"Satrio!"
Dini kaget dan dia tidak menyangka kalau Satrio akan bertindak segila itu. Memang sih dia tidak mencuri apapun. Tapi tetap saja dia dipermalukan. Apalagi kini yang security, yang dipanggil oleh bodyguard pun mendekat pada Dini.
Tempat Dini berdiri agak sedikit jauh dari Anggia yang bermain dengan susternya. Beruntung mereka sepertinya larut dalam permainan sehingga tidak memperhatikan Dini yang sedang kesulitan. Dini tak mau anaknya melihat ini.
"Saya tidak mencuri Pak!" Dini membela diri dan tidak mau memberikan tasnya. Dia tidak mencuri apapun!
"Lihat saja! Kamu tidak berani memberikan isi tasmu pasti di dalam sana ada barang curian dari pengunjung di mall ini kan? Kamu pikir aku nggak tahu gimana buruknya kamu? Bisa membeli baju branded, dari mana uangnya kalau tidak mencuri?"
Makin sinislah orang-orang menatap Dini. Lagi-lagi mereka hanya memperhatikan tentang penampilan luar Satrio Dan menganggap apa yang dikatakan oleh pria itu benar adanya.
"Coba kami lihat dulu isi tasnya mbak!"
"Tapi aku tidak mencuri apapun!"
Dini kembali menegaskan dan dia memang tidak ingin memberikannya
"Paksa saja Pak! Saya yakin isinya adalah barang curian."
Sayang memang tidak ada orang yang mau mendengar Dini. Pesona Satrio membuat para security juga buta. Mereka mengambil paksa tas Dini Wanita itu sudah meninggikan suaranya dan berusaha untuk memegangnya erat. Sayang tenaga Dini kalah
"Wah ternyata kartu yang kamu curi itu lumayan berkelas juga ya Dini! Dan apa itu? Handphone mu juga sepertinya bukan yang dulu. Atau jangan-jangan kamu menjual dirimu? Tapi kayaknya nggak mungkin laku sih!"
Satrio menyindir! Dia semakin yakin kalau Dini mencuri dan suara gunjingan orang-orang pun sudah mulai terdengar di telinga Dini.
Bisa apa dia sekarang? Dini mengepalkan tangannya kesal karena dia tidak mungkin juga menceritakan Dari mana asal mula kartu itu.
Selain orang-orang mungkin saja tidak percaya Dini juga tidak mungkin membongkar tentang Rio. Tapi bagaimana jika kartu itu diambil Satrio? Bukankah dia akan tahu masalah Rio?
"Sekarang kamu jujur dari mana kamu mencuri kartu itu? Pengunjung mall yang mana?"
Dan Satrio belum selesai menghina Dini. Dia kembali menyudutkan Dini. Rasanya seperti belum puas saja dia menghancurkan hidup Dini!
"Kartu-kartu itu dariku. Dini bukan mencuri tapi aku yang memberikannya!"
Untungnya di saat suasana tidak sedang baik-baik saja ada seseorang yang datang mendekat dan kini sudah berdiri di samping Dini membuat para security yang mengenalinya mereka kaget dan takutan. Langsung memasukkan benda-benda yang tadi dipegang dari tas Dini ke dalam tas dan menyerahkannya pada Dini.
Mereka yang mengenali sosok itu segera meminta maaf.
"Seharusnya kalian tidak menghinakan pengunjung Mall seperti ini. Saya sangat kecewa sekali dengan perlakuan security Mall ini yang bertindak sepihak. Saya akan membicarakannya dengan HRD dan kalian nanti pertanggungjawabkan perbuatan kalian di hadapan HRD!"
Mereka terlihat panik! Tapi pria itu tetap pada pendiriannya dan kini matanya menatap Satrio yang wajahnya terlihat bingung
"Kamu kayaknya ketipu dengannya! Apa yang dia katakan itu enggak benar!"
"Aku ketipu?" pria itu kembali manggut-manggut
"Dini bawa putrimu. Kita ke ruanganku!" dan tak langsung menanggapi Satrio justru orang di samping Dini malah ngajak Dini pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sewa Rahim Mantan
RomanceDini Putri Lestari terpaksa membiarkan dirinya terjebak dalam hubungan yang sulit dengan Rio Ravindra karena menawarkan diri menjadi ibu pengganti yang akan mengandung anak Rio dan istrinya Christa. Dini tak ada pilihan karena harus membiayai pengob...
