24

838 45 5
                                        

I'm really sorry for everyone because it took me so long to write this story because I lost my enthusiasm 😭

Mohon di maafkan aku bakalan usahain cerita ini sampai tamat

Ini kejutan buat kaliannn

Target 30 bintang kalo kurang up lama

Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba semua murid berhamburan keluar, ada yg sudah melaju dengan kendaraan masing-masing dan ada juga yang masih berdiri sambil memutar-mutar kunci nya. Menunggu parkiran lelang.

"El"panggil Kia pelan, dia mendorong kursi roda El keduanya baru saja keluar gerbang sekolah.

"Hmm,"

"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu?"

"Apa,"

"Emm tapi Kia takut El marah, gak jadi deh,"

"Lo bilang, atau gue marah beneran,"

"Kia takut El marah,"

"Bilang ajah,"sebenarnya El juga penasaran hal apa yang ingin Kia bicarakan dengannya.

"Beginih emm sebenarnya Kia bukan nya mau ikut campur atau bagaimana tentang kehidupan El, tapi aku ngerasa ada yang aneh sama keluarga El. Emm Kia ngerasa kamu kaya di..."

Kia berhenti berjalan dia sedikit melongokan kepalanya untuk melihat ekspresi wajah El seperti apa, tapi yang dia liat hanya wajar datar remaja lelaki itu.

"Kamu baik-baik aja kan El? Kalo ada masalah kamu boleh cerita sama Kia,"

"Lo gak bakal ngerti,"

"Kia ngerti,"

"Gak, nyatanya apapun yang terjadi di kehidupan gue lingkungan gue pada diri gue. Gak bakalan ada yang ngerti dan bisa gue andelin buat minta bantuan nyatanya hanya semuanya akan kembali ke diri sendiri,"menghembuskan nafasnya kasar, dunia dan kehidupannya terlalu berisik untuk dirinya yang lebih suka ketenangan.

Kia mengerjapkan matanya terkejut, ini baru pertama kalinya mendengar El berbicara sepanjang itu. Biasanya lelaki itu hanya akan berbicara sepatah dua patah kata sajah.

"Jadi bener keluarga El lagi ada masalah?"

"Ini hal pribadi lo gak perlu tau,"

"Kia hanya ingin bertanya, siapa tau El butuh bantuan Kia. Sebagai teman Kia juga ingin membantu El,"

"Cukup lo diem gak banyak omong itu udah bantu gue banget, jangan terlalu berisik gue gak suka yang berisik,"

"Tapi.... El kok ngomongnya gitu,"

"Diem kalo gak mau gue marah,"

Diam Kia benar-benar langsung diam, gadis itu hanya mengembuskan nafasnya pelan. Memendam semua rasa penasaran yang membelenggu di hatinya.

Tin" tin"

Sebuah mobil hitam berhenti di depan keduanya, itu ayahnya Kia. Arjuna keluar dari dalam mobil dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah tampannya.

"Hai cantiknya ayah, hai El,"

Kedua remaja itu langsung menyalami tangan Arjuna yang di sambut baik oleh lelaki itu.

"Maaf yah ayah lama sayang?"

"Tidak apa-apa ayah Kia tidak sendirian menunggu, hehe kan ada El jadi terasa cepat,"

"Kamu inih, ayok pulang. El kamu mau bareng sama om?"Arjuna bertanya pada lelaki yang sedari tadi hanya diam sajah.

El melihat ke arah Arjuna lalu tersenyum kaku,"tidak usah om,"

Nadi Tanpa Benua (Berlanjut)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang