"Seenaknya mau tidur disini, sory ye gue gak level tidur dengan orang asing mau setampan apa pun dia, Gue gak semurahan itu, walaupun cuma tidur biasa tetap aja itu gak pantas." grutu Ghea dengan gaya bahasa nya dia kehidupan sebelumnya, sebagai Ghea dewasa.
"Apes banget sumpah, semenjak ketemu sama si para brengsek Ziander itu, perasaan gue sial mulu heran." omel Ghea pada kemalangan yang ia alami.
"Tuhan gak enak banget disini, gak ada siapa pun yang gue kenal, berasa asing dan terasing, suasana nya pun asing buat gue, yang udah terbiasa dengan apa apa serba moderen harus kembali ke zaman kuno, dulu di kehidupan lalu walaupun sendiri gue masih punya ponsel yang bisa jadi teman kesendirian gue asal ada internet aja, mau nonton drama, anime atau apa pun , tik tokan, Chetan atau nge game dan scroll scroll sosial media doank pun udah berasa yang paling sibuk gue mah, gak ada temen pun enjoy, lah sekarang berasa jadi Alien di negeri orang gue mah, kesepian banget." keluh Ghea lesu.
"Harus ngapain gue ya, bosan banget sumpah, punya banyak uang pun percuma, gak bisa di pake shoping, model baju disini gak banget mewah sih tapi norak!! apa lagi kulineran jauh sekali lah, makanan zaman sekarang gak cocok di lidah gue yang udah keracunan sama makanan di masa depan yang serba lumer dan enak enak, kalo sekarang apa hambar semua gak ada yang bisa masak kali ya."
"terlalu kuno di sini mah kendaraan aja gak ada, usah lah nak cari pesawat terbang, sepeda aja kagak ada, miris banget sumpah."
"Bodoh lah, udah tau gak guna ngeluhp ngapain gue meratap, sia-sia yang ada." ujar Ghea dan memilih merebahkan dirinya kembali kekasur ingin lanjut tidur saja, kegiatan yang paling membosankan tapi hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.
__________
"Diusir lagi sama tu bocah, rasanya ingin ku beri pelajaran keangkuhan nya itu, tapi kasian juga masih kecil, malu lah bisa tercoreng wibawa ku jika melawan dirinya." keluh Agra pada sikap Ghea, mau marah tapi tak bisa ia lampiaskan membuat dirinya kesal akhirnya.
"Anak siapa sih dia, heran gak ada takut takut nya, sama aku seorang yang punya kuasa dinegri ini." komentar Agra pada keberanian Ghea.
"Kau kenapa Agra? ku lihat kau dari tadi tanpak gusar juga kau seperti berbicara sendiri." tanya Ratu pada putra nya yang menurutnya aneh tidak seperti biasanya.
"Eh... ibunda, tidak hanya banyak pikiran saja, masalah pekerjaan." dusta nya tak ingin berterus terang.
"oh... ku kira kenapa, tidak seperti biasanya kau seperti ini." ujar Ratu berkomentar.
"Ya ya... sudah lah, kenapa ibunda mencari saya?" tanya Agra mengalihkan pembicaraan.
"Tidak, hanya sekedar menyapa."
"wow, ku kira kau merindukan ku ibu." goda Agra pada ibu nya.
"Mana ada aku rindu pada bocah mengesalkan seperti mu."
"Loh bu, aku ini anak mu loh, masa iya kau tak merindukan ku, mengesalkan apa aku tak melakukan apapun." sahut Agra heran.
"Kau tidak sadar diri saja, betapa mengesalkan nya dirimu, sudah lah aku mau ke ruangan kaisar saja."
"Cih, ibunda mau nya berduaan terus, ingat umur ibunda, aku sudah dewasa loh."
"lah terus apa hubungannya?"
"Aku tak mau punya adik di usiaku yang sedewasa sekarang, jelas?!" beritahu Arga lebih jelas.
"Hu.. dasar kau."
_________________
"Ghea tak di temukan di mana pun ayah, jadi bagaimana kita biarkan saja atau bagaimana?" tanya Xender pada Ziander.
"Cari saja terus, anak sekecil dia memang nya akan kemana? mereka saja yang tidak becus mencari nya."
"untuk apa di cari lagi ayah, biarkan saja bikin beban saja, menyusahkan." sahut Toris pedas.
"bukan kau yang cari juga." sahut Dikra
"Ya emang, cuma risih aja selalu namanya yang di bahas." sahut Toris kesal.
"tak usah di dengar, gampang kan?"
"mana bisa aku kan punya telinga."
"sudah lah, kalian ini selalu berdebat, pergilah aku ingin istirahat." usir Ziander pada ketiga putra nya.
________________
"Kayak orang dungu gue sumpah, mau tidur mata pun tak mau terpejam, udah kenyang tidur gue mah dari pagi lanjut siang lanjut lagi sore lah sekarang malam mau lanjut juga, auto pegel dah mata gue kejam mulu." keluh Ghea kembali pada kebosanan yang ia alami.
"Kalo gini pengen bunuh diri deh gue, mana tau bisa kembali ke raga gue sebelum nya di masa depan." ujar Ghea ngawur saking buntu nya pikiran.
"Ganggu putra mahkota aja lah, biar menyebalkan seenggaknya dia berguna di saat seperti sekarang, untuk mengusir kebosanan." ujar Ghea dan bergegas bangun untuk mencari Agra entah apa bisa ketemu di jam larut malam seperti saat ini, jam nya orang pada tidur.
sampai di luar kamar suasana luar tampak senyap, tapi tidak sepi karena ada beberapa penjaga lumayan banyak yang berjaga di sekitar.
"Keamanan nya cukup ketat ya disini, definisi istana yang sebenarnya penuh dengan penjagaan." gumam Ghea menilai sekitar.
"Tapi mereka diam aja kayak patung njir, dari tadi gue jalan gak ada tu gue dengar suara mereka, pose tubuh mereka juga, pada tegap terus gitu gak pegel apa?!" lanjut Ghea menilai heran dengan hal baru yang ia lihat.
"Bodoh lah, bukan urusan gue ini, berstatus sebagai kacung berkedok prajurit ya gitu tu, bego!! mau aja di perbudak." nilai Ghea pedas.
"Coba kayak tentara di masa depan wih, bedaa jauh sama yang sekarang." seru Ghea merasa bangga pada zamannya di masa depan.
"Nah tu si Agra ngapain disitu, udah malam juga masih gentayangan udah kayak mas pocong aja dia nya." komentar Ghea pada Agra yang saat ini tengah berdiri sambil menatap air terjun yang terdapat di halaman samping istana, dan Ghea sendiri apa gak sadar diri kalo dirinya juga tengah gentayangan di tengah malam layak nya mbak kunti.
"We Agra, ngapain disitu? sendiran pula, jangan bilang kau tengah bersedih hati karena kamar mu ku ambil." seru Ghea pada Agra yang tersentak kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba.
"Eh..!! udah kayak apa saja, datang tiba-tiba bikin kaget tau." tegur Agra sedikit kesal, karena ulah Ghea yang mengejutkan dirinya.
"Apa sih, lebay tau, cuma gitu doank juga."
"Gak ada sejarahnya orang kaget lebay, lagian bahasa apa itu lebay?!
Sabtu, 26 april 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghea
Teen Fiction"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?" Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
