33

146 21 43
                                        


Gagak gagak berteriak memberikan informasi, bahkan Kiriya dan kedua adiknya yang berada diruangan lain merasa terkejut dengan kemampuan dan kontribusi besar dari Kana.

"Kana san..." cicit Kiriya, suaranya bergetar. Kiriya tidak tahu harus melakukan apa untuk bentuk rasa terimakasih nya. Selama ini, Kana selalu membantu kisatsutai tanpa pamrih.

"Bagaimana ini Oyakata-sama?" panik Kanata karena melihat para kisatsutai yang menahan Muzan berakhir buruk.

Kiriya tersentak dan menyadari nya, alhasil dia langsung memberikan perintah ke gagak-gagak agar kisatsutai disana untuk menjauh.

Tapi rencana itu jelas diketahui Muzan, dengan cepat sulur berduri itu menebas gagak yang berkeliaran dan kisatsutai yang sudah mulai jauh dari tempatnya berdiri.

Muzan sangat kesal, karena iblis yang ia buang ternyata memiliki kenkijutsu unik yang seharusnya bisa ia manfaatkan untuk menghancurkan organisasi itu. Dan bahkan ketika si pemilik mati, kenkijutsu itu masih berguna layaknya sang pemilik masih hidup.

Kana bi like: cemas kau dek dek...

Kalau gini sih emang ngeselin.... Mana Kana udah koid lagi.

Sebelum Muzan kembali ngamuk karena doi yang ia bunuh makin ngeselin, Kiriya memberikannya perintah ke gagak di ruangan itu untuk menyuruh kisatsutai disana pergi. Mumpung kenkijutsu Kana masih berguna, Kiriya memanfatkan nya dengan baik.

Pertarungan antara oni dan pembasmi berlangsung lama di infinity castle. Kanroji dan Obanai yang berhasil mengecoh Nakime karena bantuan Yushiro.

Dan dibalik pertarungan besar itu, Kana adalah sosok yang rela mengorbankan dirinya sendiri demi kedamaian itu. Dia telah hilang, di serap oleh keserakahan Muzan demi keabadian yang nyatanya akan membuat Muzan mati lebih cepat.

Entah sudah berapa lama mereka menahan Muzan di tengah-tengah pemukiman warga. Hashira dan kisatsutai lainnya telah terluka parah. Obanai, Kanroji, Shinazugawa, Giyu... Mereka masih bisa berdiri, tapi keadaan mereka sangat buruk. Penglihatan yang merabun, tangan yang mulai tak kuat memegang katana, kaki yang mulai bergetar membuat semuanya terasa sia sia karena Muzan masih tetap berdiri tegak seolah tak ada luka sama sekali dari serangan para kisatsutai.

Tanjiro yang baru sadar dari pingsannya karena terkena darah kotor Muzan, langsung berteriak penuh amarah. Dia mengingat bagaimana oni yang selalu membuat manusia kehilangan orang tersayang mereka. Tak ada sedikit pun rasa menyerah dari dalam diri mereka ketika mengingat kembali bagaimana orang tersayang mereka direnggut oleh oni atau Muzan.

Seluruh bentuk pernapasan para hashira dan lainnya beradu, bersama-sama melawan Muzan yang kini makin membabi buta. Matahari terbit tinggal 4 jam lagi, dan mereka sudah kewalahan. Muzan makin kuat tiap menahan seluruh serangan mereka.

Apa yang dia makan sampai sekuat itu?

Muzan tertawa mengejek para kisatsutai yang terluka parah karenanya. Satu per satu kalimat ejekan penuh dendam ia keluar kan. Namun tak membuat kisatsutai berhenti menyerang. Namun,

"Lihatlah... Darah, daging, bahkan tulang oni setengah yang kalian banggakan itu telah menyatu dengan diriku."

"Aku akan abadi! Bahkan mampu menaklukkan sinar matahari. Perlawanan kalian semua sangat sia sia!"

Inosuke, bocah yang sejak tadi resah karena tidak melihat sosok yang ia panggil ibu menghentikan langkahnya. Dadanya bergemuruh tak tenang, air mata keluar dari matanya tanpa disuruh.

Apa dia kehilangan sosok ibu lagi?
Tapi kenapa? Dia sudah berusah menjadi anak baik. Kenapa Kami-sama tetap mengambilnya?!

DUHHH MAAP YA BABINOSUKE!!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 11 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

||𝑊𝑒 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝑏𝑒 𝑡𝑜𝑔𝑒𝑡ℎ𝑒𝑟'𝐾𝑖𝑚𝑒𝑡𝑠𝑢 𝑁𝑜 𝑦𝑎𝑖𝑏𝑎^Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang