Jika tak bisa pergi dengan cara damai, maka pilihan kabur adalah jalan terakhir nya, dan itu lah yang tengah Ghea laku kan saat ini, melepaskan diri dari kurungan yang mereka lakukan pada nya adalah hal yang muda bagi nya yang berjiwa dewasa tapi tentu nya tidak atau mustahil jika itu adalah jiwa asli pemilik tubuh yang hanya seorang bocah kecil.
"Mereka terlalu menganggap remeh diri ku hu! , dengan hanya mengurung diriku di ruangan kosong tanpa penjagaan, mereka pikir aku sebocah itu apa yang tak bisa kabur dari tempat seperti itu, cih selalu menganggap remeh seseorang adalah kebiasaan mereka semua." nilai Ghea muak.
berjalan sendirian di waktu dini hari tak lupa dengan bungkusan di pelukan nya, hasil rampokan nya beberapa waktu lalu Ghea melarikan diri dari kediaman Ziander, dengan tubuh nya yang kecil mudahkan dirinya untuk menyelinap kabur, tujuan Ghea setelah ini belum ia ketahui entahlah keberuntungan biasanya datang tanpa terduga, mana tau setelah ini ia mendapatkan tempat yang bagus untuk tinggal dan bersembunyi, jadi lakukan saja mengikuti kemana alur takdir membawa nya.
menemui Arya seperti kesepakatan mereka sebelum nya, tak mungkin ia lakukan, karena tak ingin melibatkan Arya dalam masalah nya, lebih tepatnya tak ingin menambah beban masalahnya, jika Arya berada di sekitarnya dan nantinya ikut terseret masalah karena nya , maka diri nya juga yang akan repot, maka nya lebih baik hindari sebelum terjadi, dirinya tak ingin lebih repot lagi dari ini.
menoleh sejenak ke belakang menatap bangunan megah Ziander yang akan ia tinggali. "terimakasih untuk kalian semua, karena kalian aku mempunyai kesempatan untuk membalas perbuatan kalian semua, nikmati lah hadiah kecil dari ku." Gumam Ghea sinis menatap senang pada apa yang akan terjadi setelah ini, setelah puas gegas ia meneruskan langkah nya meninggalkan kediaman Ziander yang perlahan mulai terbakar oleh api yang semula kecil dan segera membesar karena jalar api yang cepat membakar sekitar bangunan yang sebelumnya telah sengaja Ghea sirami dengan minyak untuk memudahkan api menyebar dan membakar bangunan megah itu.
"Waktu lalu mungkin hanya bangunan kecil milik nya yang aku bakar, tapi kali ini tidak, akan aku pastikan kesombongan mereka akan ikut hangus bersama api itu."
Dalam sekejap bangunan megah milik Ziander telah berubah menjadi puing puing bangunan hangus tak bersisa, jika di masa depan ada unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api, maka untuk saat ini belum ada yang seperti itu jadi mustahil untuk memadamkan api yang besar itu dengan manual, walau sebanyak apapun prajurit milik Ziander tak akan mampu melawan keganasan api yang tengah menyala itu.
Disisi lain, tepat nya di kediaman Ziander tengah gempar dengan kebakaran yang tiba-tiba terjadi bahkan sampai menghangus kan seluruh kediaman tak ada satu pun yang tersisa semua habis terbakar api, ada juga beberapa korban jiwa, lebih dari 5 orang meninggal dunia dan 30 arang lain nya cidera serta terkena luka bakar dari yang ringan hingga parah, bisa di bayang kan sebesar apa kebakaran itu.
Tapi setelah semua itu keberuntungan masih berpihak pada Ziander dan ketiga putra nya, dengan selamat nya mereka dari kebakaran itu, tidak sepenuh nya selamat Ziander harus merelakan lengan mulus nya terkena luka bakar parah karena menangkis puing bangunan yang akan menimpa nya, sementara Toris harus merelakan rambut indahnya rusak karena terbakar api, hanya Xender dan Dikra yang selamat tanpa cidera.
"Apa penyebab kebakaran ini terjadi? bagaimana bisa kalian semua lengah dan berakhir fatal seperti ini, apa saja kerja kalian semua, tidak becus percuma di gaji tapi tidak berguna." amuk Ziander murka pada seluruh bawahan nya yang hanya bisa menunduk merasa bersalah, entah lah mereka pun tidak tau dan tak menyangka. kejadian nya terlalu cepat dan tiba tiba membuat mereka panik dan tak bisa mengambil tindakan tepat untuk pencegahan.
"Jangan bahas itu dulu ayah, pastikan dulu keadaan Ghea, bukan kah terakhir kali dia ayah kurung di ruangan kosong sendirian tanpa penjagaan." seru Xender sedikit panik , bagaimana nasib Ghea yang di kurung di dalam ruangan, jika tak bisa keluar dan terbakar didalam nya apakah dia telah tiada.
"Ah iya aku melupakan nya, kau coba cek, keberadaan nya masih didalam ruangan itu atau sudah di selamat kan oleh seseorang." perintah Ziander segera pada salah satu prajurit nya, dirinya merasa panik dan juga berpikiran sama seperti Xender.
Sementara Toris hanya terdiam mendengar pembicaraan antara ayahnya dan kakak nya, tak ada siapa pun yang tau apa yang ia pikir kan hanya diri nya yang tau.
Begitu pun Dikra yang hanya duduk terdiam di kursi , dengan ekpresi lelah yang kentara.
"Maaf tuan, ruangan tempat nona dikurung telah habis terbakar, semua bangunan telah rata menjadi abu, sepertinya nona terjebak di dalam ruangan saat kebakaran, karena kami menemukan jasad anak kecil yang hangus terbakar di sekitar lokasi." jelas seorang prajurit yang sebelum nya di perintah kan oleh Ziander untuk mengecek keadaan Ghea.
"Kau yakin, itu jasad Ghea?"
"Entahlah tuan, jika melihat dari ciri ciri jasad di lokasi kejadian mereka hampir mirip."
"Sudah kau selidiki di sekitar, mungkin saja dia telah di selamat kan oleh seseorang." tanya Ziander menolak untuk percaya.
"iya, bisa jadi ada prajurit atau pelayan yang menyelamatkan nya." sahut Xender yang juga menolak untuk percaya.
"Bocah bernyawa kucing itu, mana mungkin semudah itu musnah. kau cari saja dulu dengan teliti, baru kau kabari hasil nya setelah nya." sahut Toris datar.
"Ya dia bocah yang tak terduga, tak bisa tertebak keadaan nya sebelum di lihat sendiri keadaan nya seperti apa." sahut Dikra ikut menimpali. "Entah berapa kali ia selalu lolos dari kematian dan aku yakin kebakaran ini pun pasti di sebabkan oleh nya, melihat seberapa berontak dan benci nya dia pada kami, pasti nya ia sangat dendam dan melakukan semua ini untuk membalas kami." ujar Dikra berpendapat.
"Kau rugi banyak karena nya Ayah, jika itu benar." ejek Toris pada Ayah nya.
"Tak ada artinya bagi ku kerugian ini, kau tau pasti seberapa banyak kekayaan ku, jadi ini semua hanya sebagian terkecil kerugian ku, dan tak bearti apa apa." sombong Ziander menanggapi ejekan Toris pada nya.
"Ya kau benar, aku sebagai salah satu pewaris mu merasa cukup bangga karena nya."
"Jadi bagaimana? kemana perginya dia , jika jasad itu bukan dia?"
"Entahlah , sepertinya kita harus memulai kembali pencarian."
"Bagaimana dengan Yasaza?"
"Dia baru saja pergi kekaisaran timur, untuk melakukan sesuatu."
"Sial kenapa harus pergi di saat yang tidak tepat."
4 April 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghea
Novela Juvenil"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?" Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
