Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari mesti berjalan sekalipun dengan keterpaksaan, semenjak api kecil itu melenyapkan segala bentuk perasaan.
Ketenangan, kedamaian, kesunyian mengalir dalam bentuk tetes air mata yang membuatnya kian mati rasa.
Semakin lama, semakin hampa.
"Aku tidak membencinya tetapi tidak juga mau melihat wajahnya."
Hai hai hai! Aku datang dengan cerita baru, cerita ini sudah di up ya. Bisa lihat di profil ku.
Terimakasih dan selamat Tahun Baru 📝
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Just Hurt
Random[Belum direvisi secara merata] Ini tentang 'dia' seorang anak yang dipaksa kuat oleh keadaan, diikat dewasa meski usia masih terbilang belia. Memiliki dua orang ayah serta ibu bukankah hal yang indah? tapi tidak untuk 'dia' justru itu menjadi awal d...
