sepuluh

5.7K 277 0
                                        

"Lihat ayah, sekali sampah tetap sampah, lihat sikap nya itu membuat ku muak." hina Toris kesal.

"Sudah lah kita cepat saja kembali, agar kita bisa lebih leluasa memperlakukan nya." ujar Ziander pada Toris yang terlihat kesal.

"Ya memamg harus segera kembali, tidak sabar rasa nya aku."

_______

Sampai di tempat tujuan, yaitu rumah megah tempat tinggal Ziander, Ghea turun dari kuda dengan gaya angkuh nya dan masuki rumah megah Ziander dengan Gaya pongah seakan ia adalah tamu kehormatan "kak Arya kau kembali lah pulang kerumah mu lebih dulu, ada hal yang harus aku urus sebentar di sini setelah nya aku akan menemui mu kembali." suruh Ghea pada Arya dan segera dituruti oleh nya, karena diri nya tau bahwa Ghea perlu waktu untuk menyelesaikan masalah nya, entah apa itu Arya percaya saja bahwa Ghea bisa menyelesaikan nya sesegera mungkin.

"Aku tunggu ya dan cepat lah datang pada ku ya." ujar Arya pada Ghea yang diangguki setuju oleh nya.

Kini tinggal Ghea sendirian di kandang manusia berprilaku layak nya hewan buas yang siap menerkam nya kapan saja.

"Terus apa? aku sudah disini dan akan kalian apa kan aku?" tantang Ghea pada mereka,  Ziander beserta tiga putra nya yang kini menatap sinis diri nya.

"Tentu saja akan melenyap kan mu." sahut Toris kejam.

"Dari kapan waktu jawab nya itu terus, bosan ah, lagian kalo mau melenyap kan tinggal di lakukan aja kan , gak perlu koar koar tapi gak ada tindakan, kesan nya kayak omong doang tau, menggertak pada anak kecil seperti ku, jangan kira aku takut ya, oh tidak sama sekali." jawab Ghea songong.

"Kau terlalu berani anak kecil, ntah akan kah  sama sikap mu kelak saat eksekusi diri mu tiba." cibir Dikra.

"Oh tentu, apa yang perlu di takut kan sama sama manusia ini." sahut Ghea tak mau kalah.

"Teruslah dengan kesombongan mu itu."

"Ya ini lah diri ku, seperti apa yang kau nilai." ujar Ghea kalem.

"Eh kau pak tua bajingan, atas dasar apa kau mengusik ketenangan diri ku ha? kau tau aku sudah sangat senang hidup di luar sana tanpa bayang bayang dari kalian manusia bajingan, dan kalian malah mengusik ku, tak tau kah kau itu sangat merisih kan." tanya Ghea semakin berani, yang membuat Ziander beserta ketiga anak nya geram akan sikap nya.

"Apa mau marah, jangan dong kan kenyataan nya memang seperti itu, hidup itu harus menerima kenyataan, apa pun penilaian orang lain pada mu itu lah kenyataan nya." nasehat Ghea sok bijak, yang membuat Ziander beserta ketiga putra nya semakin geram.

"Kau, peajurit seret dia dan kurung dia di gudang penyimpanan." titah Xender emosi.

"Eits jangan sentuh aku, sudah aku kata kan aku alergi dengan manusia hina, tunjukan saja aku jalan nya aku akan jalan kesana sendiri." cegah Ghea langsung dan mengutarakan keinginan nya.

para prajurit itu menatap tuan nya meminta persetujuan setelah di setujui iya baru lah mereka menuruti keinginan Ghea.

di perjalanan Ghea memungut dua batu dan beberapa daun  kering  dan di masukan ke saku nya, para prajurit menyaksikan itu merasa aneh dan mereka menghirau kan itu, hanya anak kecil pikir mereka mungkin saja Ghea hanya main main.

tiba di gudang tempat tujuan, segera Ghea di kurung seperti apa yang di perintah kan, dan setelah nya hanya tinggal Ghea seorang saja di dalam nya, terkurung sendirian bersama bahan bahan penyimpanan.

"Dari mana harus ku lakuakan ya?" ujar Ghea menilai keadaan keseluruhan Gudang.

"Aha aku tau, mulai saja dari minyak minyak itu." ujar Ghea pada persediaan minyak di gudang itu.

segera saja Ghea menumpahkan seluruh minyak ke seluruh ruangan, lalu setelah nya ia mengambil meja tinggi untuk diri nya memanjat jendela agar ia bisa kabur setelah ia menjalan kan misi nya kelak,

setelah di rasa beres segera saja Ghea menghidup kan api dengan dua batu serta daun kering yang ia pungut di perjalanan tadi, ya memang ini niat Ghea membakar gudang tempat nya di kurung, hal yang muda bagi nya yang sebenar nya adalah seorang yang berjiwa dewasa.

"Kita lihat, bakal kena mental gak tu mereka, belum berapa jam aku disini udah kasi mereka kejutan senam jantung ha..ha ..ha ." ujar Ghea senang akan tindakan nya sendiri. "oh senang nya."

Setelah api besar melahap isi gudang baru lah Ghea melarikan diri segera dari jendela.

"Bangsat untung aku bisa manjat, kenapa harus di lantai tiga sih gudang nya, kan jadi gak bisa loncat aku ketinggian, ya gak mau lah aku kaki ku patah karena resiko lompat dari ketinggian, lagian ini kamar siapa coba , bagus banget walaupun gayanya serba laki laki." ujar Ghea menilai kamar yang ia panjati saat kabur dari gudang tadi.

"Wah pasti banyak berlian, permata dan koin emas ni, wah jiwa rampok ku meronta ronta." ujar Ghea semangat, dan segera mengobrak abrik isi kamar melihat apa saja yang terdapat di dalam nya.

Ghea hampir kalap melihat banyak nya permata, berlian serta koin emas yang ia lihat di dalam sebuah peti, memanfaat kan keadaan segera saja Ghea mencari kain di lemari, dan segera membungkus beberpa berlian serta permata untuk ia ambil, tak lupa koin emas yang juga ia ambil, setelah nya segera ia melempar kain bungkusan milik nya ke arah semak semak untuk ia sembunyikan sementara,  sebelum ia aman kan kelak.

"Ha senang nya aku, bisa kaya tanpa bekerja, jangan kata kan aku mencuri ya, karena nyata nya aku pun punya hak untuk semua harta harta itu." monolog Ghea pada diri nya sendiri.

"Sekarang saat nya, saksikan kekacauan yang aku perbuat, tra la la la la, tra la la la." gumam Ghea riang, merasa amat senang.

__________

"Apa yang terjadi? kenapa bisa gudang penyimpanan sampai terbakar seperti ini?" tanya Xender pada para prajurit yang bertugas.

"Ampun tuan, kami juga tak tau tuan, semua sudah seperti ini saat kami datang." ujar salah satu prajurit.

"lalu bagai mana berapa kerugian akibat kekacauan ini? tanya Xender lupa bawa sebelum nya dirinya menyuruh Ghea untuk di kurung di gudang yang sama yang terbakar saat ini, yang pada dasar nya benci jadi tak  akan perduli pada nasib orang yang di benci.

"Akan segera kami laporkan kerugian nya tuan, dan untuk nona Ghea tidak kami temukan keberadaan nya di dalam gudang tuan, mungkin kah beliau kabur tapi dari mana? mengingat Gudang berada di lantai tiga dengan ketinggian yang mustahil untuk di lompati." jelas prajurit itu pada Xender.

"Aha bocah itu, nyaris saja aku melupakan nya, cari dia jika tak ada di dalam gudang sudah pasti dia kabur, di mana pun itu cari sampai ketemu, atau kalian akan tau akibat nya." suruh Xender tegas.

"Hai mencari ku kah?!" sapa Ghea santai pada mereka semua, terutama pada Xemder yang menatap heran pada nya.

"Bagaimana cara nya kau keluar dari gudang?"




GheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang