bab 36

849 43 2
                                        

"Lu pucat banget Li, makan dulu ini". Ucap Salsa sambil menunjuk sepiring nasi goreng dihadapan Lian.

Tatapan Lian saat ini beralih sepenuhnya menatap Salsa.

Pandangan yang terlihat lesu tersebut mengunci mata Salsa yang juga tak bisa dialihkan.

Lian menyuap nasi gorengnya dengan tatapan yang masih tertuju ke arah
Salsa.

"Ekhemm". Salsa berdeham kemudian langsung berdiri.

"Gua mau pesen makan dulu laper".

Tanpa menunggu balasan Salsa langsung pergi untuk membeli makan.

"Kak Salsa tunggu". Ucap Bila yang kemudian menyusul Salsa seperti anak ayam yang takut ditinggal ibunya.

Lian menarik sudut bibirnya. Setidaknya di situasi seperti ini masih ada Salsa yang masih berhasil untuk membuat Lian tersenyum walau hanya segaris.

Tapi tak tau nanti jika Salsa sudah mengetahui semuanya. Bisa saja Salsa justru pergi darinya bahkan sebelum dia berhasil menggenggamnya.

"Udah disuruh makan sama ayang. Minimal dihabisin sih kalo kata gua". Ledek Aro

Lian hanya tersenyum tipis menanggapi.

**

Salsa yang melihat hal itu lantas berlari sekuat tenaga mencoba mengejar. Namun sayang mobil Aro sudah lebih dulu melaju. Salsa dengan nafas ngos-ngosannya menghampiri abang-abang ojek online yang sedang duduk diatas motornya sambil memainkan ponselnya.

“bang tolong anterin saya”.

“mba maaf saya lagi off”.

“tolong bang, tolong banget darurat ini bang”.

“aduh gimana ya mba”.

“nanti saya bayar dua kali lipat”.

Si abang ojek tersebut tampak berpikir.

“okedeh ayok”.

Giliran dibilang dua kali lipat aja ayok. –Batin Salsa

Salsa naik keatas motor kemudian motor tersebut melaju.

“ikutin mobil putih itu bang”.

“siap mba”

**

Tatapan mereka terkunci satu sama lain. Secara tiba-tiba Salsa merentangkan tangannya.

“wanna hug?”.

Lian langsung berhambur ke dalam pelukan Salsa.

Lian menenggelamkan wajahnya di bahu Salsa menghirup wangi parfum Salsa yang khas. Salsa mengusap punggung Lian menenangkan. Pelukan erat yang sudah lama sekali
tak Lian rasakan. Hari ini kembali dia rasakan dengan situasi yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

***

Halo guys, di part kali ini aku bikin jadi pdf yaaa.. kenapa pdf? karena bab ini panjang sampai sekitar 26 halaman

Bab ini merupakan bab yang paling krusial dari seluruh bab.

Bab ini menurutku sangat berpengaruh ke dalam alur cerita karena apa yang ada di bab ini hampir tidak ada clue, hanya ada satu clue yang aku selipkan di bab sebelumnya dan itu ada di bab 12.

Jadi kalian wajib baca hehe.

Aku bikin bentuk pdf. Harganya cuma 10 ribu.

Buat yang mau silakan.

Rek : 16620007780 a/n puji lestari
Bank Hana atau bank keb Hana

Shopeepay : 0895330786402 inisial J

Untuk yang sudah payment boleh kirimkan buktinya ke WhatsApp 0895330786402

Dan untuk yang melakukan payment dari rek bank ke shopeepay tolong dilebihkan seribu ya karena untuk admin. Tapi kalo dari shopeepay ga usah.

Penting!
Aku mohon untuk tidak memperjualbelikan pdf ini lagi. Tolong hargai aku sebagai penulis ya guys. Karena aku nulis bab ini beneran sampai harus research beberapa kali. Bagaimanapun itu walau cerita ini fiksi tetap harus make sense menurutku.

Luv u.

Belum Terlambat Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang