Beberapa Minggu Sebelum Serangan Final ke Kastil Muzan....
Langit cerah di atas markas rahasia Korps Pembasmi Iblis. Suara pedang beradu, teriakan para kisatsutai terdengar keras dari pelatihan, dan napas berat memenuhi udara.
Ewww pasti mereka berkeringat....
Tanjiro, Zenitsu, Inosuke, dan para pendekar lain tengah menjalani pelatihan brutal bersama Hashira, semua demi satu tujuan yang sama untuk mengalahkan Muzan.
Namun, jauh dari keramaian itu, di sebuah ruang bawah tanah tersembunyi, rencana senyap namun mematikan sedang disusun.
Suara lembut lembaran kertas terdengar saat Tamayo membuka catatan ramuan. Di depannya, tiga botol kaca kecil berisi cairan kental berwarna ungu kebiruan bergetar halus.
Serum Pengubah Iblis Menjadi Manusia.
"Sudah siap, Tamayo-san?" tanya Kana, duduk di meja sebelah sambil memainkan kelopak bunga kering di jarinya.
Tamayo mengangguk pelan, matanya penuh kelelahan tapi juga keyakinan.
"Ya. Tiga dosis. Satu untuk Muzan... satu untuk Nezuko jika sewaktu-waktu dibutuhkan... dan satu... untuk cadangan."
Shinobu berdiri di belakang mereka, lengan bersilang, ekspresinya dingin. Semenjak tahu harus bekerja sama dengan iblis lain selain Kana, Shinobu menampakkan sikap aslinya.
Jujur Kana lebih senang dengan sikap jujur Shinobu daripada senyum palsunya yang dapat membuat mimpi buruk kalau tidur.
"Tapi kita belum tahu... apakah serum ini efektif saat disuntikkan langsung ke Muzan, terutama jika dia dalam kondisi penuh amarah," ucap Shinobu tegas.
Kana tertawa kecil memandang bungsu Kocho itu. "Maka dari itu aku hadir, bukan?"
Shinobu memandang tajam. "Kau ingin dia memakanmu? Itu sangat berisiko! Bagaimana jika racun dalam darahmu malah mempercepat regenerasinya?"
Tamayo langsung menoleh. "Tidak, Kocho-san. Aku sudah menelitinya dengan baik. Racun dalam darah Kana bekerja seperti pembusukan lambat. Semakin banyak darah yang terserap, semakin fatal. Jika Muzan menyerap tubuh Kana... dia akan keracunan dari dalam perlahan tapi pasti."
Setelah menjelaskan itu, Tamayo menatap mata Shinobu. "Dan perlu Kocho san ketahui, aku adalah dokter sebelum kau lahir..."
Kana menyeringai.
"Itu sebabnya, biarkan aku jadi umpan. Entah firasat ku mengatakan kalau Muzan akan datang kesini untuk menemui ahhh bukan, lebih tepatnya membunuh Oyakata-sama."
"Aku tak tau apa rencana Oyakata-sama mengenai itu. Tapi, kurasa akan ada pengorbanan besar yang akan terjadi nantinya..." ucap Kana tersenyum sedih.
"Padahal sebenarnya aku tahu apa yang akan terjadi... Memangnya aku bisa mencegahnya? Aku bukan mc seperti di fanfic-fanfic lain yang jadi OP... Kenkijutsu ku saja termasuk lemah dibandingkan Uppermoon lain..."
Shinobu masih ragu, namun akhirnya bertanya,
"Kalau gagal?"
Kana menatap Shinobu lurus.
"Tidak akan. Kujamin dengan nyawaku yang sebentar lagi hilang."
Hening.
Tamayo menutup matanya, lalu berkata pelan,
"Jangan bicara soal kegagalan. Kita sudah terlalu dekat. Ini... adalah harapan terakhir kita."
Sementara itu di tempat latihan para Hashira.....
Di lapangan terbuka, Rengoku Kyojuro, dan Tengen Uzui melatih para pendekar dengan keras. Peluh para kisatsutai bercampur di tanah. Teknik pelatihan Uzui dengan Rengoku adalah membentuk kecepatan dan ketangkasan...
KAMU SEDANG MEMBACA
||𝑊𝑒 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝑏𝑒 𝑡𝑜𝑔𝑒𝑡ℎ𝑒𝑟'𝐾𝑖𝑚𝑒𝑡𝑠𝑢 𝑁𝑜 𝑦𝑎𝑖𝑏𝑎^
ActionMasuk kedunia lain setelah kematiannya? baru pertama kali masuk kedunia, malah diubah menjadi iblis oleh Muzan. KANEKO KANA akankah sang MC utama kita aka Kana bisa membantu para anggota pemburu iblis dalam misi membunuh Muzan dkk? Ikuti ceritanya s...
