di tempat, ia tidak tahan lagi mendengar pembicaraan para pelayan itu, terlebih kepalanya mulai sakit. Isabella pun memilih pergi ke kamarnya dan berusaha menyingkirkan suara-suara aneh di kepalanya. Kala Oddie sudah berada di kamarnya, Isabella memilih melarikan diri ke kamar mandi.
"Kau tidak perlu membantuku, aku akan mandi sendiri."
Oddie merasakan firasat buruk, sesuatu terjadi sebelum Isabella ke kamarnya. Isabella terlihat sedih dan gelisah, entah apa yang terjadi namun Oddie berharap itu bukanlah suatu hal yang besar yang akan mempengaruhi suasana hati Isabella.
YOU ARE READING
After Life
FantasiHidup Isabella berjalan dengan sempurna seperti apa yang selama ini ia impikan, hidup sederhana bersama sang suami di sisinya. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, tiba-tiba gerombolan prajurit istana mengepung rumahnya dan menghabisi nya...
