bab 47 | bertemu kembali

476 56 3
                                        

"udahlah Sal, gue juga gak bisa apa-apa anjir".

Salsa hanya bergeming menatap Aro yang sedang duduk di hadapannya dengan tatapan tajam.

"Baikan dulu baikan". Aro mengulurkan tangan kanannya ke hadapan Salsa dengan jari kelingking yang mengacung menunggu sambutan dari Salsa.

Setibanya Salsa di kampus pagi tadi. Salsa langsung mencari Aro begitu mereka bertemu, Salsa langsung menghajar Aro tanpa ampun. Aro yang kebingungan berusaha menghindar dan menangkis semua pukulan dari Salsa. Namun tetap tak bisa melindunginya dari tangan maut Salsa.

"Lu anggap gue apa sih ro". Ucap Salsa dengan ekspresi wajah yang masih terlihat sangat kesal.

"Sal gue gak dibolehin buat kasih tau lu".

"Gak boleh gue Ama si Lian". Lanjut Aro.

"Lu kalo mau marah sama dia sana".

"Lu bayangin ya ro-". Ucap Salsa menggantung.

"Dia bilang dia sayang sama gue".

"Terus habis itu dia ngilang, gue-". Ucapan Salsa terhenti kala dia melihat Aro yang terbengong menatap Salsa. Salsa berani bersumpah, ekspresi Aro saat ini benar-benar terlihat seperti orang bodoh.

"Siapa yang bilang sayang?".

Mampus. Keceplosan. -batin Salsa

"Emang gue ngomong apa?". Tanya Salsa yang sekarang sama terlihat bodohnya.

"Gue ga budeg! Siapa yang bilang sayang? Si Lian?". Ucap Aro dengan posisi yang masih sama seperti sebelumnya.

"Ini kelingking lu bisa minggir gak si!". Salsa menepis tangan Aro yang semakin lama semakin mendekati wajahnya.

"Jawab gak!". Aro saat ini sudah seperti sedang mengintrogasi Salsa.

"Iya". Sahut Salsa pelan.

Brrraaakkkkk..

Aro memukul meja dihadapannya yang menjadi pembatas antara dirinya dan Salsa. Yang berhasil membuat Salsa terkejut menarik atensi orang-orang disekitar mereka.

Salsa menatap sekelilingnya dengan senyum yang dipaksakan sambil menggunakan kata maaf.

"Bisa biasa aja gak!". Salsa memelototi Aro.

"Kelepasan".

"Kok dia gak ngomong kalo udah confess. Kok gue jadi gak tau apa-apa gini". Reaksi Aro terlihat sangat dramatis di mata Salsa yang membuat Salsa sampai memutar kedua bola matanya melihat drama yang ada di hadapannya.

"Berlebihan lu". Salsa tak tahan lagi untuk tidak menoyor kepala Aro.

"Lagi kok gue gak dikasih tau". Protes Aro.

"Lu gak penting".

"Anjing! Sakit dada gue". Aro memegangi dadanya dengan kedua tangannya tak ketinggalan ekspresi yang dibuat-buat.

"Ck!". Salsa berdecak sebal melihat Aro yang kembali memainkan perannya.

"Ini gue boleh lanjutin gak?!". Tanya Salsa dengan emosinya yang menggunung.

Salsa kembali melanjutkan ceritanya. Menumpahkan segala rasa yang mengganjal di hatinya selama ini, dengan Aro yang setia mendengarkan.

"Lian gak begitu Sal. Dia cuma gak mau lu jauhin dia setelah lu tau faktanya. Bukan dia bermaksud untuk mempermainkan lu atau apapun. Tapi percaya sama gua, dia gak se-bajingan itu". Aro menatap Salsa yang diam termenung memainkan sedotan yang ada di dalam gelas di hadapannya.

"Udah gak usah dipikirin, besok gua mau nganter nyokapnya Lian buat jenguk. Lu mau ikut?".

Salsa langsung mengalihkan tatapannya menatap Aro yang dibalas juga oleh Aro.

Belum Terlambat Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang