POV Sonia.
Entah apa yang terjadi pada diriku setelah aku mengandung Arta Fariza anak pertamaku, usai masa nifas berakhir hasrat sexualku semakin meningkat hingga aku kadang tak merasa puas jika hanya batang kejantanan suamiku saja yang bermain di kedua lubangku, aku selalu membawa serta dildo yang tahun lalu suamiku belikan sebelum kita menikah ketika kami bersetubuh. Jika batang suamiku bermain di liang vagina maka aku mainkan dildo di liang analku dan begitu sebaliknya, jika batang suamiku bermain di liang anal maka aku mainkan dildo di liang vaginaku. Hanya dengan cara itulah aku bisa merasa puas walau hanya mencapai orgasme satu kali saja, lain halnya jika dildo tak ikut serta dalam persetubuhan kami, walau aku mencapai puncak kenikmatan berkali-kali tetap saja aku merasa kurang hingga tak jarang aku meminta round tambahan sampai aku benar-benar lemas dan tertidur pulas.
Dalam kehidupan rumah tangga kami khususnya dalam urusan ranjang mungkin bisa dibilang tak wajar bagi sebagian karena kami kerapkali melakukan hubungan sexual secara bersamaan atau lebih dikenal dengan istilah foursome MFFF (Man Female Female Female) atau satu pria tiga wanita. Memang ritual itu tak selalu kita lakukan tapi dalam satu bulan setidaknya kami lakukan sebanyak dua kali, jika sudah main berempat tak jarang kami para istri melakukan lesbian juga tergantung siapa yang sedang digunakan oleh suami. Maksudnya, misal aku sedang bermain dengan suami makan tante Astri dan mba Viona melakukan lesbian, atau jika tante Astri sedang bermain dengan suami makan aku dan mba Viona yang melakukan lesbian. Iya lebih sering sih seperti itu, kalo aku sama tante Astri bisa dibilang jarang soalnya aku sedikit merasa risih jika main sama tanteku sendiri lain kalo main sama mba Viona, kadang jika suami sedang berada diluar kota aku dan mba Viona sering kali bermain untuk menuntaskan nafsu birahi masing-masing selama ditinggal suami ke Kebumen, tentunya apa yang kami lakukan atas dasar izin dan sepengetahuan suami.
Sebetulnya orientasi sex ku itu staight bukan lesbi atau bisex namun dengan hadirnya mba Viona dalam kehidupan kami perlahan mulai memengaruhi orientasi sex ku. Sebenarnya gejala itu sudah muncul sebelum suamiku menikahi mba Viona, gejala awal datang dari tanteku sendiri ketika tante mengucapkan selamat atas kehamilanku tante menghampiri kemudian memeluk dan hendak mencium bibirku namun aku menghindar dan ciuman tante mendarat tepat ujung bibir sebelah kanan. Aku keluhkan perlakuan tante Astri pada suamiku tapi ia seolah tak peduli bahkan terkesan menginginkan aku berciuman dengan tanteku sendiri.
Hal paling mengejutkan terjadi setahun yang lalu lebih tepatnya di malam pertama pernikahan suamiku dengan mba Viona. Awal mulanya aku dan tante Astri berencana untuk ikut serta di malam pertama itu tapi setelah dipikir lagi rasanya tak adil jika aku dan tante mengganggu malam istimewa itu mengingat saat malam pertamaku tante Astri pun tak ikut serta. Rencana hanya tinggal rencana, di malam pertama antara suamiku dengan mba Viona hal diluar dugaan terjadi, satu jam sebelum persetubuhan suamiku meminum obat kuat karena ia pikir aku dan tante akan menemani malam pertama mereka. Ia meminum obat kuat karena khawatir tak mampu memuaskan kami istri-istrinya di malam itu namun dengan pengunduran diri aku dan tante Astri justru malah membuat mba Viona kewalahan dan tak sanggup lagi melayaninya. Mba Viona mengeluhkan itu pada tante Astri dan tante menyuruhku untuk membantu mba Viona menumbangkan suami kami. (Halah anying bahasanya syeyem 😂😂😂).
Aku pun turun dari kamarku untuk turut serta dalam acara malam pertama antara suamiku dengan mba Viona, sesampainya di kamar aku tanggalkan pakaian kemudian naik keatas ranjang dimana suami dan mba Viona berada kemudian ku layani suamiku untuk menuntaskan nafsu biarahinya. Mba Viona sudah nampak kelelahan, ia terkapar lemas tak berdaya disamping kami yang sedang asik bersetubuh. Tak lama berselang tante Astri datang dan hal yang sangat mengejutkanku terjadi, tante Astri duduk disamping mba Viona kemudian membimbingnya untuk duduk, setelah itu mereka berciuman dengan penuh nafsu. Mba Vi yang semula lemas tak berdaya seakan lupa pada rasa lelahnya, ia layani ciuman tante Astri dengan penuh gairah bahkan keduanya sampai mengambil posisi 69 dan saling menjilati vagina dengan penuh nafsu.
