Fever.

365 31 0
                                        

Beberapa hari ini hujan selalu mengguyur ibu kota, memaksa setiap orang bergerak lebih cepat lagi untuk menghindari hujan.

Saat ini Reyhan hanya duduk diruang tamu sambil memandang hujan yang deras dari jendela samping sofanya.

Hujan mengguyur deras membasahi semua bunga yang ditanam oleh Mamanya, musik yang ia dengarkan mengalun merdu menemaninya. Saat ini ia sedang dirumah sendiri, sempat diajak sang Mama untuk ikut ke Cafe saja namun ia enggan karena memang sedang ingin di rumah saja.

Sang papa jelas belum bisa pulang bila masih jam segini, tidak lama ia melamun terdengar suara motor seperti memasuki garasi samping rumahnya.

Sepertinya itu Aldo, ia tadi sempat berpamit untuk latihan basket sebentar bersama teman klub nya setelah pulang sekolah, jadi setelah sampai rumah ia kembali pergi menggunakan motonya.

Terdengar suara salam menandakan sang empunya masuk kedalam rumah.

"Loh kog nggak ikut Mama kamu Han?" Tanya Aldo sembari berjalan menuju wastafel dapur untuk mencuci tangan. Reyhan melihat ada yang berbeda dengan kakanya itu ia seperti agak mengigil saat berbicara.

"Aa kedinginan?" Bukan menjawab pertanyaan Aldo ia malah balik bertanya.

"Iyaa ini kog tumben dingin banget ya di dalem rumah aja." Keluh Aldo sambil berjalan memasuki kamarnya.

Reyhan jelas terheran, suhu didalam rumah ini bahkan tergolong panas karena ia menghidupkan penghangat di ruang tamu. Tapi Kakanya itu masih kedinginan.

Tidak ambil pikir mungkin karena Aldo baru saja dari luar makanya masih merasa kedinginan.

Lantas ia lanjut memandangi hujan diluar sampai ada pesan masuk yang mengalihkan perhatiannya.

Papanya berpesan bila Ia dan sang Mama ada pertemuan sebentar dengan temannya sore ini, dan mungkin terlambat untuk pulang. Ia diminta untuk memesan online saja makan malamnya bersama Aldo

Bibi dan supir yang biasanya memmbantu memang selalu pulang di sore hari, mereka baru menginap bila memang diminta Papa dan Mama jika sedang ada kegiatan diluar kota. Dan sekarang dirumah seluas ini hanya ada ia dan Aldo saja.

Reyhan pikir mungkin ia bertanya kakanya agak nanti saja ingin memesan makan apa, lalu ia putuskan untuk mandi sore saja sebelum malam datang.

Butuh waktu yang lama untuk Reyhan selesai mandi dan berganti pakaian, ia sudah mengenakan pakain tidur panjangnya. Entah kenapa seksrang tulangnya terasa sakit saat mulai merasa kedinginan sedikit saja.

Sambil mengantongi ponselnya untuk memesan makanan online ia berjalan ke ruang tamu dan tv untuk sekedar menutup korden rumah karena sudah menjelang malam.

setelah itu ia berjalan tertatih dengan tongkat penyangganya menuju kamar kakanya untuk menanyakan ingin makan apa malam ini.

"Tock...tock...tock"

Beberapa kali ia mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar Kakanya, apa mungkin Aldo tidur, tanyanya dalam hati.

Langsung saja ia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Kakaknya, ia lihat kakanya tidur menyamping dengan badan terbalut selimut tebalnya.

Ia lihat AC kamar tidak menyala dan Aldo seperti kedinginan, lantas ia mendekat ke pinggir ranjang kakanya. Lalu ia coba sentuh lengan kakaknya dan benar saja hawa panas terasa disana.

Ia sentuh kembali kening sang kaka dan panas menyengat telapak tangan Reyhan, kakanya sedang terkena  demam saat ini. Coba ia bangunkan dan sedikit mengoyangkan lengan Aldo.

Namun hanya gumaman saja yang ia terima.

"Aa bisa denger Reyhan, kepalanya pusing ya?" Tanya Reyhan pelan dan mendapat anggukan dari Aldo sambil mengeryitkan keningnya.

Sipping My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang