Selamat malam
Jangan lupa vote dan komen yaa
Happy reading!
____________________________
Kepalanya sakit, perutnya mual, juga tubuhnya yang terasa lemas membuat Isabella menghabiskan satu jam waktunya bersandar di kepala ranjang sejak ia bangun tidur. Setelah Oddie memberikannya susu yang terasa pahit di lidahnya, Isabella merasa lebih baik dari yang sebelumnya.
"Apa Ansel sudah tiba?" tanya Isabella kemudian. Bukannya menanyakan suaminya, perempuan itu malah menanyakan pria lain ketika bangun tidur.
Oddie menggeleng menanggapi, "Tuan Ansel belum datang ke istana, mungkin sedikit terlambat dari yang dijanjikan kepada Anda."
Tak lama kemudian, Timothy datang setelah mengetuk pintu terlebih dahulu, mengucapkan salam kepada Isabella sebelum ia mendekat ke arah perempuan itu. "Ada surat untuk Anda, Permaisuri,"
Isabella melirik sebentar ke arah surat tersebut sebelum mengambilnya dari tangan Timothy. Matanya bergulir membaca setiap kata yang tertulis di lembaran tersebut, lama kelamaan rahangnya mengetat kala Isabella selesai membaca surat yang ditulis oleh Ansel.
Bukan, Isabella bukanya marah kepada Ansel, namun perempuan itu marah karena alasan dibalik tidak datangnya Ansel hari ini. Dengan emosi yang mengumpul di kepalanya, Isabella beranjak dari tempat tidurnya, berjalan keluar dari kamarnya dengan gaun tidurnya.
Timothy dan Oddie yang kaget dengan pergerakan Isabella buru-buru menyusul Isabella. "Tundukan pandangan kalian dari permaisuri!" perintah Timothy dengan tegas kala para penjaga di kastil permaisuri melotot menatap Isabella yang keluar hanya mengenakan gaun tidurnya.
Tak mau mendapat hukuman dari sang atasan, para penjaga langsung menunduk, tak berani lagi menatap Isabella. Sementara Timothy dan Oddie kalang kabut saat ini mengejar Isabella. Sampai pada akhirnya langkah dua orang itu berhenti kala melihat Isabella menggebrak meja makan tempat dimana Seth tengah menikmati sarapannya.
Timothy menegak ludah kasar kala melihat kelakuan Isabella. Sungguh wanita aneh dan juga tidak sopan, bagaimana bisa Isabella bisa berkelakuan kasar kepada sang penguasa negeri ini, bagaimana bisa wanita itu tidak gemetar kala tangannya bersikap kurang ajar kepada pria yang berstatus suaminya itu.
Lebih herannya Timothy saat ini, Seth hanya mendongak menatap istrinya dengan tenang,, seolah perbuatan Isabella barusan bukanlah suatu hal yang harus dipusingkan. Ini berbeda dari Seth yang Timothy kenal, jika orang lain yang berlaku demikian, Timothy jamin orang itu akan mendapatkan hukuman berat karena bersikap tidak sopan kepada seorang raja. Tanpa sengaja, tatapan Timothy bertemu dengan Harold, pria itu menatapnya seolah melarang Timothy untuk ikut campur ke dalam permasalahan suami istri itu.
"Selamat pagi, permaisuriku." Suara berat itu lolos dari bibir ranum milik sang raja. Pria itu gagah dalam balutan pakaian sutranya, rambutnya tertata rapi ke belakang, juga wajahnya secerah matahari pagi menyambut Isabella. Lalu pandangannya beralih menatap wajah Isabella yang terlihat baik-baik saja, berbanding terbalik dengan apa yang Timothy laporkan semalam.
"Hentikan basa-basimu itu dan cepat katakan kenapa kau mengusir Ansel?" ucap Isabella berapi-api.
Sebelum menjawab Isabella, Seth menggerakan jarinya sebagai instruksi agar mereka yang berada di sekitar meja makan pergi meninggalkannya berdua dengan sang permaisuri.
"Apa salah seorang suami mengusir selingkuhan istrinya?" tanya Ansel balik. Pria itu masih tenang di tempatnya untuk ukuran seorang suami yang diselingkuhi terang-terangan oleh istrinya sendiri.
YOU ARE READING
After Life
FantasiHidup Isabella berjalan dengan sempurna seperti apa yang selama ini ia impikan, hidup sederhana bersama sang suami di sisinya. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, tiba-tiba gerombolan prajurit istana mengepung rumahnya dan menghabisi nya...
