"Jadi hanya ini kamar yang bisa kau sediakan, setelah aku membayar mu dengan harga tinggi?!"
Respon Ghea tidak puas dengan kondisi kamar yang akan ia sewa, jauh sekali dari ekspetasi nya, dalam bayangan nya ia akan mendapatkan kamar mewah seperti kamar Agra mungkin, atau mendekati tapi ini, nyatanya jauh sekali bahkan tak ada separuh dari yang ia harapkan, rasanya sia sia bahkan merugi dirinya yang menyerahkan semua hartanya hanya untuk kamar sepetak tempat nya berada saat ini.
"Kenapa? kau tak suka? hanya ini yang tersisa." jawab Agra santai, tentu nya itu kebohongan, nyatanya banyak ruangan besar di istana ini hanya saja ia merubah niat awal nya yang semula ingin menyediakan ruangan yang bagus sesuai keinginan Ghea tapi urung, karena ingin membalas keangkuhan Ghea, ia masih kesal dengan perlakuan Ghea pada nya.
"Cik... istana macam apa ini, yang tak memiliki banyak ruang yang layak, bahkan kamar yang kau sediakan ini pantasnya hanya untuk pelayan tinggali." sungut Ghea kesal.
"ya memang seperti ini ada nya." sahut Agra kalem, menahan kekesalan atas cibiran Ghea.
"Aku tak mau kamar ini, untuk mu saja, aku tetap dikamar mu saja disana lebih layak dan sesuai dengan yang aku bayar kan, bay...!" ucap Ghea dan berlalu pergi segera kembali kekamar Agra yang ia tempati sebelum nya.
Agra sendiri membelalak kaget, tak menyangka rencananya malah berbalik merugikan dirinya sendiri. "Eh tidak bisa gitu lah, itu kan kamar ku, tidak untuk di sewakan apa lagi pada mu." tentang Agra tidak Terima.
"Mana aku perduli, salah mu sendiri yang tidak becus, lebih tepatnya rencana bodoh yang sengaja kau rencanakan, kini aku kembalikan pada mu." sahut Ghea acuh, dipikir nya ia tak tau apa, kalo Agra sengaja melakukan itu.
"Ok.. ok aku cari kan kamar lain untuk mu, dan aku jamin kali ini sesuai dengan keinginan mu." bujuk Agra ke Ghea.
"Terlambat, dan aku sudah tak berminat, sudah ada yang bagus di depan mata kenapa harus cari yang lain kan." ujar Ghea bersikeras, tak termakan bujukan Agra pada nya.
"Kau keterlaluan sekali mengusir seorang putra mahkota dari kamar nya sendiri." keluh Agra dramatis.
"Jangan berlaga seolah hanya itu kamar mewah yang tersedia, aku tau pasti banyak kamar mewah lainnya yang bisa kau tempati di istana ini dan kau hanya tinggal memilih sesuai keinginan mu." sela Ghea malas melihat tingkah drama Agra.
"Tetap saja, aku tak ingin pindah dari kamar ku." tentang Agra tak ingin menyerah.
"Dan aku tak memberikan pilihan untuk mu." sahut Ghea sebelum menutup kencang pintu kamar Agra setelah ia memasuki ruangan, meninggal kan Agra yang berdiri mematung dengan perasaan kaget atas perlakuan berani Ghea, di depan pintu kamar nya yang telah tertutup bahkan terkunci.
Para prajurit yang menyaksikan itu hanya berdiri bungkam, bersikap seolah tak tau dan melihat apa pun, di karena kan mereka segan pada Agra yang seorang putra mahkota.
"Jaga tempat ini dari siapa pun yang ingin berkunjung, cegah siapa pun itu memasuki wilayah sekitar, dan jaga mulut kalian serapat mungkin, jika ada cela maka kalian semua yang akan menanggung akibat nya, paham?!" ujar Agra tegas pada para prajurit nya yang berjaga di sekitar kamar nya.
"Baik, yang mulia akan kami lakukan sesuai perintah." patuh mereka tanpa berani menatap Agra, mereka sungguh segan pada Agra yang merupakan putra mahkota yang terkenal tegas dan tak suka di bantah, pada dasarnya Agra itu adalah seorang yang kejam pada siapapun itu yang menyinggung nya.
