Brother

237 16 0
                                        


Saat ini Aldo sedang asik duduk di kursi sebelah ranjang Reyhan, sedangkan orang tuanya duduk berdua disofa sambil memakan makanan yang tadi sempat Aldo dan papanya beli terlebih dahulu.

Reyhan masih tertidur lelap sejak tadi siang, padahal ini sudah hampir pukul 5 sore.

Aldo fokus mengamati sang adik yang tidur dengan posisi meringkuk lucu, ia sangat terkejut tadi saat masuk ruangan dan melihat keadaannya dengan mata bengkak merah seperti ini.

Baru kali ini ia melihat efek samping alergi yang menurutnya sangat berbahaya ternyata.

Langsung saja tadi Aldo memfoto keadaan Reyhan lalu mengirimnya pada dua sahabatnya dan respon mereka tidak jauh terkejutnya dari ia tadi.

saat ini ia asik menonton tv yang ada di ruangan Reyhan sambil meminum susu kotak yang ada di sana tadi, lama ia asik dengan tontonannya tiba-tiba dikejutkan ada sentuhan ditangannya dengan suara Reyhan yang memanggilnya.

"Aa bisa minta tolong air putih Reyhan haus." Pintanya dengan suara serak khas bangun tidur

"Eeh...sebentar Han." Jawab Aldo dengan sigap mengambil air putih dan sedikit menegakan bed Reyhan untuk memudahkannya.

Selesai minum tak lupa Reyhan mengucapkan terima kasih, dan dengan santainya ia tersenyum lebar pada Aldo.

Aldo yang melihat tingkah adiknya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, padahal keadaannya seperti itu apalagi gara-gara makan bersamanya kemarin.

"Maaf banget ya Han, aku beneran nggak tau kalau kamu ada alergi makanan kaya kemarin." Ucap Aldo dengan sedih

Sudah Reyhan duga pasti Kakanya ini akan merasa bersalah seperti ini, sebelumnya ia sudah meminta pada Papa dan Mamanya untuk jangan memarahi Aldo.

"Aa ini juga salah Reyhan dari awal nggak bilang sama nggak hati-hati juga, Aa jangan merasa bersalah gitu ya." Pinta Reyhan dengan tulus

"Iyaa Han tapi beneran kalau bukan makanan yang aku bawain kemarin kamu nggak kaya gini juga jadinya."

Reyhan lantas menoleh pada Papanya yang asik makan snack dengan tontonan kedua anaknya itu. Reyhan menatap Heykal dengan tatapan memohon untuk dibantu meyakinkan Aldo.

Heykal lantas berjalan mendekat, lalu mengelus pelan pundak sisulung.

"Udah nggak papa Aa, yang udah biarin aja namanya musibah kita nggak ada yang tau kapan datang kan. Ini bisa jadi pembelajaran buat kita juga biar lebih hati-hati lagi kedepannya, oke?" Terang Heykal sehalus mungkin

Aldo yang mendengar penjelasan sang Papa mau tidak mau mengangguk pasrah saja, walaupun masih ada rasa tidak enak kepada Reyhan.

Diana tersenyum senang melihat keharmonisan keluarga kecilnya ini.

Sore itu mereka habiskan untuk berbincang bersama - sama dan saling mengakrabkan diri satu sama lainnya.

"Mah, Pah bentar lagi katanya Gama sama Kale mau ke sini jenguk Reyhan." Ucap Aldo setelah mengecek pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

"Iya kesini aja ditanyain sekalian udah makan belum biar papa cariin makan malam juga." Ucap Heykal

"Udah kok Pa tadi katanya mereka abis makan bareng sekalian mau kesini gitu." Dan dijawab anggukan oleh Heykal

Reyhan yang mendengar kedua temannya akan kesini menjenguknya jadi merasa tidak enak, karena mereka harus jauh-jauh datang ke sini.

"Aa... Reyhan jadi nggak enak sama Gama sama Kale jadi kesini malan-malam gini."

Sipping My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang