24

1.9K 191 25
                                        

Yang Jeno ketahui tentang Ellie hanya dia salah satu penumpang pesawatnya, seorang ibu dari Ella, dan seorang dokter yang memberikan pertolongan pertama saat ia terluka parah.

Hanya itu jejak ingatan mengenai Ellie, sebab seperti sudah yang kalian tahu Jeno kehilangan kesadarannya selama tiga hari penuh sebelum tim evakuasi datang menyelamatkan seluruh penumpang.

Akan tetapi bagi Ellie ceritanya berbeda. Tiga hari di pulau tak berpenghuni itu menjadi titik dimana hatinya perlahan terbuka lagi semenjak kematian suaminya.

Jeno dengan mudah masuk dan menyentuh telak sanubarinya. Perjuangan besar pria itu menyelamatkan dan membawa Ella kembali ke pelukannya, sungguh membuat Ellie jatuh sejatuhnya.

Ellie merawat Jeno sepenuh hati. Sedikit pun ia enggan menjauh dari sisi Jeno. Setiap jam mengawasi keadaan Jeno. Wanita itu dengan telaten mengganti perban, menyeka peluh, membasuh luka, dan semua itu Ellie lakukan sepenuh hati.

Hingga tiga hari kemudian di mana tim penyelamat datang, Ellie bersikukuh agar Jeno didahulukan. Baik saat di helikopter maupun di mobil ambulans jemarinya tak lepas menggenggam tangan Jeno.

Di perjalanan menuju rumah sakit secara ajaib Jeno sadar dari tidur panjangnya.

"Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Tolong jangan banyak bergerak, luka anda bisa terbuka."

Sampai di rumah sakit para petugas bergegas menurunkan brankar tempat Jeno berbaring.

"Tuan, anda akan segera masuk ruang operasi. Jangan khawatir saya akan menemani–"

"Ber.. henti."

Tiba-tiba Jeno bangkit.

"Tuan! Jangan bergerak, luka anda?!"

Ellie berteriak, memperingati agar Jeno kembali berbaring di brankar. Tangannya meraih lengan pilot itu, menhadang agar tak kemana mana karena demi Tuhan keadaan Jeno sangat memprihatinkan.

Namun Ellie justru tersentak kala Jeno menepis tangannya lalu dengan pelan melangkah meninggalkan Ellie yang sontak mematung.

Tubuh besar itu berjalan lunglai, nampak sesekali oleng hendak menghantam lantai hingga akhirnya sang pilot jatuh dalam dekap seseorang.

Ellie terkesiap, jantungnya seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat. Otaknya bekerja keras menemukan jawaban pasti. Mungkin saja itu adalah adiknya atau sepupunya. Berupaya menolak fakta jawaban paling masuk akal.

Saat itu Ellie enggan menyebut, tapi sekarang kala pertemuan beri kebenaran, Ellie merasa malu.

Jeno, yang ia sukai telah memiliki pasangan sehidup semati.

"Aku meminta maaf atas perilaku anakku, Tuan Renjun." Ellie membuka obrolan usai sepuluh menit terjebak dalam lamunan.

Renjun langsung menggeleng.

"Panggil Renjun saja." Si cantik mengumbar senyum, manik cerahnya menilik ke arah Jeno dan Ella yang sedang bermain di taman tepat di hadapan mereka. Birainya semakin mekar membayangkan Jeno akan menemani anak mereka bermain nanti seperti itu.

Mengikuti tatapan Renjun, Ellie semakin tidak enak.

"Maaf mengganggu waktu kalian berdua.. kami akan segera pulang." Ibu muda itu gelisah, hendak berdiri namun Renjun menahannya.

"Biarkan saja dulu. Ella nampak senang sekali bertemu Jeno, biarkan mereka bermain sebentar lagi ya."

Mau tak mau Ellie menurut kemudian kembali duduk, kendati kegelisahannya belumlah hilang.

Agaknya memiliki kepekaan yang tinggi memudahkan Renjun membaca situasi. Renjun tahu kalau wanita muda di sampingnya kelihatan kikuk. Gelagatnya buat ia tersenyum tipis.

Mr. Pilot || NORENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang