26

315 37 13
                                        

"KEIKO KANA!"
"BERHENTILAH MERUSUH!!" teriak Yushiro frustasi sambil memegangi rambutnya.

Gimana gk frustasi coba...
Kana tiba tiba datang di waktu gk tepat. Disaat Yushiro sedang membersihkan segala macam bakteri di rumah agar nona Tamayo nya hidup sehat.

Kana malah membuat tatanan rumah yang tadinya sehat walafiat langsung sakit semua. Rusak!!!!

"Oh.... Gomen" watados Kana dan hilang ikut Tamayo di ruang kerjanya meninggalkan Yushiro yng masih menatapnya penuh dendam.

"Iblis bgst" gumam Yushiro.

Eitsss, gk boleh toxic!!!

"Tamayo sama!" panggil Kana biadap.

Tamayo yang sudah terbiasa dengan hal itu hanya tersenyum maklum. Lumayan lah, rumah jadi rame. Tapi kalo rame banget ya bikin telinga sakit sih.

"Bagaimana dengan perkembangannya?" tanya Kana ikut duduk disebelah Tamayo.

"Sedikit lagi, sepertinya aku bisa menyelesaikan ini" jawab Tamayo walaupun agak ragu. Karena sepertinya dia masih memerlukan darah iblis bulan atas untuk diteliti walaupun hanya sedikit. Ditambah, darah milik Kana saat diteliti pun terlihat seperti darah manusia biasa. Tak ada tanda-tanda bahwa dia adalah iblis dari darahnya. Aneh bukan?

"Tak apa Tamayo sama! Semuanya butuh proses. Di korps pemburu iblis ada seorang dokter pintar yang sangat ahli membuat obat bahkan racun. Mungkin jika kalian bekerja sama, itu akan memudahkan korps pemburu iblis" cerocos Kana tak melihat Tamayo yang menatapnya berkeringat dingin.

Kek, dia pengen Tamayo masuk kandang singa?

"Bagaimana mungkin?"

"Ini hanya pemikiran absurd milikku Tamayo sama. Karena jujur saja pasti akan sulit menjalin hubungan dengan iblis. Apalagi dokter itu sangat dendam dengan iblis karena telah membunuh kakaknya" jelas Kana membuat Tamayo makin terdiam.

Hening....

Setelah pembicaraan itu, suasana berubah drastis. Dengan Kana yang diam dan Tamayo yang kembali fokus dengan sebuah buku tebal miliknya.

Tak disangka, ternyata waktu berlalu begitu cepat hingga membuat matahari kini sembunyi meninggalkan bulan.

Setelah berpamitan dengan Tamayo, Kana kembali berjalan santai untuk kembali ke kediamannya. Sangat jauh.....

Tapi karena Kana malas teleportasi, alhasil dia berjalan dengan riang di gelapnya malam yang dingin.

Berpikir kembali...

Kalau seandainya ini beneran tamat dan semuanya selamat, apakah Kana masih akan tetap hidup? Kan dia iblis ciptaan Muzan. Kalau tu aki aki mati, Kana ikut mati gk yaaa?

Keknya Tamayo gk bilang fakta lain darahnya Kana deh......

Terus, apakah Kana bisa menyelamatkan mereka yang akan tiada? Dia kan tak bisa kagebunshi seperti Naruto.

Yakali dia harus teleportasi kesana kesini.... Capek brokk...

Kek gk ikhlas, tpi emang capek...

Dia kan masih iblis, masih suka darah walaupun dikit. Jadi kan anu hehehee....

Daripada gabut gini, mendingan kita ikut ke desa penempa aja bangke!!

"Btw... Berarti Tanjiro udah war dong sat?!!"

"Gawat!! Dedek maniskuu!!! Nezuko!!"




.
.
.
.
.





Malam itu, Desa Penempa Pedang bergetar.

Serangan iblis telah menghancurkan sebagian besar desa, dan Tanjiro, dalam kondisi setengah sadar, berusaha bertahan. Pedangnya terayun lemah, napasnya berat, darah mengalir dari luka di sekujur tubuhnya.
Di depannya, seekor naga raksasa yang terbuat dari kayu mengamuk, mencabik-cabik apa saja yang ada di jalannya.

||𝑊𝑒 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝑏𝑒 𝑡𝑜𝑔𝑒𝑡ℎ𝑒𝑟'𝐾𝑖𝑚𝑒𝑡𝑠𝑢 𝑁𝑜 𝑦𝑎𝑖𝑏𝑎^Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang