Hari ini bundanya Lian sudah diperbolehkan pulang. Salsa berinisiatif untuk ke rumah sakit sekedar membantu untuk kepulangan bunda Lian.
"Tante ini infusnya udah mau habis aku panggilin suster aja ya biar dilepas?". Ucap Salsa
"Iya nak, Tante juga sudah ga betah rasanya".
Salsa menekan tombol yang berada di dekat kasur yang ditempati oleh bunda Lian.
Tak lama suster datang menghampiri mereka.
"Sus ini infusnya minta tolong dilepas aja".
"Oh iya baik Bu, ibu hari ini sudah bisa pulang ya?". Tanya suster tersebut dengan senyuman seraya memulai kegiatannya untuk melepas infus ditangan bunda Lian.
"Iya sus, saya sudah sehat. Jadi dokter sudah bolehin saya untuk pulang".
"Sebenarnya dari kemarin juga sudah sehat, tapi anak-anak saya bawel katanya engga bunda belum sehat". Ucap bunda Lian sambil menirukan cara bicara anaknya.
"Haha itu tandanya anak-anak ibu sayang sama ibu. Mereka hanya mau memastikan bahwa ibu sudah benar-benar sehat".
"Nah betul tuh sus". Sambar Dini
Salsa hanya tersenyum menyimak percakapan tersebut.
"Sudah selesai, sehat-sehat ya ibu ya. Kalau gitu saya permisi".
"Iya sus terimakasih". Ucap Salsa
Begitu suster keluar berganti Lian yang masuk. Lian baru saja selesai mengurus semua administrasi untuk kepulangan bunda tercintanya.
"Udah?". Tanya salsa
Lian mengangguk, kemudian beralih menatap bundanya.
"Bunda udah selesai?".
"Sudah nak, ayo cepat pulang. Bunda kangen rumah".
"Iya ayo".
Salsa merasa seperti tertampar melihat bunda Lian yang ditimpa masalah serumit itu tetapi masih bisa terlihat seceria itu didepan anak-anaknya. Begitulah kekuatan seorang ibu, berusaha tegar untuk anak-anaknya tak peduli seberapa hancur dirinya.
"Sini Tante Salsa bantu". Salsa membantu bunda Lian berdiri di sebelah kanan dan Lian di sebelah kiri.
"Bunda ga mau pake kursi roda aja sampai ke depan?"
"Engga, ngapain pakai kursi roda. Orang bunda sehat kok".
"Li mending lu duluan aja ambil mobil terus tunggu di depan pintu lobby, dari pada nanti harus nunggu lagi. Kasihan Tante". Ucap Salsa
"Iya bang, bunda biar sama aku sama kak Salsa. Abang duluan aja".
"Yaudah, kalo ada apa-apa kabarin ya". Mereka semua kompak mengangguk kemudian Lian langsung keluar ruangan untuk menuju parkiran.
"Ayo Bun". Ucap Dini
Salsa, Bunda, dan Dini kemudian berjalan keluar dan masuk ke dalam lift untuk menuju lobby.
Sesampainya di lobby mereka melihat mobil Lian sudah terparkir diluar sana. Mereka bergegas menuju mobil itu.
"Tante di depan aja". Ucap Salsa begitu melihat bunda Lian ingin masuk ke kursi belakang.
"Kamu aja nak, Tante dibelakang aja sama Dini".
Akhirnya Salsa mengiyakan kemauan bunda Lian.
Selama perjalanan menuju rumah, sesekali mereka saling melempar canda satu sama lain membuat semuanya terlihat seperti seolah masalah kemarin tak pernah ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Terlambat
FanfictionCinta datang terlambat atau perasaan yang tidak disadari? Tidak ada yang benar-benar terlambat selagi mau mencoba berhenti jadi pengecut and let's make a move
