dua puluh lima

3.8K 182 35
                                        

"Bagaimana?"

"Ini nona sekarung kodok seperti yang nona ingin kan." ucap salah seorang prajurit mewakili dua orang temannya yang lain untuk berbicara, mereka ditugaskan untuk menangkap sekarung kodok oleh Ghea, dengan imbalan yang tak bisa mereka abaikan. Mereka di berikan sekantong koin emas sebagai bayaran nya, siapa yang tidak mau coba, masalah setia kepada tuan nya itu urusan belakangan pikir mereka. Dan lagi pula mereka tidak melakukan kesalahan mereka kan hanya menangkap kodok. Bukan sebuah kesalahan apalagi penghianatan.

Tidak tau saja mereka karena kodok kodok itu akan menjadi bencana bila di tangan Ghea.

"Bagus, kalian bekerja dengan baik, ambil lah ini bayaran atas kerja keras kalian." puji Ghea senang sembari melempar kan sekantong koin emas pada mereka sebagai bayaran.

"Terimakasih nona, anda sangat murah hati." ujar mereka senang, pekerjaan yang tidak sulit tapi bayaran mereka sangat menggiurkan.

"Hem." respon Ghea acuh.

"Kami pergi dulu nona, permisi." ucap mereka sebelum berlalu dan Ghea hanya merespon dengan anggukan karena fokusnya hanya pada karung besar berisi penuh kodok di tangan nya. Dalam hatinya sudah menjerit tak sabar untuk segera melakukan aksi selanjutnya.

....

...

...

....

Ghea dengan tubuh kecilnya dengan santai menyelip di antara para bibi pelayan yang akan memasuki sebuah kamar untuk melaksanakan tugas mereka, waktu sudah menunjukkan sore hari hampir petang memang sudah seharusnya untuk seseorang membersihkan diri dari aktivitas sehari an mereka. Dan tujuan para pelayan itu adalah untuk menyiapkan segala keperluan mandi tuan mereka.

Dan kesempatan itu di manfaatkan Ghea untuk ikut menyelinap masuk, bersembunyi disalah satu sudut ruangan yang sedikit tersembunyi. Ghea menunggu kesempatan untuk memulai aksinya.

Saat para pelayan itu keluar setelah selesai melaksanakan tugas mereka, Ghea masih tetap di tempat persembunyian menunggu seseorang yang akan menjadi targetnya kali ini.

Beberapa saat kemudian seorang pria memasuki kamar mandi yang telah disiapkan oleh para pelayan dan segera saja Ghea memulai aksinya. Dengan karung berisi kodok di tangan nya Ghea mendekati kamar mandi, membuka nya sedikit hingga bercela dan dengan pelan ia meletakkan karung berisi ratusan kodok yang terbuka kedalam kamar mandi lalu setelah nya gegas ia mengunci pintu kamar mandi dari luar dan mengantongi kuncinya di saku gaun nya dengan santai,

Ghea akan keluar dari kamar, Begitu sampai di pintu masuk kamar langkah nya terhenti dan dirinya refleks tertawa tertahan dengan membekap mulutnya saat ia mendengar teriakkan nyaring dari dalam kamar mandi.

...

...

...

...

Waktu makan malam tiba dan seluruh keluarga Ziander di wajibkan untuk hadir termasuk Ghea yang di paksa untuk hadir, padahal Ghea tak mengakui mereka keluarga.

"Ghe apa maksud mu menjodokan aku dengan madam Merry?" tanya Ziander langsung begitu melihat kehadiran Ghea yang baru saja tiba ruang makan.

"Kau meminta ku hadir di ruangan makan untuk mengintrogasi ku Atau menyuruh ku makan?" sahut Ghea malas dengan wajah tak perduli.

"Katakan saja." tekan Ziander.

"Perut ku tak akan kenyang dengan pertanyaan itu." jawab Ghea dengan memutar bola matanya malas.

"Apa salahnya menjelaskan."

"Aku lapar, yang aku butuhkan saat ini makanan bukan ceramah tak berguna dari kalian." ujar nya jengah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang