sembilan

5.6K 291 2
                                        

"Ghe kau yakin, kau hanya rakyat biasa?" tanya Arya penasaran pada Ghea.

"iya lah, memang kenapa coba?" respon Ghea heran atas pertanyaan Arya yang unfaedah menurut nya.

"Bukan apa apa hanya saja kau itu terlalu cantik untuk ukuran rakyat biasa, kau lihat kulit mu itu terlalu putih dan terlihat lembut sampai susah untuk aku uangkap kan." lebay Arya dan memang kenyataan nya karena Ghea yang mengurus dan merawat dirinya dengan baik selama ini hingga diri nya yang sebelum nya lusuh tak terurus  menjadi berubah dratis penampilan nya, dari ujung kaki hingga ujung rambut nya yang lembut dan sehitam malam, yang terawat baik hingga diri nya berpenampilan layak nya boneka hidup.

"Woah jelas Ghea gitu loh." narsis Ghea bangga akan diri nya yang sekarang.

"Lah malah berbangga diri, nyesal aku tanya seperti itu tadi." sinis Arya jengah dengan sikap Ghea.

"Ye jelas lah bangga, karena kenyataan nya aku itu sempurna." ujar Ghea sombong.

"Ya ...ya apa kata kau saja lah Ghe." ujar Arya malas berdebat yang berakhir diri nya yang selalu kalah pasti nanti nya.

"Ar kayak nya gak lama lagi kita bakal kepisah deh." ujar Ghea tiba tiba, memulai pembicaraan serius.

"Lah memang kenapa? emang kau mau pergi kemana? aku ikut lah, malas banget kalo aku harus hidup sendirian lagi, bosan tau gak ada teman." respon Arya cepat pada ucapan Ghea.

"Gak kemana mana sih, cuma pirasat aku aja, kalo kita bakal kepisah gak lama lagi maka nya aku kasi tau memang biar nanti nya kau gak kaget lagi kalo seandainya benar terjadi." ujar Ghea tenang.

"Lah kirain kau berencana  mau pergi kemana gitu, tau nya cuma pirasat gak jelas mu aja." ujar Arya kembali tenang.

"Seterah lah yang penting aku udah kasi tau, jangan kaget aja kalo nanti nya benar terjadi."

"Tenang selama pergi yang kau maksud bukan keinginan mu, aku bisa tenang, karena kemana pun kau pergi aku bakal ikut juga, jadi kalo mau pergi kemana pun itu kasi tau aku ya, karena kau sudah seperti adik bagi ku, dan aku akan selalu berada di sisi mu layak nya seorang abang yang akan menjaga adik nya." ujar Arya sungguh sungguh.

"Terima kasih, kau orang asing sebelum nya tapi bisa menyayangi aku dengan tulus, terima kasih Arya buat segala nya." ujar Ghea tulus.

"Ya, tetap lah menjadi Ghea adik kecil ku." ujar Arya dengan senyum lembut yang tulus pada Ghea.

_____

Setelah mengetahui keberadaan Ghea, Ziander beserta rombongan nya segera pergi ketempat yang di maksud, terlihat Toris juga ada di antara mereka dan menjadi yang paling semangat diantara mereka, karena merasa rencana nya akan segera terealisasikan, yaitu melenyap kan Ghea seseorang yang sangat ia benci.

"Rasa rasa nya aku tak sabaran ingin segera merealisasikan rencana ku dan mengahiri segalanya." gumam Toris gereget tak sabar rasa nya ingin segera melakukan apa yang ingin ia lakukan selama ini.

"Tenang kan diri mu dan tahan hasrat mu itu, kau harus bermain aman, jangan terlalu menampakan kejahatan mu, akan menjadi hal merepotkan kelak jika sampai terdengar dan diketahui banyak orang." ujar Ziander menasehati anak nya.

"Ya ... ya akan aku tahan sampai tiba di rumah,  tapi sebelum itu aku harus memastikan anak sampah itu diseret pulang setelah ini." ujar Toris penuh semangat.

"Dasar kau ini, segitu dendam nya kau, sampai se nafsu itu kau ingin melenyap kan nya."  komentar Ziander pada toris yang begitu berambisi.

"Ya jelas , kau sangat tau itu ayah."

GheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang