Bab 3

127 0 0
                                    

Keesokan harinya saat terbangun aku lihat Ayu masih terlelap sambil memelukku, ku angkat tangannya perlahan dengan maksud agar Ayu tak sampai terbangun namun tiba-tiba saja Ayu berkata.

"Mau bikin kopi lagi pak?" Tanya Ayu pelan dengan mata tertutup.

"Kamu udah bangun?" Ucap ku tanpa menjawab pertanyaannya.

"Udah dong pak, malah aku udah siapin sarapan buat bapak." Balas Ayu.

"Hah ,, kamu udah siapin sarapan?" Kata ku kaget.

"Iya pak, coba liat ini jam berapa!" Kata Ayu, aku pun meraih hp ku.

"Astaga udah jam 9." Kataku setelah melihat jam di handphone. "Saya harus ke kantor Yu, kenapa kamu gak bangunin saya!" Sambungku.

"Aku gak tega pak, bapak keliatan nyenyak banget soalnya sampe ngorok malah, gak kaya biasanya." Terang Ayu.

"Gara-gara kamu ini juga Yu!" Ucap ku seraya nyolek hidungnya.

"Ya udah sekarang bapak mandi aja dulu trus sarapan, abis itu baru ke kantor"

"Iya, makasih ya sayang. ... Muuuaachhh" kataku yang kemudian aku susul dengan mengecup bibirnya.

Aku bangkit dari rebahan, ku turunkan kaki dari ranjang menapaki lantai kamar yang menurutku cukup hangat jika dibandingkan dengan lantai rumahku yang di Bandung padahal kamarku ini menggunakan AC yang aku set agar suhu udara berada dikisaran 23°C. Sebenarnya bukan cuma kamarku saja yang ku pasang AC, hampir seluruh ruangan di rumah ini aku pasangi AC kecuali kamar si mbok dan Ayu karena mereka menolaknya dengan alasan dingin. Mereka pernah mengatakan kalau AC di rumah ini hanya menyala disaat aku berada disana, itu pun saat aku ada di rumah saja, setelah aku berangkat ke kantor mereka segera mematikan AC dan menyalakannya lagi 1 jam sebelum aku pulang. Ucapan mereka mengenai hal itu terbukti dari tagihan listrik bulanan yang menurutku cukup murah bahkan jumlah tagihannya tak melebihi tagihan listrik rumah di Bandung padahal di rumahku tak ada AC sama sekali, jangankan AC, kipas angin juga gak ada.

Ku langkahkan kaki menuju kamar mandi di kamarku untuk membasuh tubuh dari peluh pasca bersetubuh menjelang subuh. Aku mengguyur tubuhku dengan air dingin yang sebenarnya menurutku terasa sedikit hangat lalu aku menyabuni tubuh ini tanpa ada yang terlewat terutama dibagian alat vital ku mengingat usai keluar masuk liang belakang Ayu dini hari tadi.

Selesai mandi aku mendapati pakaian sudah tersusun rapi diatas tempat tidur. Ayu memilihkan baju untukku, dia menyiapkan kaos berkerah warna abu dan celana jeans hitam. Aku tersenyum melihat pakaian itu, bukan aku tak suka tapi hal ini merupakan kejadian langka yang baru pertama kali terjadi selama aku tinggal disini. Ayu melakukan itu mungkin karena gak ada si mbok jadi dia berani membuka dan memilihkan pakaian yang ada didalam lemari pakaianku.

Usai berpakaian aku keluar menuju ruang makan dimana Ayu sudah menungguku disana yang menggunakan lingerie cosplay maid warna hitam dengan renda putih. Ayu tersenyum bahagia ketika melihatku menggunakan pakaian yang dia pilihkan untukku.

Aku menatapnya kagum, lingerie cosplay maid itu benar-benar membuatnya telihat sangat cantik dan juga sexy karena Ayu tak menggunakan bra dan cd dibalik lingerie tersebut yang membuat batangku perlahan menggeliat tak kuat melihat keindahan tubuhnya.

"Aduh Yu, saya jadi pengen lagi nih" ucapku.

"Ah bapak ini 6 jam juga belum masa udah pengen lagi!" timpal Ayu.

"Abis kamu sexy banget gak kaya biasanya"

"Mau yang mana pak?" tanya Ayu sambil nungging seperti rukuk dengan kedua sikut bertumpu pada meja makan memperlihatkan liang pantat dan memeknya kepadaku.

Sonia Keponakan Istriku 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang