Sparkling

98 11 0
                                        

Hari ini Reyhan memutuskan untuk pulang bersama dengan Aldo saja, namun ia harus menunggu kakanya itu untuk latihan basket bersama anggota tim nya yang lain.

Ia duduk dibangku penonton yang berada di pinggir lapangan, ia perhatikan sepertinya waktu latihan Aldo masih agak lama jadi dia bisa mencoba membuat Planner untuk kegiatannya beberapa hari kedepan menjelang pekan Olahraga di Sekolahnya.

Sebenarnya ia ingin memulai latihannya besok tapi besok pagi ia harus ke Rumah Sakit dulu untuk Fisioterapi, dan rencananya siang langsung kembali lagi ke Sekolah. Tapi ia tidak mau membuat resiko dengan memaksa tangannya untuk harus bergerak full seharian.

Maka dari itu ia putuskan untuk mulai latihan lusa saja, sekarang tinggal bagaimana ia beralasan izin latihan pada kakak dan orang tuanya.

Reyhan sudah memantapkan diri untuk tidak dulu mengatakan pada keluarganya jika ia ikut berpartisipasi di acara itu, ia sangat yakin pasti mereka akan langsung melarangnya nanti.

Jadi mungkin mendekati acara saja ia akan memberitahunya, mungkin beberapa jam atau malah beberapa menit saja. Jujur sebenarnya ia takut harus sembunyi-sembunyi seperti ini, tapi bagaimana lagi ia sangat ingin mencoba kembali bermain setelah sekian lama.

Oke jadi yang pertama ia harus meminta file nada untuk lagu mereka nanti, ia dan Lily dulu sempat membuat aransemen sendiri untuk lagu itu di ponsel lamanya yang rusak.
Saking seriusnya memikirkan rencananya besok Reyhan sampai tidak sadar jika ada yang datang mendekatinya.

"Han ngapain serius banget dari tadi?" Tanya Aldo yang tiba-tiba sudah duduk disebelahnya, yang jelas membuatnya langsung terkejut.

"Aa ngagetin aja deh, kasih aba-aba kalau mau dateng tuh."

"Lagian kamu serius banget kaya mikirin apa aja, kenapa kamu?"

"Nggak kenapa-kenapa Aa, laper aja udahan ini daritadi nungguin latihan tapi nggak ada suguhan cemilannya." Canda Reyhan

"Hahaha...iya-iya maaf lupa tadi mau beliin buat kamu, kalo gitu sekalian aja ayo nyusul mama ke Kafe minta makan disana.

"Dih Aa mah minta makan terus disana kasian tuh Mama, untung nggak boncos iya jadinya."

"Ya Allah Han sekali-kali doang kesananya tuh." Jawab Aldo sambil mengelap badannya dengan handuk keringat

"Sekali-kali doang tapi kalo udah pesen semua menu ditunjuk sama dia" Ucap Reyhan dengan jengkel

"Udah-udah mending langsung kesana aja, sini aku aja yang bawa barang kamu Han."

Daripada Reyhan semakin panjang lebar ngedumelnya Aldo langsung saja menarik anak itu ke parkiran karena sudah dijemput, lama-lama adiknya itu sudah mirip Mamanya yang suka memarahinya. Namun ia merasa senang.

Hari ini cuaca terasa panas dan kering bahkan rasanya seperti tidak ada angin yang berhembus menerpa kulit mereka, setelah sampai di Kafe milik mamanya itu Aldo dan Reyhan cepat-cepat masuk karena memang sudah lapar sekali mereka saat ini.

Mereka menuju kasir untuk memesan makanan yang diinginkan, dan benar saja Aldo seperti mau membuat bangkrut usaha milik Mamanya itu. 
Mulai dari kue sampai makanan beratnya tidak luput ia pesan, Reyhan benar-benar heran dengan kaka nya ini, porsi makannya banyak sekali.

Walaupun Reyhan juga begitu, tapi Aldo ini lebih parah lagi anaknya.

"Pesanan Mas Aldo sama Mas Reyhan ini mau diantar ke ruangannya Ibuk apa disini aja mas?" Tanya pegawai kasir

"Sini aja mba, aku duduk disebelah sana aja ya." Tunjuk Aldo pada meja yang terletak didekat jendela pinggir toko dan diangguki oleh sang pegawai kasir tadi.

Sipping My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang