Flower

255 18 1
                                        

Siang ini sekolah Reyhan meminta muridnya untuk pulang lebih awal karena ada kunjungan dari sekolah lain, setelah bercengkrama sebentar dengan Lilly soal klub yang akan ia ikuti sambil menunggu jemputannya datang.

Dan kini Reyhan memutuskan untuk menyusul mamanya ke toko bunga saja, sedangkan Aldo yang memang hari ini tidak masuk sengaja oleh Diana dilarang keluar rumah sama sekali. Dan pasti ia makin bosan di rumah karena Reyhan memilih ikut ke Cafe saja daripada di rumah.

Reyhan ingin di Cafe karena memang dari kemarin ia sudah seharian dirumah, sedangkan Aldo seharian di luar. Bisa dibilang gantian yang jaga rumah, pikir Reyhan.

Lagipula Kakanya itu juga pasti sudah merasa lebih baik, setelah Demam tempo hari kemarin.

Sesampainya ia di sana Reyhan langsung berjalan ke arah toko Bunga milik Mamanya itu, Terlihat Mamanya sedang menata beberapa tangkai bunga dan dimasukan kedalam Vas lalu disimpan di lemari pendingin.

Diana yang melihat sang anak sudah sampai lantas memeluk Reyhan dengan sayang.

"Mau mama pesenin makanan sayang?" Tanya Diana sambil membantu Reyhan duduk di meja yang biasanya dipakai untuk merangkai atau saat ada kegiatan workshop."

"Nggak usah Ma nanti dulu aja biar Reyhan kesana sendiri." Jawab Reyhan dan diangguki oleh Mamanya.

Reyhan sedikit melonggarkan penyangga tangannya dan melepasnya, ia luruskan tangannya diatas meja. Lama kelamaan juga pegal sekali bila ia harus menekuk tangannya itu seharian.

Ia ambil Jacket yang ada di dalam tasnya dan sedikit menggulungnya lalu ia gunakan sebagai bantalan tangannya.

Diana yang melihat itu lantas mendekati anaknya.

"Berasa pegel ya?" Tanyanya sambil mengelus pelan jemari Reyhan yang tidak diperban.

"Sedikit aja Mah, nanti kalau udah lama biasanya ilang kog."

"Beneran loh ya, jangan ditahan-tahan. Kalau emang ngerasa nggak nyaman bilang ke Mama atau Papa nanti kita periksa di Rumah Sakit."

Belum sempat Reyhan menjawab ucapan Mamanya, tiba-tiba dari depan pintu toko dibuka. Terdengar suara gadis yang cukup familiar ia dengar.

"Halo tante Diana." Sapa Sasya dengan sopan "Loh ada Reyhan juga."

"Hehe...ha-halo juga Sasya." Pukul kepala Reyhan kenapa ia jadi gagap seperti ini menjawabnya.

"Halo juga Sasya,  kog masih pakai baju sekolah sih nanti bisa kotor loh kalau kamu pakai buat ngerangkai bunga."

"Nggak papa Tante besok udah nggak dipakai kog, kamu udah dari tadi Han?" Sasya berjalan kesamping kiri Reyhan dan langsung duduk dikursi sebelahnya.

Sebentar ini memang harum bunga dari toko ini atau harum parfum yang dipakai Sasya, baunya manis dan segar.

"Baru aja juga kog Sya, kamu mau belajar lagi?" 

"Iyaa sekalian bikin pesenan, kebetulan sepupu aku ada yang mau wisuda jadi mau aku kasih bunga rangkaianku aja." 

"Wah enaknya jadi sepupu kamu Sya, jadi pengen dikasih bunga juga." Canda Reyhan yang mengundang kekehan dari Sasya.

"Kamu itu Kak, kalau mau bunga tinggal minta Mama aja lah di taman belakang rumah ituloh banyak sekalin free pot nya." Diana menyahut sambil meletakan pesanan bunga Sasya agar bisa ia rangkai.

"Bercanda aja sih Mah." Reyhan tertawa mendengar sahutan Mamanya.

"Sasya buat kertasanya sama pitanya kamu ambil sendiri aja ya di pojok sana kaya biasanya. Tante nggak tau soalnya bucket yang mau kamu buat dominan warn apa."

Sipping My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang