Hyunlix ver
You think you can hurt me? He broke up with me 2 months ago, but the holiday we booked as a couple was non refundable
Hyunjin menghubunginya kembali setelah dua bulan mereka putus karena masalah padatnya pekerjaan yang tak bisa dibendung. Ada quality time yang dipenuhi hanya sebagai tuntutan dari hubungan lama karena sekedar sayang dan sudah lagi tak menyenangkan.
Felix meyayangkan mereka berpisah, padahal hal tersebut bisa diperbaiki seperti sedia kala, tapi mungkin si Hwang lelah jadi Felix sebagai pihak yang lebih waras hanya menghormati realitasnya.
Liburan yang sudah jauh hari direncanakan sebagai pelepas lelah merupakan pencetus permasalahan kemarin, sumbu pendek ternyata Hyunjin masih memiliki tanggungan deadline yang tidak bisa di ganggu gugat. Tapi malam ini ada si Hwang muda muncul didepan apartement Felix sembari membawa tiket dengan paspor yang ternyata masih dipegang Hyunjin sendiri.
"Mau masuk dulu, atau ada apa?" Felix sudah menawari untuk masuk dan mengobrol didalam, karena didepan pintu dingin dan salju sudah turun.
"Tiket, hotelnya dan rental car gak bisa di refund dari pihak sana"
"Eumm begitu, aku bisa usahain izin kok. Sayang banget kalau gak dipakai" menyanggupi dan Hyunjin mengangguk setuju kemudian pamit tanpa menoleh kepada Felix sama sekali.
Kalau dulu ada kecup manja dan tidak rela berpisah. Kalau sekarang rasanya hambar dipertambahan usia mereka kemarin bersama, maklum tujuh tahun dari saat kuliah.
"Hati hati" murni perasaan Felix tapi tanggapan itu dibalas dingin. Itu hak setiap orang, hanya saja membuat si Lee begitu sedih.
Beberapa hari setelahnya, dan sudah sampai lebih lama dibandara. Ada parfum kesan seductive, bold, dan sensual dari diri sang pemakai. Tipe parfum dengan sentuhan fruity floral bercampur wangi earthy, spicy, dan woody yang ditimbulkan Hyunjin ketika duduk disamping Felix yang kesepian.
Gate sembilan penerbangan internasional tidak begitu penuh sesak, Budapest ibu kota sekaligus kota terbesar di Hungaria. Perjalanan langsung dengan waktu terbang diatas udara dua belas jam empat puluh lima menit bersama. Tidak ada yang terjadi, Felix enggan terlihat masih sayang, si Hwang dengan penuh gengsi untuk tidur miring ke sisi lain dari sisi Felix sendiri.
—
"Hyun, kebetulan kenalan aku ada yang lagi di Budhapest juga— dia ngajak jalan jalan. Kalau boleh aku mau..."
Felix tidak sempat melanjutkan kata-kata, Hyunjin sudah memotongnya.
"Iya"
Hanya kata setuju dan anggukan kasar acuh tak acuh membuat Felix bingung serba salah dan merasa tidak beres dengan ini semua.
Sesuai janji awal ia pergi jalan dengan Han Ji Sung, pemuda ceplas ceplos yang menjadi teman Felix kecil ketika pertama kali pindah dari Amerika ke Seoul kemarin. Pinggir sungai Donau yang mengalir ditengah kota Hungaria, tenang menyaksikan pemandangan lampu lampu ngobrol seru tentang saat masa dulu karena sudah terlalu lama tidak bertemu.
Jam menunjukkan pukul setengah dua belas, mendapati Hyunjin belum tidur dan asik membaca buku dalam selimut. Keadaan ruangan itu hanya diterangi lampu baca dan sedikit dingin dari biasanya.
Membawa Dobos torte yang merupakan kue bolu dilapisi krim mentega coklat dan diberi lapisan glasir karamel renyah di atasnya, Felix tawarkan pada Hyunjin yang seperti tidak peduli.
"Mau makan cake?"
Tolakan itu begitu halus, "udah sikat gigi"
Felix mengangguk paham. Kemudian mengganti baju dengan pajama dan berbaring miring disamping Hyunjin. For the god's sake kamarnya bahkan tidak bisa diganti untuk double bed karena sudah di pesan dari tahun kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARENA
Cerita PendekArena punya Hyunjin dan Felix Just Oneshoot or Twoshoot Au 👄 kapalgetek ©
