Salsa dan Lian sedang dalam perjalanan menuju rumah Salsa.
Sampai akhirnya mereka melewati sebuah pasar malam yang terlihat ramai malam itu.
Salsa menatap kearah pasar malam tersebut dengan mata yang berbinar namun mulutnya tak mengatakan apapun.
"Sal makasih ya". Ucap Lian. Namun tak ada balasan.
"Sal". Masih tak ada balasan.
Lian melihat kearah spionnya dan melihat Salsa yang tengah fokus melihat keramaian di pasar malam tersebut dengan pandangan yang terlihat antusias.
"Sal".
"A-ah iya kenapa Li?".
"Mau mampir?".
"Mampir kemana?". Balas Salsa bertanya.
"Pasar malam".
"Emang boleh?".
"Kalo lu mau ayo". Jawab Lian
"Yaudah mampir dulu Li". Balas Salsa dengan suara yang terdengar antusias.
Lian memarkirkan motornya di area parkir pasar malam tersebut.
Salsa turun dan melepas helmnya. Matanya masih terlihat berbinar seolah tak sabar untuk eksplor pasar malam tersebut.
"Kalo mau apa-apa itu ngomong jangan diem aja". Ucap Lian yang sambil meletakkan helmnya.
"Takut ngerepotin". Salsa being Salsa.
"Gua seneng direpotin sama lu".
"Awas lu nyesel ngomong gitu". Ucap Salsa
Lian dan Salsa masuk ke area pasar malam. Di dalam ternyata lebih banyak lagi penjual-penjual makanan dan mainan. Kelap-kelip lampu pasar malam tersebut menambah kecantikan suasana malam itu.
"Mau kemana dulu, main? Atau jajan?". Tanya Lian
"Hmm gua mau jajan". Tanpa mengatakan apa-apa lagi Salsa langsung bergegas menuju ke gerobak penjual cimol dan kentang goreng. Lian yang ditinggalkan hanya tersenyum dan menyusul Salsa kemudian.
"Ini mba". Ucap si Abang penjual menyerahkan pesanan Salsa.
"Ini uangnya ya bang, makasih".
"Udah?". Tanya Lian yang dijawab anggukan oleh Salsa.
"Mau duduk dulu atau mau nyari yang lain?".
"Cari yang lain dulu ya". Jawab Salsa dengan menunjukkan cengirannya.
"Iya". Lian hanya menurut dengan kemauan Salsa.
Salsa berkeliling membeli jajanan yang lain. Saat ini ditangannya sudah ada telur gulung, cimol dan kentang goreng, crepes, dan sosis bakar. Semua dibayar oleh Lian kecuali cimol dan kentang goreng tadi karena Lian telat datang. Awalnya Salsa menolak dengan keras tapi Lian memaksa, Lian beralasan bahwa anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih Lian kepada Salsa. Namun itu semua tidak serta-merta membuat Salsa menerima. Salsa dengan keras kepalanya tetap menolak. Setelah semua perdebatan Salsa memilih menyerah karena dia merasa sedikit malu menjadi tontonan beberapa orang yang ada disana.
Kini mereka duduk disalah satu bangku panjang yang ada disana. Salsa meletakkan semua jajanannya di tengah.
"Tunggu bentar, jangan kemana-mana". Ucap Lian yang langsung beranjak pergi meninggalkan Salsa seorang diri dengan wajah kebingungannya.
Salsa mulai memakan jajanannya dengan khidmat sambil menatap manusia yang berlalu lalang.
Lian kembali dengan membawa dua botol air mineral di kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Terlambat
FanfictionCinta datang terlambat atau perasaan yang tidak disadari? Tidak ada yang benar-benar terlambat selagi mau mencoba berhenti jadi pengecut and let's make a move