"Pastikan juga para pelayanan melakukan hal yang sama." ujar nya lagi dan berlalu pergi untuk menenangkan kekesalan nya untuk sesaat.
"Apa aku kurang terlihat tegas pada nya ya?! sehingga ia seberani itu pada ku?" monolog Agra di tengah perjalanan nya.
_______________
"Hey kau melihatnya kan? gadis kecil tadi!" seru rendah salah seorang prajurit pada temannya nyaris berbisik tak ingin pembahasan mereka sampai terdengar pada orang bersangkutan.
"Hem, ya! dia sungguh berani bersikap seperti itu kepada yang mulia, tidak kah dia takut pada putra mahkota." sahut teman nya menyambut pertanyaan dari teman nya.
"Iya, kita bahkan semua orang tau benar seperti apa putra mahkota itu, sangat kejam dan tak suka di singgung tapi lihat apa yang di lakukan gadis kecil tadi, rasanya tak berani aku bayang kan dampaknya jika yang melakukan itu adalah diri ku." ujar teman nya ngeri membayangkan hukum yang akan dirinya Terima jika itu adalah dirnya.
"Hentikan, sebelum kalian menyesal." seru teman lainnya memperingati.
"Ha, aku hilaf sampai melupakan nya, terimakasih atas peringatan nya teman." sahut seorang yang ditegur itu.
___________
"Salam yang mulia putra mahkota." sapa seorang pelayan menghentikan langkah Agra.
"Ya?!" respon Agra singkat.
"Kamar yang anda suruh saya siap kan sudah selesai yang mulia." beritahu pelayan itu.
"Ya, biarkan saja, sudah tak di perlukan lagi." sahut Agra ketus, teringat dengan kekesalan nya sebelum nya tentang masalah kamar.
"Ha..?!" heran pelayan itu, bukankah ia disuruh siap kan sebelum nya, tapi kenapa setelah siap malah tidak lagi diperlukan herannya.
"Sudah kan? tidak ada keperluan lagi, pergi sana, aku banyak urusan." usir nya pada pelayan itu yang segera di lakukan oleh nya.
"Ba.. baik yang mulia."
"Kamar milik ku sendiri kenapa harus aku yang pergi." rungunya gusar. "lihat saja akan aku tunjukkan seperti apa kekuasaan itu." ujarnya Berencana untuk kembali menemui Ghea nanti malam setelah urusan nya selesai.
________
"Kenapa? sopan kah gedor gedor pintu kamar orang di tengah malam seperti itu?" sinis Ghea kesal pada kelakuan Agra yang menggedor gedor pintu kamar nya di jam larut malam seperti ini.
"Kenapa apa?! ini kan kamar ku, jadi sudah sepantasnya aku kembali kesini jika ingin tidur." jawab Agra santai, mengabaikan raut kesal Ghea.
"Kau... tak tau malu apa, ingin tidur bersama seorang gadis tanpa ada hubungan apa pun?" tanya Ghea melupakan sosok dirinya yang kini berwujud anak kecil.
"Malu apa nya, kau anak kecil ini, anggap saja aku abang mu, dan aku anggap kau adik ku." respon Agra acuh, merasa sedikit aneh dengan ucapan serta respon Ghea yang menurutnya sedikit berlebihan.
"Eh... a aku melupakan nya lagi, anjir lah tubuh sialan." tutuk Ghea dalam hati kesal dengan kondisinya saat ini." tetap saja aku tak mau sekamar dengan mu, pergi sana dasar putra mahkota mesum."
"Brak... "
pintu kembali tertutup keras setelah Ghea kembali menutup nya dengan kekuatan penuh karena kesal, sementara Agra sendiri merasa syok karena dirinya kembali diperlukan dengan cara seperti ini.
_______
Maaf kalo gak sesuai ekspetasi ya, lagi sibuk banget aku nya jadi gak bisa mikir tenang buat ngetik lanjutan cerita nya hehe.
Jum'at,25 April 2025
_________
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghea
أدب المراهقين"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?" Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
