"Kamu ingin memperlakukanku seperti wanita nakal?"
"Setahuku tidak ada salah bagi seorang istri menggoda suaminya dan membuat suaminya ingin pada tubuh istrinya."
"Pak Rio!"
Dini membulatkan matanya sudah tak tahan lagi dengan keinginan Rio yang menurutnya semakin merendahkan dirinya. Dini tak mengerti kenapa dendam bisa membuat seseorang jadi tidak punya perasaan?
Satrio sampai melegalkan segala cara untuk mengambil miliknya hingga membuat Dini dan putrinya Anggia terlantar. Sekarang Rio, dia memang menyelamatkan Anggia sehingga bisa mendapatkan pengobatan tapi lihat bagaimana perlakuannya pada Dini? Kejam sekali. Menurut Dini, kemarahan Rio karena dirinya meninggalkan pria itu menikah dengan lelaki lain sudah membutakannya. Padahal Rio sendiri tidak tahu bagaimana sulitnya Dini hidup tanpa dirinya dulu.
Tapi apakah itu semua harus diungkit olehnya?
"Tidak sanggup melakukannya dan ingin putrimu-"
"Baiklah!" seru Dini yang terpaksa menuruti keinginan orang dihadapannya.
Untuk saat ini Dini belum bisa melakukan apapun kecuali menuruti semua keinginan Rio. Dia tidak mau meresikokan Anggia. Toh cepat atau lambat, Dini tetap harus melakukannya dengan Rio dan ini satu-satunya jalan keluar sebelum Rio melepaskan Dini setelah melahirkan anak pria itu.
Dini pasrah! Dia sudah memperingatkan Rio untuk mencari wanita lain tapi pria itu tidak mau jadi jangan salahkan dia jika suatu saat nanti keturunan mereka akan memiliki masalah yang sama seperti putrinya. Dini tidak tahu ke mana lagi dia harus bicara dan meminta bantuan. Sekarang saja, dirinya harus menahan malu menanggalkan semua pakaiannya.
"Puas?" ucap Dini setelah membuat dirinya polos di hadapan Rio.
"Sssh, kurang menarik. Aku belum bisa punya keinginan!"
Kalau disuruh memilih siapa lelaki yang paling kurang ajar yang ingin Dini hapuskan dari muka bumi, pilihan pertama adalah Rio baru kedua adalah Satrio. Dini tak tahu mana bedanya yang baik dan yang buruk di antara keduanya. Tapi yang pasti, Rio sungguh merendahkan dirinya.
"Ya sudah, itu urusan Anda!"
"Siapa yang menyuruhmu memakai itu? Taruh! Aku belum perintahkan!"
"Tadi katanya Anda tidak ingin?"
"Hm, kemari! Kutunjukkan apa bagian tubuhmu yang kurang menarik. Jadi, nanti perbaikilah!"
Perintah yang luar biasa! Dini tak tahu kalau orang di hadapannya memang betul-betul tidak punya moral. main menunjuk-nunjuk bagian tubuhnya, menyentuh sesuka hati, menghinakannya, hingga Dini ingin sekali mencakar mulutnya itu. Namun sayang, ujungnya Dini merasa lemah sekali tak bisa menahan dari setiap gerakan tangan Rio justru membuatnya kembali basah.
Dan lagi, posisi Dini masih berdiri. Mampukah kakinya menahan gejolak rasa itu dan membuat dirinya kokoh berdiri tanpa merasakan efek sentuhan itu?
"Dini, kenapa denganmu? Sulitkah berdiri diam?"
"Pak Rio, saya ini wanita normal! Setiap sentuhan tangan Anda tetap membuat saya bergairah! Apa Anda tak paham sesuatu yang sederhana seperti itu? Seharusnya seorang dokter seperti Anda lebih paham daripada saya!"
"Ah, jadi kalau Satrio menyentuhmu begini kamu juga terangsang?"
Sial! Dini tak menyangkal lagi-lagi jawabannya justru mengerucut pada jebakan Rio. Pintar sekali pria itu memainkan kata sehingga Dini lagi-lagi kalah.
"Enakan mana sentuhanku dengannya?" netra itu masih memindai Dini dengan satu tangan Rio juga menyangga dagunya sehingga Dini tak bisa berpaling menatap sisi lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sewa Rahim Mantan
RomanceDini Putri Lestari terpaksa membiarkan dirinya terjebak dalam hubungan yang sulit dengan Rio Ravindra karena menawarkan diri menjadi ibu pengganti yang akan mengandung anak Rio dan istrinya Christa. Dini tak ada pilihan karena harus membiayai pengob...
