Heartwarming.

252 17 1
                                        


Setelah selesai mengemas pakaian untuk sang suami juga milik Reyhan, Diana bergegas memesan taksi untuk menyusul Heykal ke Rumah sakit setelah ia diberi tahu Rumah sakit mana yang ia tuju tadi.

Diana dilanda perasaan gusar sepanjang perjalanan, seumur hidup baru kali ini ia melihat keluarga kesayangannya sampai merasakan sakit seperti tadi.

Ia teringat kembali bagaimana sang suami menggendong Reyhan yang sudah terkulai lemas di punggungnya, dengan kondisi Reyhan yang lemas juga ada banyak ruam bengkak di tubuh juga wajahnya.

Padahal saat makan malam bersama tadi mereka semua baik-baik saja bahkan saling melempar candaan saat dimeja makan tadi.

Tidak butuh waktu lama setelah sampai di lobi IGD ia lantas masuk dan menanyakan pasien yang bernama Reyhan, lalu petugas yang berjaga membantu mengarahkannya menuju sesosok remaja laki-laki yang terbaring dengan posisi miring menghadap pria dewasa yang duduk disampingnya.

"Mama..." Panggil Reyhan dengan lirih

"Kakak sayang." Balas Diana yang lalu mendekat dan menggenggam jari anaknya itu dengan lembut, lalu tangan lainnya ia sibukan dengan mengelus lembut rambut Reyhan.

Reyhan lantas menutup matanya dan menikmati elusan lembut dari Mamanya, elusan lembut ini mengingatkannya pada sang Bunda yang selalu melakukannya ketika ia sedang ingin manja pada bundanya.

"Mas gimana kata dokter, Reyhan kenapa?" Tanya nya pada Heykal tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Reyhan yang ia amati dari dekat ternyata terlihat sangat merah dan bengkak di sekitar mata.

"Katanya ini gara-gara alergi, efeknya bisa gini kemungkinan Reyhan nggak sadar dari awal jadi penanganannya terlambat. Kita tunggu beberapa jam lagi buat observasi setelah itu baru bisa dipindah ke kamar rawat."

"Kamu sebenarnya kesini besok aja nggak papa loh sayang, kan tadi udah aku bilangin biar aku dulu aja yang jaga kasian Aldo besok sendiri di rumah." Lanjut Heykal sambil mengelus pelan punggung sang istri.

"Aldo nggak papa mas, aku udah bilang ke simbok sama supir di rumah biar besok berangkat pagi. Nggak tenang aku mas lihat Reyhan waktu di rumah tadi." Ujar Diana

"Insyaallah kita berdoa aja semoga udah nggak papa Reyhannya, tadi sempet ngeluh mual, tapi udah dikasih dokter obat anti muntah juga. Tapi kemungkinan masih muntah lagi nanti."

"Sepertinya dia dirumah tadi juga udah muntah banyak soalnya benar-benar udah lemes banget tadi waktu kita ajak komunikasi."

Diana sangat sedih melihat anak bungsunya dengan keadaan seperti ini. Terlihat Reyhan mengeryit tanda tak nyaman.

Tidak lama datang dokter jaga yang mendekat dan mengecek kembali keadaan Reyhan juga memberitahukan bila Reyhan sudah bisa dipindah ke kamar rawatnya sekarang.

Tidak butuh waktu lama sampai mereka selesai memindahkan Reyhan ke ruang rawatnya yang lebih nyaman sekarang.

Heykal dan Diana juga sudah diberitahu bila nanti Reyhan masih merasa mual itu hal wajar, dan untuk ruam bengkak di wajah nanti akan hilang dengan sendirinya. Yang jelas sekarang keadaannya sudah lebih stabil.

Sekarang terlihat Heykal yang memegangi wadah muntahan Reyhan dengan Diana yang memijat lembut punggung sang anak untuk membantu meredakannya.

Diana bahkan sudah merasa tidak tega melihatnya, karena yang Reyhan muntahkan bahkan hanya air saja dan yangb eperti itu biasanya terasa lebih sakit di perutnya.

"Minum dulu ya kak, dikit aja nggak papa kog." Ujar Diana setelah mengelap bersih bibir Reyhan dengan tisu dan memberikan air putih pada anaknya.

Terlihat Reyhan yang sudah mulai tenang dan menyandarkan tubuhnya pada bed rumah sakit.

Sipping My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang